Monday, 10 December 2012
Friday, 19 October 2012
Langit yang sama
Aku terdiam, sedikit menepi ke jendela.. Menghela nafas dan berfikir..
Syukurlah kita masih berada di langit yang sama,
Setidaknya aku tak perlu menunggu waktu untuk tahu kau sudah terlelap saat aku baru menyambut hari..
Syukurlah masih di langit yang sama..
Kuteguk sedikit air putihku, tidak berwarna, dan hambar. Tapi akan kucanangkan sebagai minuman paling melegakan yang pernah ada..
Setidaknya itu yang kurasakan
"kamu ngga pernah merasakan rindu?"
Aku tersenyum..
"rindu? sahabat terbaikku sekaligus musuh terbesarku?"
Kau tak pernah tahu berapa kali aku mencoba mengalahkan rindu. bahkan sebelum kekasihku pergi, dan masih di hadapanku, aku sudah kalah satu kosong, sekarang? berikan selamat padaku, sang pecundang. Iya.. Pecundang yang selalu kalah oleh rindu, karena sekarang poinku menjadi seribu kosong.. dan masih akan terus bertambah sampai seluruh rinduku tercurah.. Ah.. Pecundang.. Sial sekali aku mengatakannya kepada diriku sendiri
"dan masih terus bertahan? sampai kapan?"
"sampai ada yang menggali jurang lebih dalam"
"ha?"
"Apa yang harus aku lakukan selain bertahan? Menyerah? Untuk apa? karena pada akhirnya aku hanya akan jatuh di hati yang sama.. Percuma"
"kau yakin?"
Aku hanya terdiam, melihat langit sama, dan berfikir, bagaimana matahari di sana.. Kuketikkan jariku cepat di ponselku, menuliskan hal yang sama dan kukirimkan ke nomor yang sama, setiap harinya.. 'love you always'
Dan kini aku melihat matanya dan tersenyum..
"aku yakin"
Friday, 12 October 2012
rindu tempurungku
sedikit merindu dengan dunia kecilku dalam tempurung
dimana aku masih asyik melukis hitam dan putih secara berbeda, iya, mereka berbeda
satu hitam dan satu putih..
seharusnya aku pura pura tak mengerti bahwa mereka bisa saling mengintervensi, mengadili
'aku bukan hitam, hanya semu'
begitu dunia mengajari
'aku terlalu putih, jadikan aku abu'
begitu putih merendah diri
aku rindu suasana kamar, saat ibu masih berkata samar, bahwa dunia tidak seram
sekarang semua bising... bahkan dunia lebih gelap dibandingkan saat aku terpejam sendirian
ahh.. aku rindu tempurungku
saat hitam adalah hitam
putih adalah putih
tidak ada abu, tidak ada semu
tidak mengintervensi dan tidak menghakimi
aku benar benar rindu tempurungku
Friday, 5 October 2012
distance
dimana terkadang kata rindu harus teredam, terbungkam
bukan karena kita malu untuk mengakui
tetapi, karena kita tahu, sekeras apapun berteriak akan terasa sia-sia
selain membuktikan bahwa kita masih membutuhkan untuk bersama..
seharusnya keadaan membuat kita berterima kasih, Dia mengingatkan, betapa berharganya waktu, sesingkat apapun itu, secepat jabat tangan, sekilas ucapan hai, atau hanya saling bertatap mata.. itu berharga
serta, berterima kasihlah pada sepi, karena kita tahu betapa berharganya saat kita tidak sendiri.
nikmati dulu saat ini, dimana kita sibuk mengeja tentang pertemuan.
menghitung tanggal, mencari kesempatan, akan terus mencari, walaupun untuk sekedar bertanya apa kabar..
tak pernah ada yang bilang ini mudah..
bisa saja suatu saat hati terlalu keras menggema rindu
atau, tangan menjadi terlalu dingin untuk digenggam sendiri
tapi bisa aku minta satu hal? percaya kalau aku selalu ada..
sekalipun bukan di depan matamu, atau bergelayutan manja di tanganmu,
percaya saja bahwa aku ada...
![]() |
| kangen kamu, gorilla ♥♥ |
Thursday, 20 September 2012
perkenalan Kabinet BEM FK UJ
drung.. dung.. dungg dunggg..
Departement KIK: Thoriqotil Haqqul Mauludiyah, kata siapa sekretaris harus berpenampilan minim, menteri satu ini menjadi sekretaris umum BEM, soal seberapa alim anaknya ngga usah ditanya. kalo mau tanya-tanya tentang BEM, protap protapnya, dan segala macemnya silahkan menghubungi langsung orangnya..
Departement keuangan : Dhevy wulandari, ini departemen paling sensitif, masalah duit soalnya yang dipegang, salah sedikit satu kampus bisa demo.. melalui departemen inilah BEM bisa mencukupi keperluan sehari-harinya, yang mau pesan, jas lab, jaket angkatan, merchandise ISMKI boleh banget nih hubungi dhevy selaku menterinya.
Departement biro ISMKI : Fatimah ken. yup,, pasti udah sering banget denger yang namanya ISMKI, jadi kepentingan biro ini adalah sebagai percabangan langsung ISMKI ke institusi, walaupun namanya kejepang-jepangan, tapi jangan diremehkan jiwa nasionalismenya, ya..
Departement Pengmas : Rahma fadhillah, menteri satu ini membawahi departemen yang terjun langsung ke masyarakat, yup.. pengabdian masyarakat. dulu sih di kastrat, tapi berhubung di ISMKI dia selingkuh ke pengmas, dengan terpaksa dia dilepas total ke departemen pengmas, dan salutnya dengan proker seabrek, plus kegiatan segambreng dia masih bisa ngelakuin semuanya dengan baik.. saluutt.. (ma, inget bayaran di belakang ntar ya :p)
Departement pendpro : Aisyah Adawiyyah, departemen pendidikan dan profesi, dan dikepalai oleh geulis bogor ini bergerak di bidang kurikulum, serta perkembangan nantinya sampai jadi dokter, pendpro dulu merupakan salah satu cabang dari kastrat, karena itu dia mempunyai fungsi kastrat di dalamnya sebagai tempat berfikir dan mengkaji.
Departemen luar negeri : Bagus Rifnaputra, yang berfikir, kenapa yang daritadi menterinya cewek semua, wajar.. di UJ agak gersang yang namanya cowok (‾˛‾٥) tapi bersyukurlah masih ada menteri cowok yang bertanggung jawab menjaga hubungan dengan fakultas lain, maklum, selama ini FK dianggap sekelompok mahasiswa elit yang ngga mau berbaur dan introvert, yah, semoga aja keberadaan bagus dan departemennya bisa menghilangkan anggapan ini.. semangat
Departemen Minat dan Bakat : Aldhi wimandra, pertama tama ijinkan saya ketawa sebentar (bhahhahahaha.. ini foto jaman kapan, di??) anggap aja alay bagian dari proses kedewasaan #pfftt.. intinya bagi yang ingin masuk departement yang have fun, departemen minbak tempatnya, disini mengurusi hal selain kajian, hubungan, pendidikan, dan hal menjemukan lainnya, alias segala hal yang merefreshkan itu berasal dari prokernya minbak
jingga atau luka
Saturday, 8 September 2012
kakek tua dan negerinya
dia bersepeda membelah jalan setapak, lentera sepedanya terlalu redup dibandingkan dengan pekatnya malam hari itu, tak pernah terbayangkan suatu hari dia akan sebebas ini, bernafas selepas ini..
di tengah lamunannya dia melihat tangannya yang semakin mengeriput, dia tahu dia semakin tua, semakin renta
di kebun itu dia berhenti, tatapan nanarnya berkeliling, sekalipun kantung matanya menebal, tapi tatapannya tetaplah setajam saat dia masih berusia belasan, menelanjangi setiap sisinya, menjamahi setiap jejak yang dia khusyuki, seperti di saat dia ibadah.
ringkih... kakinya memang lemah, namun dapat dengan lincah bergerak di sela dedaunan. langkahnya terdiam, dia tahu benar dimana dia harus berhenti, mengambil nafas sejenak,. mencari suaranya yang hilang..
"negerimu sudah kotor kembali, jenderal"
kata-kata pertamanya, kepulan asap rokoknya membumbung, tebal, setebal apa yang ada difikirannya.
"tangan ini sudah lemah, jenderal, tak perlu lagi aku memegang senapan untuk negara ini, memegang cangkul pun aku sudah tidak sanggup"
"andai engkau menjadi aku, jenderal.. apa yang akan kau lakukan?"
tak ada suara balasan, jenderal hanya terdiam, bahkan cicak yang biasa berdecak hanya ikut menyimak,
"negerimu kembali kotor, jenderal"
"bukan kotor oleh darah para pejuang, bukan kotor karena lumpur, dan abu para pahlawan!"
"negeri kami kotor, jenderal! oleh darah rakyat kita, yang terbuang karena tak sanggup membiayai kesehatannya. oleh lumpur yang dilempar oleh pimpinannya. dan abu yang berserakan berasal dari rumah mereka!"
sang jenderal masih terdiam, dan malam hening terikat sunyi mendengar teriakan si kakek tua.
"negeri kami kembali kotor tuan!"
"bukan karena air mata doa yang dilafalkan memohon kebebasan, tapi air mata yang dielukan karena kelaparan"
"ini negeri kami, jenderal,, ini negara yang kita perjuangkan dulu, ini hasil dari tebusan darah kita, jenderal"
"negeri kami kembali kotor, oleh kemunafikan, oleh kemalasan, oleh kesombongan dan juga keegoisan!"
"ini negara yang engkau perjuangkan melalui nyawamu, jenderal. menangiskah engkau disana, jenderal?!"
kakek tua menangis, dia tahu dia telah kehilangan segalanya, kehilangan sahabatnya, keluarganya, bahkan yang kini bersama dengan jenderalnya yang tenang bersemayam di bawah sana, atau mungkin telah berpindah ke atas sana.. entah...
ditatapnya kembali tangan keriputnya, dengan mata sayu, dia berkata..
"tangan ini sudah renta, jenderal. tangan ini sudah renta..."
"dan negeri kami kembali kotor ya, Jenderal!"
Sunday, 2 September 2012
ost perahu kertas
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya
Beratapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati
Kau sahabatku sendiri
(cinta-cinta) cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada diantara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Cintaku padamu…
dermaga tua
dermaga ini sudah tua, habislah lamat waktunya menunggu tanpa mencari, di tengah serbuk sepi pasir dermaga berbisik, "wahai pasir, katakan kepada ombak, bawa kapal pulang, siapa tahu dia tersesat di tengah lautan". namun kapal berdiri menantang "aku tak ingin pulang, aku ingin bertualang". dermaga tahu dia sudah tua, usang, rapuh lagi lapuk, mana yang salah? dia yang harus menanti atau berlari untuk mencari?
dermaga ini sudah tua, dengan iba mercusuar melihat rayap-rayap yang dengan rakus menghabisi setiap, mili, senti, dan meter dari kayu-kayu dermaga, "wahai mercusuar, nyalakan cahayamu, bawa kapal pulang, siapa tahu dia tersesat di tengah lautan". namun kapal tetap menentang "aku tak ingin pulang, aku ingin bertualang". dermaga tahu dia sudah tua, usang, rapuh lagi lapuk, mana yang salah? dia yang harus menanti atau berlari untuk mencari?
dermaga sudah tua, dia sudah terlalu lelah untuk menunggu, kayu-kayu retak tenggelam, terkubur, dalam desah pasir yang menggerutu. dermaga kini terlalu rapuh untuk berdiri dia sudah menjadi puing dalam deru ombak yang saru terharu.
sekarang, kapal ingin pulang. namun hilang sudah sadarannya, lenyaplah labuhnya, jadi mana yang salah dari dermaga tua? dia yang selama ini menanti, atau terlalu lelah untuk mencari?
Thursday, 16 August 2012
16 agustus 2012
Manusia dewasa itu pembohong..
Itu kata dewi kecil, mereka sangat senang membohongi anak kecil, mereka dulu bilang permen itu rasanya pahit, tapi kenyataannya rasanya manis. Mereka dulu bilang kalau nakal nanti digigit kecoa, kenyataannya kecoa ngga pernah menggigit, bahkan tinggal diinjak mereka juga akan mati.
Manusia dewasa itu pembohong..
mbah nang juga pembohong, dulu beliau bilang, beliau akan menemaniku sampai aku nikah.. tapi kenapa selepas smp beliau sudah pergi? kenapa mbah nang ngga bisa sabar sedikit lagi untuk melihatku lebih dewasa, ah.. mungkin beliau melupakan janjinya karena penyakit pikunnya dan jadi tidak sengaja melupakan janjinya padaku dulu, sudahlah dewi kecil mengerti.
Mungkin mbah uti juga sama dengan kebanyakan manusia dewasa, suka berbohong termasuk ke cucunya sendiri,
Beliau pernah bilang kalau ingin melihatku menjadi dokter, mengobati penyakit asam uratnya, tapi kenapa beliau berbohong? kenapa beliau sekarang ngga ada disini?
katanya setiap aku pulang kesini beliau akan membuatkan gulai mentok kesukaanku, tapi buktinya sekarang sepiring pun tak tersedia..
Manusia dewasa suka berbohong..
kenapa mereka berjanji hal yang sulit mereka tepati?
Syukurlah sekarang dewi kecil sudah tidak ada.. ngga ada dewi kecil yang merengek ke beliau saat dimarahi mama.. ngga ada dewi kecil yang bergelayut manja untuk dipijat.. ngga ada dewi kecil itu lagi sekarang, mbah uti bangga kan?
Maaf mbah, dewi belum bisa ngobatin asam uratnya mbah.. dewi selalu manja sama mbah.. dewi belum bisa bahagiain mbah.. dewi minta maaf.. dewi salah.
mbah.. sekalipun dewi kecil telah menghilang, rasa sayang dewi ngga akan hilang..
dewi percaya Allah sayang sama mbah uti lebih dari dewi sayang sama mbah.
Mbah.. selamat tinggal..
Dewi sayang mbah uti..
Tuesday, 14 August 2012
my life is my journey
terkadang dalam hidup kita perlu sendiri untuk merenungi atau untuk menyambut kehadiran orang lain dalam hidup kita, my life is my journey..
hidupku tentang perjalananku. bahkan dalam sebuah perjalanan singkat, kamu dapat menghela nafas sejenak untuk memastikan dan bersyukur karena masih dapat merasakan hembusan udara hangat dari rongga dada kita.
untukku jember dan bali masing masing sudah aku beri setengah dari jiwaku.. kalau aku pergi dari jember maka aku akan kehilangannya, begitu juga sebaliknya. karena itu entah kenapa rasanya beraatt banget untuk ninggalin jember ke bali ataupun ninggalin bali ke jember. sebenarnya perjalanan pulang kemarin sama sekali aku ngga rencanain, semulanya karena iseng mau coba naek kereta sendiri, naek bus sendiri.. intinya mau nyoba aja, ngga ada niat laen..
saat di dalam kereta sebenarnya ngga banyak yang bisa diceritain aku duduk sendiri dan tidur sepanjang jalan.. mungkin yang menjadikan aku antusias adalah saat di bus, karena penghuni bisnya hanya 8 orang yang indonesia, yang lain? entah dari negara antah berantah mana, intinya seharian ada disana berasa siapa yg turis? siapa yg warga negara asli? jujur sampai saat aku naek bus, aku banyak mengeluh dan khawatir 'bagaimana kalau stasiunnya kelewatan karena aku ketiduran' (--,) sampai 'kenapa bisnya bobrok sekali?'
tapi semua lenyap begitu aja saat aku lihat lautan.. semua keluhanku luntur, yang ada hanya perasaan tenang dan sedikit berfikir 'berapa perbandingan antara seluruh rasa syukur dengan keluhanku ?. apakah sesedikit buih di tengah lautanMu?! bukankah seharusnya hamba malu?' mungkin dari saat itulah perjalananku benar benar menyenangkan. bayangkan kamu mendengar adzan sambil memandang lautan, bersama warga negara asing yang terkagum kagum dengan Indonesia.. bangga? banget. bersyukur? harus. ngga salah aku pake jaket ismki dengan emblem merah putih di lengan kanan..
Tuhan itu baik.. mindset ku ngga pernah berubah dari dulu, Dia menasehatiku dengan caraNya sendiri, Dia mengasihiku Dengan caraNya sendiri, dan kemarin dia mengasihiku melalui 4 orang.. orang pertama adalah ibu-ibu dan orang kedua adalah anaknya. ibu itu bercerita banyak tentang perbaiki kualitas diri dan juga percakapan ttg gender dan lain lain. ibu itu mempunyai jiwa yang kuat, sikap.yang tegas dan mempunyai idealisme, perannya sebagai pemimpin koperasi menuntutnya untuk bekerja keras, namun satu yang aku kagumi. kerasnya pemikirannya ternyata tidak mencegahnya menjadi ibu yang baik untuk anaknya.. iya, anaknya.. yang ternyata menderita sindrom down. ibu itu masih menyimpan cinta, dipeluknya anaknya dari mulai kapal berangkat hingga tiba di gilimanuk.. dan untukku, dia tidak hanya mengajarkan cara mencari nafkah sampingan, cara menjadi pemimpin masyarakat, namun juga cara mencintai keluarganya secara bersamaan, idealisme seorang perempuan.
jujur, aku termasuk penakut, dan Tuhan tahu.. mungkin karena itu Dia.mengirimkan 2 orang untuk menjagaku, 2 cowok, tinggi, besar yang satu tatoan.. malah tambah nakutin ya? hhe.. tapi nggalah.. mereka ternyata teman perjalanan yang menyenangkan, kapan lagi jalan sendiri tapi serasa punya 2 bodyguard.. (hahahhaa upss) mungkin karena kami senasib.. kami sama sama naek kereta KAI dengan tujuan terminal ubung tapi malah diturunin di terminal mengwi.. (* 。_。)/ | kena tipu| tapi thanks God, ada mereka yang ngerti harus kemana.. ada mereka yang ngomelin supir bis karena berangkatnya kelamaan dan ada mereka yang ngomel k supir angkot karena tarifnya kemahalan..
intinya perjalanan jember-bali kemarin menyenangkan, tapi kalo untuk nyoba kedua kalinya. uhmm no, thanks.. iya kalo seumpama perjalanannya ketemu sama orang orang seperti mereka, kalau ngga? mungkin memang benar kalo ada kata kata yang bilang.. perjalanan yang menyenangkan itu tergantung seberapa menyenangkannya orang yang menemanimu. sama seperti hidup, kalau ingin hidupmu menyenangkan carilah orang yang menyenangkan hidupmu..
see yaa.. next journey
Saturday, 11 August 2012
namun, ketika kehadiranku merupakan hal yang membuatmu terusik, maka dengan ikhlas aku akan menjadi orang pertama yang akan meniggalkanmu.
aku tak pernah akan meminta, apalagi memaksa.
karena seharusnya sesederhana itulah cinta.
dan hal sesederhana inilah yang bisa kulakukan
Saturday, 4 August 2012
benci romansa
mereka bilang aku penyair, hanya karena indah merangkai puisi
namun aku tak selembut itu, sayang.
aku hanyalah seorang pencaci yang pandai meludah dan memaki
mereka bilang aku penuh cinta, hanya karena senyum yang berlari ceria
namun aku tak segembira itu, sayang.
aku hanyalah seorang yang terlalu lelah untuk mencari air mataku sendiri.
aku disini, sayang. bila kau benar-benar mencariku
aku menunggumu, menanti kehancuranmu
jangan bicara tentang hati kali ini
aku sudah tak mempunyai benda itu lagi
entah karena kau lupa menaruhnya dimana
atau kau sudah merobek dan melarungkannya dalam 7 samudra.
pergilah sayang,
disini aku masih menunggumu,
menunggu suatu retakan yang berakhir dengan patahan
masih ingin melihatmu menari dalam api, berdansa dan terbakar sempurna
sehingga mungkin aku dapat menyimpan abumu, dalam toples kecil hiasku
dan kuciumi setiap malam
cepatlah runtuh, sayang
aku sudah bosan dengan kutukan
lihat dirimu dan segeralah karam
karena tak mungkin akulah yang menghujam
selamat tinggal, sayang
aku membencimu dalam bingkai kaca cinta
dan menyebutnya sebagai kisah romansa sempurna
Thursday, 26 July 2012
emas, garam, dan kerupuk (?!)
setelah sekian banyak postingan isinya menggalau terus, finally mari ber-sharing ria.. hohoho.. dan jujur kayaknya untuk post kali ini bahasannya agak sensitif, uhmm~ tapi ambil sisi sebagai diskusi aja ya, jangan mikir yang aneh-aneh.. kay? kay??
aku sempat liat di homepage faceb*ok yang isinya seperti ini, perbedaan pria dan wanita saat mereka berzina adalah, pria diandaikan seperti emas yang terjatuh ke dalam kotoran, sedangkan wanita seperti kerupuk yang terjatuh dalam kotoran, begitu katanya.. walaupun sama-sama terjatuh dalam kotoran, akan tetapi orang akan lebih memilih emas daripada kerupuk, begitu tambahannya.. hmmm~ ngga ada yang nyalahin pendapat satu ini, aku setuju wanita yang baik adalah wanita yang bisa menjaga harga dirinya dengan baik, tapi yang sedikit bikin agak 'nggiinggg' perbandingannya kok emas sama kerupuk ya? kerupuk?! for seriously?
aku ngga ingin untuk menyudutkan, menyalahkan, atau merendahkan pendapat orang lain, apalagi masalah prinsip, aku ngga akan sama sekali mau mengutak-atik, tapi yang sedikit mengganjal-ganjil disini adalah sejak kapan manusia berhak untuk mengklasifikasikan manusia yang ini golongan emas, yang ini golongan kerupuk. izinkan saya tertawa sebentar...hahahhaa.. kerupuk...
aku akan sedikit bercerita di sini, pernah ada suatu zaman dimana garam harganya lebih mahal daripada emas, (ok, garam sama kerupuk memang beda, tapi ambil inti ceritanya aja, ya) karena saat zaman itu, emas lebih mudah ditemukan daripada garam, mereka menggunakan emas, sebagai alat tukar perdagangan, menggunakannya sebagai satuan uang resmi, dalam bentuk koin, batangan, bahkan bongkahan. sedangkan garam, mereka sangat sulit untuk membuatnya, kesulitan menyimpannya tanpa menjadi lembab, akhirnya mencair, susah membawanya tanpa kehilangan satu gram pun, dan itu yang membuat garam menjadi lebih mahal dari emas.
buat aku pribadi tidak ada satupun benda yang tidak berharga di dunia ini, sekalipun itu krupuk, atau kotoran. semua pasti ada gunanya entah untuk siapa, entah untuk apa. apalagi penilaian dan judgement terhadap manusia yang dilakukan secara insting, apalagi yang cuma asal denger, dan menyimpulkan seenaknya, jujur aku capek melihat manusia yang selalu merasa dirinya lebih baik dari orang lain, atau mungkin malah merasa merekalah yang terbaik? karena menurutku seburuk-buruknya manusia, akan ada satu titik keadaan dimana justru dialah yang lebih baik daripada manusia lainnya. berhenti untuk memberi perbandingan siapa yang lebih baik, dan siapa yang lebih buruk. karena satu-satunya Yang mengetahui dan dapat menaksir 'harga' dari seseorang itu cuma satu, Yang Maha Sempurna, Allah SWT. jangan terlalu gampang untuk menilai seseorang sebelum kamu merasakan sendiri bagaimana berada di posisi mereka.
Wednesday, 25 July 2012
mari bertaruh, tuan
hei, tuan..
sepat sudah lidah ini untuk bertutur manis, seperti permen karet yang lamat menghambar, maka seluruh perkataan ini telah pudar.
hei, tuan..
tidakkah cukup seluruh aksara yang aku tuliskan,atau masih terasa ganjilkah semua hal yang aku lakukan. bahkan air mataku sudah bisa meluapkan neraka, ya, tuan. dan masih saja kau berusaha masukkan kembali bara-bara.
maka mari kita bertaruh, tuan.
luka siapa yang paling dalam.
taruh lukamu ya tuan, dan mari sama-sama lihat borokku
karena saya pasti memenangkannya.
mari kita bertaruh, tuan.
cinta siapa yang mengalah,
dan cinta siapa yang mengikat, menarik, menindih serta menghampar.
sekali lagi, saya pasti memenangkannya
dan untuk terakhir kalinya,
mari kita bertaruh, ya tuan.
jalaran cemas telah saya kemas,
dan lihatlah siapa yang bisa terlebih dahulu lepas landas
dan anda hebat, ya tuan.
kali ini, andalah pemenangnya
Monday, 23 July 2012
percakapan teh
Friday, 20 July 2012
kau tak pernah bisa terlalu serius untuk menikmatinya, ketika seseorang bermain dengan takdirnya, maka tak pernah ada yang tahu bahwa ada yang sedang tertawa di belakang sana.
sungguh lucu ketika dua orang yang saling menuduh, padahal tanpa sadar telah dipermainkan oleh skenarionya sendiri,
sungguh bodoh ketika seseorang terlalu mempercayai orang lain, padahal kenyataannya tak pernah ada yang benar-benar bisa dipercaya. sarkastik? itulah kenyataannya.
senyuman manis terkadang menyimpan kepahitannya sendiri,
hadiah di tengah malam terkadang karena pagi hari terlalu terang untuk menyimpan rahasianya
teruslah menangis di atas kelapukan senyummu.
teruslah berdoa dengan sisa kerapuhanmu.
tetaplah terus bermain, dan untuk kali ini, aku yang akan tertawa.
Wednesday, 18 July 2012
Tuesday, 10 July 2012
aku tahu
saat kita pertama kali bertemu, menyambutku tanpa terbesit sedikitpun akan seberapa dekat kita berdua, tanpa menyebut nama, tanpa berjabat tangan, tanpa saling memandang terlalu lama, namun aku tahu... dan itu cukup... saat itu.
aku tahu dia itu kamu
saat kita memulai berbincang tanpa arah, berdebat kecil, mencoba memalingkan muka, namun tak dapat menahan untuk tertawa kecil karena sifat kekanakkan kita, mengucap kata maaf seketika.. kamu... sederhana? bukankah itu yang seharusnya?
aku tahu dia itu kamu
saat semua orang bertanya seperti apa dia yang aku harapkan, seperti apa dia yang menjadi masa depan, seperti apa dia yang nanti aku cinta, haruskah aku menjawab itu kamu, sejujurnya.. aku masih ragu
tapi, aku selalu tahu dia itu kamu
ketika aku bersandar di bahumu, aku tahu kau ada. ketika kau terlalu jauh untuk ada, kau masih membuatku percaya. dan ketika semua hal yang membuatku percaya telah hilang, aku akan menoleh ke sampingku, dan masih terus berkata... aku mencintaimu.
dan bila seseorang bertanya siapa dia yang akan selalu bersamamu
mungkinkah kau akan tahu dia itu adalah aku?
Wednesday, 4 July 2012
curhat malam hari
Wednesday, 20 June 2012
hug
pedagang
Friday, 15 June 2012
hargailah siapapun dia yang mau memberikan waktunya untukmu, karena berarti dia mau memberikan sebagian hidupnya untukmu. karena waktu bukan barang bisa ditukar, dibeli, apalagi dikembalikan.dikutip dari kata-kata dr. christoper, saat LKMMwil di Bali, dengan aku yang bengong di belakang, ingin segera mengatakan terima kasih dan lupa kalau 4 hari lagi ada ujian blok
Wednesday, 13 June 2012
are we friend? no we are (more than) family
we are family
kata-kata itu, bener banget, ngga kerasa udah setengah periode dari ismki wilayah 4 ini berjalan, mungkin ada yang bilang dan nanya kenapa sih mau jadi pengurus ISMKI nambah-nambah kerjaan aja, iya, anggep aja kami sekumpulan manusia kurang kerjaan yang berusaha hidup di dua dunia yaitu organisatoris dan akademisi, atau manusia-manusia gila yang mau ngeluarin duitnya sendiri, hilir mudik dari satu kota ke kota lain, satu pulau ke pulau lain, cuma untuk ketemu satu sama lain dan bener-bener mencari arti kebersamaan itu, kami manusia-manusia yang berbeda latar belakang, perilaku, institusi, tapi tetep cuma punya satu visi, yaitu berguna bagi bangsa kami, dan kami adalah ISMKI, kita adalah ISMKI.
aku ngga malu untuk bilang aku salah satu bagian dari manusia-manusia kurang kerjaan ini, jadi bagian yang aku bisa bilang kamu berkumpul disini bukan sebagai rekan kerja, bukan sebagai teman, juga bukan sebagai keluarga, kami... lebih dari itu! mungkin kalau di flashback setengah tahun-an yang lalu dimana baru dibuka oprec phw aku ngga daftar, dan lalu datanglah kesempatan kedua, yaitu penawaran untuk jadi phw, seandainya ya... seandainya aku ngga ambil kesempatan itu, mungkin itu merupakan hal yang paling aku sesali di hidupku.
dimana lagi kamu bisa bertemu dengan manusia-manusia yang punya pola pikir yang luar biasa, pengetahuan umum yang bikin geregetan pengen balik ke rumah terus baca koran dari tahun '45 sampe tahun sekarang, sekumpulan orang yang matanya bener-bener terbuka dan mau bergerak untuk perubahan, manusia yang bertujuan satu yaitu menjadi dokter untuk bangsa, bukan dokter untuk uang, bukan dokter untuk kepentingan pribadi, politik dan lain-lain. melainkan untuk bangsa.
tapi di saat bersamaan kamu ketemu sama orang-orang yang ramah, lucu, gokil, ngga punya rasa jaim sedikitpun, dimana orang yang baru 2 kali ketemu, tapi sekalinya ketemu bisa nari heavy rotation bareng-bareng (ngga ngerti itu kelebihan atau apa -____-") orang-orang yang bisa bikin kita ketawa lepas, tapi merenung di saat bersamaan. ngga peduli asal institusi, nilai IPK, asal daerah, kami berkumpul dengan mencopot jas almamater kami, bangga sih pake jas almamater, tapi lebih bangga lagi ketika ada 1 jas yang menyatukan semua almamater.
tapi waktu makin lama makin berlalu, kepengurusan periode ini bakal selesai di muswil nanti, ketika semuanya sudah selesai, bakal ada yang fokus di skripsi, jadi ko-ass, fokus di institusi, di nasional, kesebar entah kemana, kebersamaan di pengurus ISMKIwil 4 ini bisa tinggal dihitung pake jari, berapa kali lagi bakal ketemu, mungkin di muswil bakal jadi kali terakhir semuanya ngumpul jadi satu, atau bahkan mungkin ngga semuanya, karena jarak yang pisahin manusia-manusia ini terlalu jauh, manusia yang frekuensi bertemunya bisa dihitung pake jempol, manusia yang cuma bisa mainin emot di skype, manusia-manusia yang terlalu luar biasa untuk dideskripsikan satu-satu.. dan seandainya kita suatu saat berpisah dengan urusan masing masing, ingatlah kita ini keluarga, bahkan lebih dari itu, dan saat aku mungkin mengisi formulir biodata oprec pengurus ISMKI lagi entah itu nas, atau wil. untuk bagian pertanyaan 'sebutkan alasan kamu ingin menjadi pengurus' aku ngga akan jawab pertanyaan itu dengan pernyataan basi seperti ingin belajar berorganisasi atau yang lain, yang mungkin jadi salah satu alasan terkuatku adalah aku ingin menjadi bagian dari keluarga ismki (lagi) :')
are we friend? no we are family (but i think we are a family)
Wednesday, 6 June 2012
mendapati tentang kita
lilin
Wednesday, 23 May 2012
magnet
Monday, 21 May 2012
dan aku rindu
koran yang terletak rapi di tengah meja, depan sofa kesayanganmu,
tepat disana kau memulai segala aktivitasmu
menghirup seluruh udara dan melepaskannya lagi sebagai kepenatan
dan aku memperhatikanmu dari sini, dari sudut kecil disini
melihatmu bermesraan dengan waktu yang jarang bisa kau jamah
aku merindukanmu
bahkan dalam jarak sedekat ini, denganmu di depanku, aku sudah merindukanmu
aku merindukan memanggil namamu dengan salah
dan kau kesal karenanya
aku merindukanmu, kamu yang tidak pernah mengerti pada ceritaku
entah karena diriku yang bercerita terlalu panjang
atau kau yang tidak pernah fokus karena berfikir hal terlalu banyak
aku merindukanmu dalam jarak sedekat ini
perlahan kau meneguk kecil kopimu,
sepi
hanya gemerisik kecil saat kau melipat koranmu
kau memandangku, sepintas...
hanya suara decit pintu menutup..
kau pergi
dan aku rindu...
![]() |
| bau kopi yang menemaniku |














































.jpg)


