About me

Feeds RSS
Feeds RSS

Monday, 10 December 2012

i'm the one who can give my faith and belief easily to someone, i always thinks everyone is nice until they prove me wrong. but when it broke. don't expect me to give the second chance, i'm not a priest who can give my forgiveness easily.i keep my logical first than my feeling. my heart? i don't care about that thing again, i can break it, and make it bleeding. and i don't care even i have to hurts or depressed, i'd ever passed it once, why i have to afraid to doing it again? when someone does mistake once, it can be forgiven, when he does twice, it's not a mistake, it's a choice. and i'd choose to have a step back, than had to face something which doesn't clear, at all.. i'm such a coward? yes.. i'm not the good one who can save my heart.. it's better for me to break my own, than have to put it to someone who can't take care of it, and broken in his hand.. well my heart? if i can, i will choose to thrown it away, tossed it in a trash. who'll need a broken stuff, wouldn't it?

Friday, 19 October 2012

Langit yang sama

"Masih bertahan dengan keadaan??"
Aku terdiam, sedikit menepi ke jendela.. Menghela nafas dan berfikir..
Syukurlah kita masih berada di langit yang sama,
Setidaknya aku tak perlu menunggu waktu untuk tahu kau sudah terlelap saat aku baru menyambut hari..
Syukurlah masih di langit yang sama..
Kuteguk sedikit air putihku, tidak berwarna, dan hambar. Tapi akan kucanangkan sebagai minuman paling melegakan yang pernah ada..
Setidaknya itu yang kurasakan
"kamu ngga pernah merasakan rindu?"
Aku tersenyum..
"rindu?  sahabat terbaikku sekaligus musuh terbesarku?"
Kau tak pernah tahu berapa kali aku mencoba mengalahkan rindu. bahkan sebelum kekasihku pergi, dan masih di hadapanku, aku sudah kalah satu kosong, sekarang? berikan selamat padaku, sang pecundang. Iya.. Pecundang yang selalu kalah oleh rindu, karena sekarang poinku menjadi seribu kosong.. dan masih akan terus bertambah sampai seluruh rinduku tercurah.. Ah.. Pecundang.. Sial sekali aku mengatakannya kepada diriku sendiri
"dan masih terus bertahan? sampai kapan?"
"sampai ada yang menggali jurang lebih dalam"
"ha?"
"Apa yang harus aku lakukan selain bertahan? Menyerah? Untuk apa? karena pada akhirnya aku hanya akan jatuh di hati yang sama.. Percuma"
"kau yakin?"
Aku hanya terdiam, melihat langit sama, dan berfikir, bagaimana matahari di sana.. Kuketikkan jariku cepat di ponselku, menuliskan hal yang sama dan kukirimkan ke nomor yang sama, setiap harinya..  'love you always'
Dan kini aku melihat matanya dan tersenyum..
"aku yakin"

Friday, 12 October 2012

rindu tempurungku

sedikit merindu dengan dunia kecilku dalam tempurung
dimana aku masih asyik melukis hitam dan putih secara berbeda, iya, mereka berbeda
satu hitam dan satu putih..
seharusnya aku pura pura tak mengerti bahwa mereka bisa saling mengintervensi, mengadili
'aku bukan hitam, hanya semu'
begitu dunia mengajari
'aku terlalu putih, jadikan aku abu'
begitu putih merendah diri
aku rindu suasana kamar, saat ibu masih berkata samar, bahwa dunia tidak seram
sekarang semua bising... bahkan dunia lebih gelap dibandingkan saat aku terpejam sendirian
ahh.. aku rindu tempurungku
saat hitam adalah hitam
putih adalah putih
tidak ada abu, tidak ada semu
tidak mengintervensi dan tidak menghakimi
aku benar benar rindu tempurungku

Friday, 5 October 2012

distance

sejak awal, tak pernah ada yang bilang ini mudah..
dimana terkadang kata rindu harus teredam, terbungkam
bukan karena kita malu untuk mengakui
tetapi, karena kita tahu, sekeras apapun berteriak akan terasa sia-sia
selain membuktikan bahwa kita masih membutuhkan untuk bersama..
seharusnya keadaan membuat kita berterima kasih, Dia mengingatkan, betapa berharganya waktu, sesingkat apapun itu, secepat jabat tangan, sekilas ucapan hai, atau hanya saling bertatap mata.. itu berharga
serta, berterima kasihlah pada sepi, karena kita tahu betapa berharganya saat kita tidak sendiri.
nikmati dulu saat ini, dimana kita sibuk mengeja tentang pertemuan.
menghitung tanggal, mencari kesempatan, akan terus mencari, walaupun untuk sekedar bertanya apa kabar..
tak pernah ada yang bilang ini mudah..
bisa saja suatu saat hati terlalu keras menggema rindu
atau, tangan menjadi terlalu dingin untuk digenggam sendiri
tapi bisa aku minta satu hal? percaya kalau aku selalu ada..
sekalipun bukan di depan matamu, atau bergelayutan manja di tanganmu,
percaya saja bahwa aku ada...


kangen kamu, gorilla 

Thursday, 20 September 2012

SELAMAT HARI MAHASISWA KEDOKTERAN INDONESIA


perkenalan Kabinet BEM FK UJ

hai viewers, karena berhubung lagi nganggur, tapi pengen posting buat menuh-menuhin blog, disini aku bakal kenalin keluarga kabinet pengurus BEM FK UJ,.

yang paling pertama jelas ketua gengnya, presiden BEM paling pasrah dari sekian kepengurusan,. Enggar Gumelar, tapi kalo dipanggil enggi noleh noleh aja kok, tapi untuk periode ini sebaiknya agak dikurangi., biarkanlah tahun ini dia menikmati kejaimannya setelah sekian lama dipermalukan.. _)/|


selanjutnya wakil presiden BEM,  Derry Herdhimas dia yang bakal nemenin enggar dalam satu kepengurusan dalam duka, suka, sakit serta sehat.. :') untuk sementara ini biarkanlah mereka menjadi pasangan yang serasi dan mesra (•̯͡.•̯͡)


lalu kedua orang ini yang menghandle sekian departement dan dikepalai oleh menteri-menterinya dari departement pertama adalah..*drum.. mana drum?? *
drung.. dung.. dungg dunggg..

Departement KIK: Thoriqotil Haqqul Mauludiyah, kata siapa sekretaris harus berpenampilan minim, menteri satu ini menjadi sekretaris umum BEM, soal seberapa alim anaknya ngga usah ditanya. kalo mau tanya-tanya tentang BEM, protap protapnya, dan segala macemnya silahkan menghubungi langsung orangnya..



Departement keuangan : Dhevy wulandari, ini departemen paling sensitif, masalah duit soalnya yang dipegang, salah sedikit satu kampus bisa demo.. melalui departemen inilah BEM bisa mencukupi keperluan sehari-harinya, yang mau pesan, jas lab, jaket angkatan, merchandise ISMKI boleh banget nih hubungi dhevy selaku menterinya.


Departement biro ISMKI : Fatimah ken. yup,, pasti udah sering banget denger yang namanya ISMKI, jadi kepentingan biro ini adalah sebagai percabangan langsung ISMKI ke institusi, walaupun namanya kejepang-jepangan, tapi jangan diremehkan jiwa nasionalismenya, ya..



Departement Pengmas : Rahma fadhillah, menteri satu ini membawahi departemen yang terjun langsung ke masyarakat, yup.. pengabdian masyarakat. dulu sih di kastrat, tapi berhubung di ISMKI dia selingkuh ke pengmas, dengan terpaksa dia dilepas total ke departemen pengmas,  dan salutnya dengan proker seabrek, plus kegiatan segambreng dia masih bisa ngelakuin semuanya dengan baik.. saluutt.. (ma, inget bayaran di belakang ntar ya :p)


Departement PSDM : Ika sriwinarti, ini dia satu lagi PHW yang berhasil meneruskan karirnya jadi menteri,( ciyyee.. mbak ika, ciyee... :3 ) departemen ini bergerak dalam pengembangan sumber daya manusia, perekrutan, pemecatan, ospek, dan segala macamnya departemen ini yang megang, jadi yang merasa belum berkembang, bisa banget konsul di departemen ini. (kalo hubungan yang ngga berkembang-berkembang konsul kemana, mbak? :p)


Departement pendpro : Aisyah Adawiyyah,  departemen pendidikan dan profesi, dan dikepalai oleh geulis bogor ini bergerak di bidang kurikulum, serta perkembangan nantinya sampai jadi dokter, pendpro dulu merupakan salah satu cabang dari kastrat, karena itu dia mempunyai fungsi kastrat di dalamnya sebagai tempat berfikir dan mengkaji.


Departement dalam negeri : Sayyidah aulia, jangan salah, walaupun cewek yang panggilannya sasha ini entah kenapa hobi banget galau, tapi  semoga dia ngga galau untuk menjadi menteri di departemen ini, (kidding, sha) departement ini termasuk departemen yang harus selalu mesra sama dekanat, DM, dan juga mahasiswa.termasuk dengan kastrat, yup.. we are partner in crime,, #eh



Departemen luar negeri : Bagus Rifnaputra, yang berfikir, kenapa yang daritadi menterinya cewek semua, wajar.. di UJ agak gersang yang namanya cowok (‾˛‾٥) tapi bersyukurlah masih ada menteri cowok yang bertanggung jawab menjaga hubungan dengan fakultas lain, maklum, selama ini FK dianggap sekelompok mahasiswa elit yang ngga mau berbaur dan introvert, yah, semoga aja keberadaan bagus dan departemennya bisa menghilangkan anggapan ini.. semangat



Departemen Minat dan Bakat : Aldhi wimandra, pertama tama ijinkan saya ketawa sebentar (bhahhahahaha.. ini foto jaman kapan, di??) anggap aja alay bagian dari proses kedewasaan #pfftt.. intinya bagi yang ingin masuk departement yang have fun, departemen minbak tempatnya, disini mengurusi hal selain kajian, hubungan, pendidikan, dan hal menjemukan lainnya, alias segala hal yang merefreshkan itu berasal dari prokernya minbak


Departemen Kastrat : Oktaviana Sari Dewi, yup ini menteri sekaligus PHW kastrat paling lucu, imut, ramah dan baik hati di kabinet ini ˆʃƪ)  *dikeplak satu kabinet* intinya saya ini hanya korban saudara-saudara, bukan karena kerja saya bagus, tapi karena ngga ada yang mau.. hahahahhaa.. bercanda,, bercanda..intinya adalah departemen kajian strategis ini membahas segalanya kecuali pendidikan, dan profesi, dan ngga boleh ada campur tangan politik di dalamnya,. lebih merujuk kepada kesehatan bangsa. kalo mau tahu lebih lengkap, contact me aja yaa.. *kedap kedip*
untuk agenda kastrat yang lagi dekat sampai sekitar november adalah: sekolah kastrat, audiensi dinkes jember, audiensi dinkes jatim, dan Forum mahasiswa berbicara di Makassar, ewako.. makassar... jadi ada yang berminat?  :3

itu dia perkenalan dari kami, bagi pengurus baru selamat bergabung, dan selamat bekerja, dan bagi yang mau ikut join jadi pengurus, sabar sabar tunggu tahun depan ya, menunggu periode kepengurusan lainnya dengan menteri yang berbeda tentunya, kan tahun 2013 kita udah demisioner.. <3 

jingga atau luka

apa yang kau lukis itu? jingga?

lukisan ini belum selesai, dari waktu kita bertemu, hingga sekarang.
kau membawa kanvas besar sebagai awal pertemuan, dan akan kau bingkai, katanya..
barisan palet dan kuas kau tata apik, terkadang kau harus mengukur derajat, tepat. bahkan anginpun sempat kau sentak karena sempat bermain dengan bulu kuasmu.
kau bilang akan melukis, kau berbohong... kau sedang bercinta, dengan matamu kau menelanjangi liar kanvasmu, menemukan sudut yang tepat untuk memulai, menghayati proses intimmu dengan lukisanmu.
hitam, kuning, dan merah.. jingga, kau mengilhami setiap jengkalnya seperti akan mencipta mahakarya, walau tak semegah saat Tuhan mencipta semesta, aku tahu kau ingin membuatnya begitu sempurna. iya, mungkin kau memang sedang bercinta.


apa yang kau lukis itu? luka?

kau kini terlalu sering terdiam, melamun, dengan pandangan sayu. terlalu sering kau abaikan kanvasmu, jangankan untuk melakukan ritual khusyuk seperti saat kau pertama membelinya, bahkan untuk sekedar membuka kain putih dan menyisipkan salam pun tak pernah.
mungkin kau sudah tak bisa menggenapi warnanya, entah karena bau cat menusuk atau rasa yang sudah semakin busuk. kau menangis hening, lalu tertawa hambar, mungkin memang sudah gila karena lukisan yang tak kunjung selesai.

jingga atau luka? semua sama saja..
kini kanvas hanya onggokan sampah yang meringkuk rindu, mengharap cemas sentuhan pelukisnya diatas tumpukan debu.
kanvas tak berfigura, hanya ada torehan jingga, sebuah warna luka...


Saturday, 8 September 2012

kakek tua dan negerinya


dia bersepeda membelah jalan setapak, lentera sepedanya terlalu redup dibandingkan dengan pekatnya malam hari itu, tak pernah terbayangkan suatu hari dia akan sebebas ini, bernafas selepas ini..
di tengah lamunannya dia melihat tangannya yang semakin mengeriput, dia tahu dia semakin tua, semakin renta
di kebun itu dia berhenti, tatapan nanarnya berkeliling, sekalipun kantung matanya menebal, tapi tatapannya tetaplah setajam saat dia masih berusia belasan, menelanjangi setiap sisinya, menjamahi setiap   jejak yang dia khusyuki, seperti di saat dia ibadah.
ringkih... kakinya memang lemah, namun dapat dengan lincah bergerak di sela dedaunan. langkahnya terdiam, dia tahu benar dimana dia harus berhenti, mengambil nafas sejenak,. mencari suaranya yang hilang..

"negerimu sudah kotor kembali, jenderal"

kata-kata pertamanya, kepulan asap rokoknya membumbung, tebal, setebal apa yang ada difikirannya.

"tangan ini sudah lemah, jenderal, tak perlu lagi aku memegang senapan untuk negara ini, memegang cangkul pun aku sudah tidak sanggup"
"andai engkau menjadi aku, jenderal.. apa yang akan kau lakukan?"

tak ada suara balasan, jenderal hanya terdiam, bahkan cicak yang biasa berdecak hanya ikut menyimak,

"negerimu kembali kotor, jenderal"
"bukan kotor oleh darah para pejuang, bukan kotor karena lumpur, dan abu para pahlawan!"
"negeri kami kotor, jenderal! oleh darah rakyat kita, yang terbuang karena tak sanggup membiayai kesehatannya. oleh lumpur yang dilempar oleh pimpinannya. dan abu yang berserakan berasal dari rumah mereka!"

sang jenderal masih terdiam, dan malam hening terikat sunyi mendengar teriakan si kakek tua.

"negeri kami kembali kotor tuan!"
"bukan karena air mata doa yang dilafalkan memohon kebebasan, tapi air mata yang dielukan karena kelaparan"
"ini negeri kami, jenderal,, ini negara yang kita perjuangkan dulu, ini hasil dari tebusan darah kita, jenderal"
"negeri kami kembali kotor, oleh kemunafikan, oleh kemalasan, oleh kesombongan dan juga keegoisan!"
"ini negara yang engkau perjuangkan melalui nyawamu, jenderal. menangiskah engkau disana, jenderal?!"

kakek tua menangis, dia tahu dia telah kehilangan segalanya, kehilangan sahabatnya, keluarganya, bahkan yang kini bersama dengan jenderalnya yang tenang bersemayam di bawah sana, atau mungkin telah berpindah ke atas sana.. entah...
ditatapnya kembali tangan keriputnya, dengan mata sayu, dia berkata..

"tangan ini sudah renta, jenderal. tangan ini sudah renta..."
"dan negeri kami kembali kotor ya, Jenderal!"





Sunday, 2 September 2012

ost perahu kertas



Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku
Beratapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati
Kau sahabatku sendiri
Hidupkan lagi mimpi-mimpi
(cinta-cinta) cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya
Reff:
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada diantara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
Cintaku padamu…

dermaga tua

jangan paksa aku untuk berlayar, karena aku hanyalah dermaga tua. dermaga tua yang usang, rapuh lagi lapuk. tercipta di sandaran teluk tak berbentuk, terdiam dalam kemurungan dan hanya menunggu kapal yang selalu ingin bertualang.
dermaga ini sudah tua, habislah lamat waktunya menunggu tanpa mencari, di tengah serbuk sepi pasir dermaga berbisik, "wahai pasir, katakan kepada ombak, bawa kapal pulang, siapa tahu dia tersesat di tengah lautan". namun kapal berdiri menantang "aku tak ingin pulang, aku ingin bertualang". dermaga tahu dia sudah tua, usang, rapuh lagi lapuk, mana yang salah? dia yang harus menanti atau berlari untuk mencari?
dermaga ini sudah tua, dengan iba mercusuar melihat rayap-rayap yang dengan rakus menghabisi setiap, mili, senti, dan meter dari kayu-kayu dermaga, "wahai mercusuar, nyalakan cahayamu, bawa kapal pulang, siapa tahu dia tersesat di tengah lautan". namun kapal tetap menentang "aku tak ingin pulang, aku ingin bertualang". dermaga tahu dia sudah tua, usang, rapuh lagi lapuk, mana yang salah? dia yang harus menanti atau berlari untuk mencari?
dermaga sudah tua, dia sudah terlalu lelah untuk menunggu, kayu-kayu retak tenggelam, terkubur, dalam desah pasir yang menggerutu. dermaga kini terlalu rapuh untuk berdiri dia sudah menjadi puing dalam deru ombak yang saru terharu.
sekarang, kapal ingin pulang. namun hilang sudah sadarannya, lenyaplah labuhnya, jadi mana yang salah dari dermaga tua? dia yang selama ini menanti, atau terlalu lelah untuk mencari?


Thursday, 16 August 2012

16 agustus 2012

Manusia dewasa itu pembohong..
Itu kata dewi kecil, mereka sangat senang membohongi anak kecil, mereka dulu bilang permen itu rasanya pahit, tapi kenyataannya rasanya manis. Mereka dulu bilang kalau nakal nanti digigit kecoa, kenyataannya kecoa ngga pernah menggigit, bahkan tinggal diinjak mereka juga akan mati.
Manusia dewasa itu pembohong..
mbah nang juga pembohong, dulu beliau bilang,  beliau akan menemaniku sampai aku nikah.. tapi kenapa selepas smp beliau sudah pergi? kenapa mbah nang ngga bisa sabar sedikit lagi untuk melihatku lebih dewasa, ah.. mungkin beliau melupakan janjinya karena penyakit pikunnya dan jadi tidak sengaja melupakan janjinya padaku dulu, sudahlah dewi kecil mengerti.
Mungkin mbah uti juga sama dengan kebanyakan manusia dewasa, suka berbohong termasuk ke cucunya sendiri,
Beliau pernah bilang kalau ingin melihatku menjadi dokter, mengobati penyakit asam uratnya, tapi kenapa beliau berbohong? kenapa beliau sekarang ngga ada disini?
katanya setiap aku pulang kesini beliau akan membuatkan gulai mentok kesukaanku, tapi buktinya sekarang sepiring pun tak tersedia..
Manusia dewasa suka berbohong..
kenapa mereka berjanji hal yang sulit mereka tepati?
Syukurlah sekarang dewi kecil sudah tidak ada.. ngga ada dewi kecil yang merengek ke beliau saat dimarahi mama.. ngga ada dewi kecil yang bergelayut manja untuk dipijat.. ngga ada dewi kecil itu lagi sekarang, mbah uti bangga kan?
Maaf mbah, dewi belum bisa ngobatin asam uratnya mbah.. dewi selalu manja sama mbah.. dewi belum bisa bahagiain mbah.. dewi minta maaf.. dewi salah.
mbah.. sekalipun dewi kecil telah menghilang, rasa sayang dewi ngga akan hilang..
dewi percaya Allah sayang sama mbah uti lebih dari dewi sayang sama mbah.
Mbah.. selamat tinggal..
Dewi sayang mbah uti..

Tuesday, 14 August 2012

my life is my journey

terkadang dalam hidup kita perlu sendiri untuk merenungi atau untuk menyambut kehadiran orang lain dalam hidup kita, my life is my journey..

hidupku tentang perjalananku. bahkan dalam sebuah perjalanan singkat, kamu dapat menghela nafas sejenak untuk memastikan dan bersyukur karena masih dapat merasakan hembusan udara hangat dari rongga dada kita.

untukku jember dan bali masing masing sudah aku beri setengah dari jiwaku.. kalau aku pergi dari jember maka aku akan kehilangannya, begitu juga sebaliknya. karena itu entah kenapa rasanya beraatt banget untuk ninggalin jember ke bali ataupun ninggalin bali ke jember. sebenarnya perjalanan pulang kemarin sama sekali aku ngga rencanain, semulanya karena iseng mau coba naek kereta sendiri, naek bus sendiri.. intinya mau nyoba aja, ngga ada niat laen.. 

saat di dalam kereta sebenarnya ngga banyak yang bisa diceritain aku duduk sendiri dan tidur sepanjang jalan.. mungkin yang menjadikan aku antusias adalah saat di bus, karena penghuni bisnya hanya 8 orang yang indonesia, yang lain? entah dari negara antah berantah mana, intinya seharian ada disana berasa siapa yg turis? siapa yg warga negara asli? jujur sampai saat aku naek bus, aku banyak mengeluh dan khawatir 'bagaimana kalau stasiunnya kelewatan karena aku ketiduran' (--,) sampai 'kenapa bisnya bobrok sekali?'

tapi semua lenyap begitu aja saat aku lihat lautan.. semua keluhanku luntur, yang ada hanya perasaan tenang dan sedikit berfikir 'berapa perbandingan antara seluruh rasa syukur dengan keluhanku ?. apakah sesedikit buih di tengah lautanMu?! bukankah seharusnya hamba malu?' mungkin dari saat itulah perjalananku benar benar menyenangkan. bayangkan kamu mendengar adzan sambil memandang lautan, bersama warga negara asing yang terkagum kagum dengan Indonesia.. bangga? banget. bersyukur? harus. ngga salah aku pake jaket ismki dengan emblem merah putih di lengan kanan..

Tuhan itu baik.. mindset ku ngga pernah berubah dari dulu, Dia menasehatiku dengan caraNya sendiri, Dia mengasihiku Dengan caraNya sendiri, dan kemarin dia mengasihiku melalui 4 orang.. orang pertama adalah ibu-ibu dan orang kedua adalah anaknya. ibu itu bercerita banyak tentang perbaiki kualitas diri dan juga percakapan ttg gender dan lain lain. ibu itu mempunyai jiwa yang kuat, sikap.yang tegas dan mempunyai idealisme, perannya sebagai pemimpin koperasi menuntutnya untuk bekerja keras, namun satu yang aku kagumi. kerasnya pemikirannya ternyata tidak mencegahnya menjadi ibu yang baik untuk anaknya.. iya, anaknya.. yang ternyata menderita sindrom down. ibu itu masih menyimpan cinta, dipeluknya anaknya dari mulai kapal berangkat hingga tiba di gilimanuk.. dan untukku, dia tidak hanya mengajarkan cara mencari nafkah sampingan, cara menjadi pemimpin masyarakat, namun juga cara mencintai keluarganya secara bersamaan, idealisme seorang perempuan.

jujur, aku termasuk penakut, dan Tuhan tahu.. mungkin karena itu Dia.mengirimkan 2 orang untuk menjagaku, 2 cowok, tinggi, besar yang satu tatoan.. malah tambah nakutin ya? hhe.. tapi nggalah.. mereka ternyata teman perjalanan yang menyenangkan, kapan lagi jalan sendiri tapi serasa punya 2 bodyguard.. (hahahhaa upss) mungkin karena kami senasib.. kami sama sama naek kereta KAI dengan tujuan terminal ubung tapi malah  diturunin di terminal mengwi.. (* 。_。)/ | kena tipu| tapi thanks God, ada mereka yang ngerti harus kemana.. ada mereka yang ngomelin supir bis karena berangkatnya kelamaan dan ada mereka yang ngomel k supir angkot karena tarifnya kemahalan..

intinya perjalanan jember-bali kemarin menyenangkan, tapi kalo untuk nyoba kedua kalinya. uhmm no, thanks.. iya kalo seumpama perjalanannya ketemu sama orang orang seperti mereka, kalau ngga? mungkin memang benar kalo ada kata kata yang bilang.. perjalanan yang menyenangkan itu tergantung seberapa menyenangkannya orang yang menemanimu. sama seperti hidup, kalau ingin hidupmu menyenangkan carilah orang yang menyenangkan hidupmu..

see yaa.. next journey

Saturday, 11 August 2012

ketika kehadiranku merupakan hal yang membuatmu bahagia, maka dengan senang hati aku akan menjadi orang pertama yang akan selalu ada di sampingmu.
namun, ketika kehadiranku merupakan hal yang membuatmu terusik, maka dengan ikhlas aku akan menjadi orang pertama yang akan meniggalkanmu.
aku tak pernah akan meminta, apalagi memaksa.
karena seharusnya sesederhana itulah cinta.
dan hal sesederhana inilah yang bisa kulakukan

Saturday, 4 August 2012

benci romansa


mereka bilang aku penyair, hanya karena indah merangkai puisi
namun aku tak selembut itu, sayang.
aku hanyalah seorang pencaci yang pandai meludah dan memaki

mereka bilang aku penuh cinta, hanya karena senyum yang berlari ceria
namun aku tak segembira itu, sayang.
aku hanyalah seorang yang terlalu lelah untuk mencari air mataku sendiri.

aku disini, sayang. bila kau benar-benar mencariku
aku menunggumu, menanti kehancuranmu
jangan bicara tentang hati kali ini
aku sudah tak mempunyai benda itu lagi
entah karena kau lupa menaruhnya dimana
atau kau sudah merobek dan melarungkannya dalam 7 samudra.

pergilah sayang,
disini aku masih menunggumu,
menunggu suatu retakan yang berakhir dengan patahan
masih ingin melihatmu menari dalam api, berdansa dan terbakar sempurna
sehingga mungkin aku dapat menyimpan abumu, dalam toples kecil hiasku
dan kuciumi setiap malam

cepatlah runtuh, sayang
aku sudah bosan dengan kutukan
lihat dirimu dan segeralah karam
karena tak mungkin akulah yang menghujam

selamat tinggal, sayang
aku membencimu dalam bingkai kaca cinta
dan menyebutnya sebagai kisah romansa sempurna

Thursday, 26 July 2012

emas, garam, dan kerupuk (?!)



setelah sekian banyak postingan isinya menggalau terus, finally mari ber-sharing ria.. hohoho.. dan jujur kayaknya untuk post kali ini bahasannya agak sensitif, uhmm~ tapi ambil sisi sebagai diskusi aja ya, jangan mikir yang aneh-aneh.. kay? kay??

aku sempat liat di homepage faceb*ok yang isinya seperti ini, perbedaan pria dan wanita saat mereka berzina adalah, pria diandaikan seperti emas yang terjatuh ke dalam kotoran, sedangkan wanita seperti kerupuk yang terjatuh dalam kotoran, begitu katanya.. walaupun sama-sama terjatuh dalam kotoran, akan tetapi orang akan lebih memilih emas daripada kerupuk, begitu tambahannya.. hmmm~ ngga ada yang nyalahin pendapat satu ini, aku setuju wanita yang baik adalah wanita yang bisa menjaga harga dirinya dengan baik, tapi yang sedikit bikin agak 'nggiinggg' perbandingannya kok emas sama kerupuk ya? kerupuk?! for seriously?

aku ngga ingin untuk menyudutkan, menyalahkan, atau merendahkan pendapat orang lain, apalagi masalah prinsip, aku ngga akan sama sekali mau mengutak-atik, tapi yang sedikit mengganjal-ganjil disini adalah sejak kapan manusia berhak untuk mengklasifikasikan manusia yang ini golongan emas, yang ini golongan kerupuk. izinkan saya tertawa sebentar...hahahhaa.. kerupuk...
bayangin bareng-bareng yuk, seandainya kamu tersesat di padang pasir yang luaaasssss.. dan tidak ada oase, tidak ada sumber air, tidak ada makanan secuilpun, sedangkan kamu kelaparan luar biasa sekarat dan yang ada di sekitarmu hanya passiirr, pasiiiirrr dan passssirrrrrr, tiba-tiba ada satu orang musafir lewat, menawarkanmu, "hai pengelana, kau kelihatan kelaparan, aku hanya membawa sedikit bekal makanan, tetapi mempunyai banyak emas di belakang sana, mana yang akan kau pilih? kerupuk dari sebagian bekalku, atau sebongkah emas?" ya walaupun agak absurd juga, sih.. musafir mana yang bawa kerupuk sebagai bekal, yah namanya juga berandai-andai. jadi mana yang akan kau pilih? yakin masih memilih emas di tengah kelaparanmu? atau mungkin kau memilih kotoran untuk menjaga harga dirimu? mari sama-sama membuktikannya.

aku akan sedikit bercerita di sini, pernah ada suatu zaman dimana garam harganya lebih mahal daripada emas, (ok, garam sama kerupuk memang beda, tapi ambil inti ceritanya aja, ya) karena saat zaman itu, emas lebih mudah ditemukan daripada garam, mereka menggunakan emas, sebagai alat tukar perdagangan, menggunakannya sebagai satuan uang resmi, dalam bentuk koin, batangan, bahkan bongkahan. sedangkan garam, mereka sangat sulit untuk membuatnya, kesulitan menyimpannya tanpa menjadi lembab, akhirnya mencair, susah membawanya tanpa kehilangan satu gram pun, dan itu yang membuat garam menjadi lebih mahal dari emas.
bahkan, suku Toauareg yang dikenal sebagai blue man of sahara. mereka rela menempuh ribuan mil dan bahaya yang ada di gurun sahara untuk satu hal yang katanya lebih berharga dari emas ini, yaitu garam. bahkan mungkin bisa di cek di g*ogle beberapa fakta tentang garam bahwa bahkan pada tahun 1800-an, garam masih digunakan sebagai mata uang di abyssina (buat yang ngga tau, abyssina itu sebutannya sekarang ethiopia, letaknya di benua afrika, ibukota negaranya namanya addis ababa, itu merupakan wilayah yang bahkan pada tahun 1200-an mendekati 1300 sempat dikuasai oleh solomon, yang umat muslim kenal sebagai nabi sulaiman, c'mon.. masih ngga tahu juga? monggo nanya mbah google aja) . ada juga cerita lain yaitu pada abad pertengahan bahkan garam dikatakan sebagai emas putih, dan di jerman sendiri masih terdapat trotoar yang dipakai sebagai jalur transportasi garam antara pantai baltik hingga kota kedalaman di luneberg.

tapi, untuk zaman sekarang, butuh berapa rombong garam yang diperlukan untuk membeli sekilo emas?  ok, balik lagi ke kerupuk, inti dari ceritaku tadi adalah jangan pernah mengejudge sesuatu itu hanya dari covernya aja, sebagai contoh lagi, bagi kalian disini kerupuk itu ya... cuma kerupuk, di pasar pasti dapet murah kan, beli yang grosiran aja sekalian, tapi buat yang terkena bencana di sana? it more precious than anything, padahal buat kita, beli di warung sebelah aja ada, ya bagi yang di sebelah rumahnya bukan warung ya, urusan kalian, beli di warung sebelah kosan temen kan juga bisa.

buat aku pribadi tidak ada satupun benda yang tidak berharga di dunia ini, sekalipun itu krupuk, atau kotoran. semua pasti ada gunanya entah untuk siapa, entah untuk apa. apalagi penilaian dan judgement terhadap manusia yang dilakukan secara insting, apalagi yang cuma asal denger, dan menyimpulkan seenaknya, jujur aku capek melihat manusia yang selalu merasa dirinya lebih baik dari orang lain, atau mungkin malah merasa merekalah yang terbaik? karena menurutku seburuk-buruknya manusia, akan ada satu titik keadaan dimana justru dialah yang lebih baik daripada manusia lainnya. berhenti untuk memberi perbandingan siapa yang lebih baik, dan siapa yang lebih buruk. karena satu-satunya Yang mengetahui dan dapat menaksir 'harga' dari seseorang itu cuma satu, Yang Maha Sempurna, Allah SWT. jangan terlalu gampang untuk menilai seseorang sebelum kamu merasakan sendiri bagaimana berada di posisi mereka.

uhhmm~ ini bukan kultum ramadhan loo ya.. sekali lagi sih ini postingan ngga ingin menyerang siapapun, ngga ingin menyanggah, atau malah menentang apa lagi, ini cuma pikiran yang bergemulak (bergemulak?!) di otak dan menyeruak melalui ketikan (halah?!) ya pokoknya, aku ngga maksain siapapun untuk setuju sama pendapatku satu ini, so buat yang ngerasa ngga suka, santai aja,dan bisa banget komen disini kalo mau, kan tujuan awal postingan ini buat didiskusiin bareng-bareng, tidak ada tujuan untuk mendoktrin sama sekali, kan kita tetep pegang prinsip ya.. bhinneka tunggal ika :p

Wednesday, 25 July 2012

mari bertaruh, tuan



hei, tuan..
sepat sudah lidah ini untuk bertutur manis, seperti permen karet yang lamat menghambar, maka seluruh perkataan ini telah pudar.


hei, tuan..
tidakkah cukup seluruh aksara yang aku tuliskan,atau masih terasa ganjilkah semua hal yang aku lakukan. bahkan air mataku sudah bisa meluapkan neraka, ya, tuan. dan masih saja kau berusaha masukkan kembali bara-bara.


maka mari kita bertaruh, tuan.
luka siapa yang paling dalam.
taruh lukamu ya tuan, dan mari sama-sama lihat borokku
karena saya pasti memenangkannya.


mari kita bertaruh, tuan.
cinta siapa yang mengalah,
dan cinta siapa yang mengikat, menarik, menindih serta menghampar.
sekali lagi, saya pasti memenangkannya

dan untuk terakhir kalinya,


mari kita bertaruh, ya tuan.
jalaran cemas telah saya kemas,
dan lihatlah siapa yang bisa terlebih dahulu lepas landas
dan anda hebat, ya tuan.
kali ini, andalah pemenangnya

Monday, 23 July 2012

ugly is


percakapan teh


‘sudah selesai, bik?’

‘woi nyet, numpang aja, nggak ada niat bantu ha?’

Kuacak rambutnya, persis seperti taman yang baru saja harus aku bereskan. siapa suruh dia duduk diam disini sedangkan aku harus membersihkan taman sendirian karena bibik sedang pulang kampung meninggalkan taman dengan entah apa kusebut saja itu hutan rimba.

‘hahahaha, sudahlah duduk sini, lama tidak berbicara berdua kan?’

‘teh? manisnya sahabatku ini, untukku?’

‘mana mungkin,teh itu untukku’

‘ha-ha.. jadi sekarang sudah berani mengobrak-abrik dapurku’

‘kau bilang itu dapur? Aku kira gudang, saking ngga ada barang yang bisa disebut makanan’

Entah aku sebut dia sahabat atau jin penunggu rumah, keberadaannya di rumah ini melebihi penunggu rumah itu sendiri, bahkan dia lebih mengetahui posisi benda-benda di rumah ini daripada aku, pernah suatu hari dia masuk ke rumahku dengan buru-buru dan mengambil palu yang asal-muasalnya entah darimana, saat aku tanya benda itu dapat darimana, dia dengan santai bilang itu dari gudang sambil ngeloyor pergi, tapi yang paling membuat aku kaget bukan karena dia yang keluar masuk tanpa izin, tetapi kenapa dia bahkan tahu barang apa saja yang ada di gudangku??!! Sejak saat itu aku mulai mengunci kamar tidurku, dengan double secure system, takut-takut kalau seandainya dia sudah punya kunci cadangannya.

‘menurutmu apa itu cinta?’

‘ciyyeee…si monyet ngomongin cinta, lagi cinta monyet, nyet??’

‘seriusan ini bik’

Kali ini rambutku yang diacaknya.

Kuseruput sedikit tehku, walaupun itu teh buatannya dan diklaim miliknya. namun karena cangkir, kantung teh dan air panasnya milikku, jadi secara de yuro aku masih tetap mengklaim secangkir teh itu milikku.

‘cinta….’

Kuhela sedikit nafasku, mungkin memejamkan mata akan membuat ini lebih puitis, entahlah…

 ‘cinta itu seperti sebuah puzzle, dengan banyak kepingan di setiap bagiannya. setiap perasaan cinta kita ke seseorang diumpamakan seperti sebuah kepingan, dan bila kekurangan satu saja kepingan, maka hidup kita akan seperti tidak sempurna, mengganjal, kosong. Entah kau sebut itu apa’

Kali ini aku menarik nafas lebih panjang, kata-kata yang sudah terlalu lama terendap, hingga aku harus menggali jauh ke dalam untuk mencerna kalimat yang sudah berkarat di otakku.

‘cinta kepada Tuhan, cinta kepada ayah, ibu, saudara, teman, dan seorang asing, yang kita sering menyebutnya sebagai jodoh, yang entah kenapa masih terdengar absurd untukku. dan terkadang ketika kita merasa menemukan kepingan terakhir, namun ternyata pada akhirnya dia datang secara tiba-tiba seperti anak kecil lalu mengobrak-abrik semuanya, melemparkan kepingannya jauh… terlalu jauh untuk dijangkau, dan lalu dia pergi, bersama dengan pelengkap cinta itu sendiri. pada akhirnya, kita kembali kosong, kembali lemah, entah harus mencari kepingan yang hilang dan membiarkan puzzle yang telah berantakan, atau membereskan kembali kepingan-kepingan kecil itu dan menunggu seseorang untuk melengkapinya lagi, dan begitu seterusnya’

Kali ini aku menoleh ke arahnya, menatap serius wajah yang dari tadi terheran-heran mendengarkanku.

‘dan sekarang, aku sudah lelah untuk menyusun puzzle itu lagi’

Kuminum teh yang menganggur itu lagi, meminumnya seolah itu bir atau sejenisnya, seandainya kafein bisa membuat mabuk, mungkin kali ini aku ingin mabuk dengan tenggelam di lautan kafein  dan meninggalkannya dengan duniaku sendiri, bersama dengan tehku, dan lamunanku, yang entah apa yang aku lamunkan, sudahlah..

‘dasar pesimis’

‘dasar sinis, tadi kau meminta pendapatku. teh lagi??’

‘kamu sudah menghabiskan tehku sih, jadi aku buat lagi, dan kali ini aku buatkan untukmu juga, mana terima kasihmu?’

‘kalau menurutku cinta itu seni’

Kali ini dia yang mulai terkungkung di dunianya, dan dunia tehnya… semoga dia tidak mabuk…

‘sama seperti lukisan abstrak, ada yang bilang bahwa lukisan abstrak itu sangat indah, tapi ada juga yang mencemooh lukisan abstrak itu seperti lukisan anak TK, tak ada yang benar-benar bisa dibanggakan, tapi bagaimanapun itu tetap seni, tak ada yang memaksa untuk melihatnya sebagai keindahan, dan seburuk apapun, akan selalu ada seseorang yang merasa itu tetap luar biasa.’

Ternyata dia sudah mabuk…

‘sama seperti cinta, terkadang ada yang saling membenci, cemburu, menjahati satu sama lain semua karena cinta, ada yang menangis, ada yang memilih mengakhiri nyawa semua karena cinta, namun di sisi lain akan ada yang tertawa, akan selalu ada yang berdebar, tersenyum, menyusun angan angan, itu semua karena cinta, tak ada yang bilang semua akan selalu indah, tapi tidak semua sisinya pahit’

‘terlalu romantis’

‘kamu yang terlalu pesimis’

‘aku realistis, kamu yang terlalu romantis’

‘aku optimis, bukan romantis, kamu yang pesimis’

‘realistis!’

‘optimis!’

‘ah.. sudahlah.. mari angkat gelas, dan bersulang untuk si pesimis ini’

‘jadi kau mengakuinya, manusia pesimis? Baiklah… mari bersulang juga untuk si romantis yang ada di hadapanmu ini’

Kita tertawa, sambil mengadu cangkir teh kita yang bahkan hampir kosong, iya, tawa untuk percakapan teh yang paling menyenangkan yang pernah kita lalui.

Ah, Seandainya aku bisa mabuk…

Friday, 20 July 2012

pernah membayangkan sebuah kripik dibungkus dengan apik, dalam kotak kaca dan disampirkan dengan pita-pita emas, berlebihan bukan? untukku seperti itulah dunia, tak lebih seperti remah humor murahan, yang dikemas terlalu dramatis.
kau tak pernah bisa terlalu serius untuk menikmatinya, ketika seseorang bermain dengan takdirnya, maka tak pernah ada yang tahu bahwa ada yang sedang tertawa di belakang sana.
sungguh lucu ketika dua orang yang saling menuduh, padahal tanpa sadar telah dipermainkan oleh skenarionya sendiri,
sungguh bodoh ketika seseorang terlalu mempercayai orang lain, padahal kenyataannya tak pernah ada yang benar-benar bisa dipercaya. sarkastik? itulah kenyataannya.
senyuman manis terkadang menyimpan kepahitannya sendiri,
hadiah di tengah malam terkadang karena pagi hari terlalu terang untuk menyimpan rahasianya
teruslah menangis di atas kelapukan senyummu.
teruslah berdoa dengan sisa kerapuhanmu.
tetaplah terus bermain, dan untuk kali ini, aku yang akan tertawa.
rasa memiliki itu seperti sel. semula satu dan kemudian terpecah jadi seribu satu
-kpbj, dee lestari-

Wednesday, 18 July 2012

girls night out










Tuesday, 10 July 2012

aku tahu

aku tahu dia itu kamu

saat kita pertama kali bertemu, menyambutku tanpa terbesit sedikitpun akan seberapa dekat kita berdua, tanpa menyebut nama, tanpa berjabat tangan, tanpa saling memandang terlalu lama, namun aku tahu... dan itu cukup... saat itu.

aku tahu dia itu kamu

saat kita memulai berbincang tanpa arah, berdebat kecil, mencoba memalingkan muka, namun tak dapat menahan untuk tertawa kecil karena sifat kekanakkan kita, mengucap kata maaf seketika.. kamu... sederhana? bukankah itu yang seharusnya?

aku tahu dia itu kamu

saat semua orang bertanya seperti apa dia yang aku harapkan, seperti apa dia yang menjadi masa depan, seperti apa dia yang nanti aku cinta, haruskah aku menjawab itu kamu, sejujurnya.. aku masih ragu

tapi, aku selalu tahu dia itu kamu

ketika aku bersandar di bahumu, aku tahu kau ada. ketika kau terlalu jauh untuk ada, kau masih membuatku percaya. dan ketika semua hal yang membuatku percaya telah hilang, aku akan menoleh ke sampingku, dan masih terus berkata... aku mencintaimu.

dan bila seseorang bertanya siapa dia yang akan selalu bersamamu
mungkinkah kau akan tahu dia itu adalah aku?




Wednesday, 4 July 2012

curhat malam hari

yap di jam 2 malem masih kebangun, ngadep laptop memang mungkin asiknya curcol-curcol ceria,, even not cheerful at all, ya nikmati aja, seperti postingan curhat sebelumnya, kalo ngga berminat ya ngga usah dibaca, gampang kan?
mungkin beberapa orang sadar kebanyakan sadar, kalo beberapa prosa, puisi, atau yang lain banyak kalimat yang mengandung unsur kata 'capek', 'lelah', 'bosan', iya.. gue capek, lelah, bosen, bukan bosen idup yang jelas, my life is so amazing,. kalo gitu bosen apa ya? lebih kaya' bosen harus selalu bersinggungan sama orang lain, ngga berarti gue an-sos loh ya.. cuma.. gue capek aja sama orang yang selalu misunderstand sama sikap gue, cara gue ngomong, intinya gue capek

ada orang yang emang gue anggep sohib, saudara, tapi secara ngga sadar gue nyakitin orang yang suka sama sahabat gue, karena gue yang terlalu deketlah, terlalu dianggep genitlah, or whatev you judged me. ok, fine, gue menghindar. tapi masih aja dianggep ngegodain lah, ngedeketin lah, rasanya kayak mau teriak 'damn it, gue udah menghindar buat jaga perasaan elo, tapi elo bisa-bisanya nganggep gue kayak bitch yang ngegodain cowok-cowok, gitu?, sorry you've got bussiness with wrong person!!' itu baru kasus pertama
atau merelakan seseorang pergi yang mungkin aja dia bakal dapet seseorang yang lebih baik, sekalipun aku sayang, tapi mungkin selalu aja cara penyampaianku yang salah. 
belum orang yang emang harus aku jutekkin lainnya untuk menjaga jarak, sekali lagi bukannya aku an-sos or something like that laahh, i've just got higher barrier for myself. aku ngelakuin itu untuk jaga perasaannya orang itu, dan perasaan gue. gue ngga mau making fun with others feeling, gue ngga setega itu, gue ngga sejahat itu.
aku capek karena selalu jaga perasaan orang, padahal toh orang itu ngga tahu dalam perasaanku kan? i'm tired being misunderstood all this time. seolah-olah perasaan mereka, kepentingan mereka yang harus aku jaga baik baik. tapi perasaan gue gimana? karena gue selalu kelihatan kuat? baik-baik aja? keliatan ceria dan santai walaupun besok kiamat? makanya mungkin yang dipikir adalah "it's ok, she's doing fine with everything. just hurt her, because she will forgive you tomorrow" yup. lupain aja gue punya hati,tenang aja gue masih punya banyak stok topeng cadangan, thanks!
gue jutek cuman buat satu hal, ngelindungin diri sama perasaan gue juga perasaan orang lain, salah?
gue baik ke temen gue karena pada dasarnya aku bukan orang yang pinter buat gaul dan deket sama orang makanya gue mau paling enggak punya satu temen tapi bisa diandalkan, salah juga?
judge aja terus, anggep gue rese', sombong, rebel, genit, penggoda, kasar, jutek, apatis, cuek. atau apapun...
hebat.. mungkin anda memang lebih mengerti tentang saya!!!


Wednesday, 20 June 2012

hug

romantic


friendship


boy and girl


even animal


too much happiness

sweet


love

hug is the simplest thing you can give to someone you love,, hug you all <3

kamu jangan bertanya tentang darimana aku mendapatkan semua ide cerita ini, kecuali kamu ingin aku meneriakkan namamu dengan jelas

pedagang

di pinggir gang yang sama dengan dinding yang sedikit menghimpit,

'makan apa, mbak?'
'seperti biasanya aja ya'

para pedagang itu melayani pelanggan dengan apik, mereka tersenyum dan menawarkan menu kepada setiap manusia yang datang, ya, tempat ini merupakan tempat favoritku, setelah beberapa tempat yang juga aku nobatkan mempunyai kuliner yang menyenangkan. 

bersandar di dinding ini mungkin bukanlah ide yang bagus, tempat ini tak terlalu bersih untuk menjadi tempat bersantai, namun menikmati kesederhanaannya, bukankah itu ide yang bagus? memencarkan pandangan di sekitar tempat ini, melihat orang-orang hilir mudik dengan segala keanekaragamannya. pakaian dinas, ibu rumah tangga, anak sekolahan, semuanya lalu lalang seolah terlalu sibuk dengan hidup mereka masing-masing, tanpa peduli bahwa diantara kesibukanmu dan hidupmu terdapat seorang penonton setia, seorang yang asing namun terkadang mereka mengerti dirimu lebih baik dari siapapun.

tempat ini mungkin tak berubah, dan tak akan pernah berubah, namun manusia selalu berubah, pikiran maupun perasaan. dan dia yang asing, para pedagang yang menawarkan menunya, mereka yang melihat segala perubahan dalam hidup kita. seseorang yang pernah dibawa kekasihnya kesana, lalu membawa yang lainnya ke tempat yang sama. pasangan kekasih yang setia, dan berakhir dengan kesendirian. atau pasangan yang sedang dimabuk cinta lalu esoknya mereka membawa buah hatinya, atau seorang ibu yang membawa anak kecilnya, suatu saat membawa cucu kecilnya. 
drama nyata manusia merupakan drama paling mengesankan yang dapat disaksikan, perubahan-perubahan kecil dari pikiran, perasaan serta perbuatan, merekalah penonton yang setia. namun tak pernah mencoba menginterupsi jalannya cerita, dalam senyuman, mereka menyimpan rahasia setiap orang, para pelanggannya.

'waahh.. yang biasanya sama mbak dimana? kok ngga pernah kelihatan berdua'

aku tersenyum, iya, perubahan juga terjadi padaku, melihat kursi yang kosong di sebelahku, menyadarkanku tentang kamu yang tak ada lagi disampingku, iya, kursi itu membuktikan perubahan tentang kita, dan mereka masih menjadi penonton setia hidupku yang kali ini tanpa ada peranmu.

'semuanya bisa berubah'

sayangnya, tempat ini masih sama.


Friday, 15 June 2012


hargailah siapapun dia yang mau memberikan waktunya untukmu, karena berarti dia mau memberikan sebagian hidupnya untukmu. karena waktu bukan barang bisa ditukar, dibeli, apalagi dikembalikan.
dikutip dari kata-kata dr. christoper, saat LKMMwil di Bali, dengan aku yang bengong di belakang, ingin segera mengatakan terima kasih dan lupa kalau 4 hari lagi ada ujian blok

Wednesday, 13 June 2012

are we friend? no we are (more than) family

we are family

kata-kata itu, bener banget, ngga kerasa udah setengah periode dari ismki wilayah 4 ini berjalan, mungkin ada yang bilang dan nanya kenapa sih mau jadi pengurus ISMKI nambah-nambah kerjaan aja, iya, anggep aja kami sekumpulan manusia kurang kerjaan yang berusaha hidup di dua dunia yaitu organisatoris dan akademisi, atau manusia-manusia gila yang mau ngeluarin duitnya sendiri, hilir mudik dari satu kota ke kota lain, satu pulau ke pulau lain, cuma untuk ketemu satu sama lain dan bener-bener mencari arti kebersamaan itu, kami manusia-manusia yang berbeda latar belakang, perilaku, institusi, tapi tetep cuma punya satu visi, yaitu berguna bagi bangsa kami, dan kami adalah ISMKI, kita adalah ISMKI.

aku ngga malu untuk bilang aku salah satu bagian dari manusia-manusia kurang kerjaan ini, jadi bagian yang aku bisa bilang kamu berkumpul disini bukan sebagai rekan kerja, bukan sebagai teman, juga bukan sebagai keluarga, kami... lebih dari itu! mungkin kalau di flashback setengah tahun-an yang lalu dimana baru dibuka oprec phw aku ngga daftar, dan lalu datanglah kesempatan kedua, yaitu penawaran untuk jadi phw, seandainya ya... seandainya aku ngga ambil kesempatan itu, mungkin itu merupakan hal yang paling aku sesali di hidupku.

dimana lagi kamu bisa bertemu dengan manusia-manusia yang punya pola pikir yang luar biasa, pengetahuan umum yang bikin geregetan pengen balik ke rumah terus baca koran dari tahun '45 sampe tahun sekarang, sekumpulan orang yang matanya bener-bener terbuka dan mau bergerak untuk perubahan, manusia yang bertujuan satu yaitu menjadi dokter untuk bangsa, bukan dokter untuk uang, bukan dokter untuk kepentingan pribadi, politik dan lain-lain. melainkan untuk bangsa.

tapi di saat bersamaan kamu ketemu sama orang-orang yang ramah, lucu, gokil, ngga punya rasa jaim sedikitpun, dimana orang yang baru 2 kali ketemu, tapi sekalinya ketemu bisa nari heavy rotation bareng-bareng (ngga ngerti itu kelebihan atau apa -____-") orang-orang yang bisa bikin kita ketawa lepas, tapi merenung di saat bersamaan. ngga peduli asal institusi, nilai IPK, asal daerah, kami berkumpul dengan mencopot jas almamater kami, bangga sih pake jas almamater, tapi lebih bangga lagi ketika ada 1 jas yang menyatukan semua almamater.

tapi waktu makin lama makin berlalu, kepengurusan periode ini bakal selesai di muswil nanti, ketika semuanya sudah selesai, bakal ada yang fokus di skripsi, jadi ko-ass, fokus di institusi, di nasional, kesebar entah kemana, kebersamaan di pengurus ISMKIwil 4 ini bisa tinggal dihitung pake jari, berapa kali lagi bakal ketemu, mungkin di muswil bakal jadi kali terakhir semuanya ngumpul jadi satu, atau bahkan mungkin ngga semuanya, karena jarak yang pisahin manusia-manusia ini terlalu jauh, manusia yang frekuensi bertemunya bisa dihitung pake jempol, manusia yang cuma bisa mainin emot di skype, manusia-manusia yang terlalu luar biasa untuk dideskripsikan satu-satu.. dan seandainya kita suatu saat berpisah dengan urusan masing masing, ingatlah kita ini keluarga, bahkan lebih dari itu, dan saat aku mungkin mengisi formulir biodata oprec pengurus ISMKI lagi entah itu nas, atau wil. untuk bagian pertanyaan 'sebutkan alasan kamu ingin menjadi pengurus' aku ngga akan jawab pertanyaan itu dengan pernyataan basi seperti ingin belajar berorganisasi atau yang lain, yang mungkin jadi salah satu alasan terkuatku adalah aku ingin menjadi bagian dari keluarga ismki (lagi) :')

are we friend? no we are family (but i think we are a family)

Wednesday, 6 June 2012


mendapati tentang kita

mungkin aku terlalu lama pergi hingga kota ini terlalu asing untuk aku kenali, tapi sejak kapan seminggu menjadi waktu yang cukup lama untuk tak mengenali tempat tinggalmu sendiri, tempat dimana kau belajar banyak di tempat ini, dan kota dimana akhirnya bertemu dengan kamu. langkahku tak pernah seberat ini, sebulan yang lalu aku aku masih bisa menapak ringan, bahkan berlari menyusuri ruko-ruko dipinggir jalan, namun desahan nafasku terlalu kuat hingga terlalu sulit untuk bergerak.

bertemu denganmu merupakan sebuah keberuntungan, namun lebih dari itu, sebuah keajaiban. seharusnya waktu itu aku mendokumentasikan bagaimana cara kita bertemu, disini, tempat makan kesukaanmu, dan aku mendapati tentang kita bertemu, menyapa, dan belum terikat.

aku tak pernah tahu artimu lebih dari sekedar seseorang yang baru aku kenal, artimu semakin mendalam dan dan dirimu seperti menjadi semakin pekat. lagu-lagu cinta yang tak pernah aku bisa mengerti, hanya kehadiranmu yang membuatnya menjadi bahasa yang mudah ditoleransi, mudah dihayati. aku selalu mendapati tentang kita di setiap playlistku, selalu tentang kita.

keajaiban itu datang, secara tiba-tiba, mendadak. aku mendapatimu dengan setangkai mawar di depan pintu, seperti sebuah paket yang salah alamat, Tuhan memberiku kejutan. kau datang dan menyatakan cinta, bila aku petasan mungkin aku sudah meledak-ledak, terpecah menjadi confetti kecil yang berserakan. mawar yang aku harap tak pernah layu, dan mendapati tentang kita di tengah keharumannya.

namun bunga tetaplah bunga, dan hati tetaplah hati. yang terkadang bila tak benar-benar kau rawat, dia bisa layu bahkan mati, dan aku mendapatimu seperti mati rasa, lumpuh. berbicara sekedarnya, kata sayang yang semakin jarang aku dengar. semakin kita menjelajahi kota semakin aku tahu kita sudah menghabiskan waktu untuk sekian lama, dan kini kita seperti kota ini, terlalu asing untukku, terlalu hambar, dan terlalu berat untuk dijalani. kita, mungkin saat kita bertemu lagi kita takkan mendapatkan hal tentang kita, yang ada hanya tentangmu, tentangku, tanpa kita.


lilin

lilin yang kau bawa bukanlah lilin yang indah
putih, sederhana. namun kau menempatkannya di tengah ruangan
di pusat, seperti mencari perhatian seluruh orang yang melewatinya
lilin yang kau nyalakan 
dialah yang sederhana, ada untuk menemanimu
saat sepi mulai datang merayapimu
saat kesendirian lebih mendominasi,
iya, dia selalu ada
dia yang cukup kau pandangi
dia yang cukup kau ada
hanya ingin kau ada
yang tak kau sadari dia tetaplah lilin
yang hanyalah cahaya yang kau cari
karena kau terlalu takut kehilangan bayanganmu
bayangan yang selalu mengikutimu
mencari jejakmu
yang ada dalam setiap keberadaanmu
kau tak sadar bahwa lilin tetaplah lilin
seterang apapun cahayanya
yang dia lakukan adalah membakar dirinya
menghabisi jiwanya hingga yang tersisa hanya lelehan-lelehan
dan yang tak pernah kau tahu
akulah lilinmu
dialah bayanganmu
dan saat terang datang
hanya lelehan lilin ini yang dengan iri melihatmu
melekat rekat dengan bayanganmu



Wednesday, 23 May 2012

magnet


"Kita ini satu bagai magnet. Satu, sama, namun berbeda haluan. Kamu utara, aku selatan, dan kita bisa saja menarik semua besi-besi dan serpihan logam, tapi tetap, aku utara dan kamu selatan. Dua kutub yang berbeda. Mungkin kalau kita terpecah, kita bisa bergabung, menyatu dan berhadapan. Tapi kita tetap, aku utara dan kamu selatan.”
“Bukan,” dipikiranku berbisik menggelitik: “Kutub utara dan selatan itu adalah kau dan ego-mu. Dan aku hanyalah besi rongsokan yang selalu tertarik dengan gaya dan medanmu. Kau adalah magnet, yang selalu menarikku untuk pulang ke rumah."

Monday, 21 May 2012

dan aku rindu

bau kopimu menyeruak lekat di seluruh ruangan,
koran yang terletak rapi di tengah meja, depan sofa kesayanganmu,
tepat disana kau memulai segala aktivitasmu
menghirup seluruh udara dan melepaskannya lagi sebagai kepenatan
dan aku memperhatikanmu dari sini, dari sudut kecil disini
melihatmu bermesraan dengan waktu yang jarang bisa kau jamah
aku merindukanmu
bahkan dalam jarak sedekat ini, denganmu di depanku, aku sudah merindukanmu
aku merindukan memanggil namamu dengan salah
dan kau kesal karenanya
aku merindukanmu, kamu yang tidak pernah mengerti pada ceritaku
entah karena diriku yang bercerita terlalu panjang
atau kau yang tidak pernah fokus karena berfikir hal terlalu banyak
aku merindukanmu dalam jarak sedekat ini
perlahan kau meneguk kecil kopimu,
sepi
hanya gemerisik kecil saat kau melipat koranmu
kau memandangku, sepintas...
hanya suara decit pintu menutup..
kau pergi
dan aku rindu...

bau kopi yang menemaniku


haruskah aku menunggu kamu tuli dulu supaya bisa bilang aku sayang kamu?


Sunday, 20 May 2012


Friday, 18 May 2012

lil' thing about me


i love nature, going somewhere to the beach, hill, just to feel the air, and running to left all of my problem, forgetting all past behind, just walk, and enjoy everything



music is part of my life, i can dying without it, sometime it can be fast but sometime it suddenly turning so slow just like our life doesn't it, sometime song can be so pathetic, but sometime it can bring us the happiness   


i love book, i can going to book store more often than when i have to shopping the clothes, book can bring you everywhere, give you everything, for seriously i can wasting a whole day just for reading my book, hey, i'm a nerd in style.


short wedding dress... uhhmmm~~ i want to wear those thing one day, garden party with all of my family and close friends, not big reception which is wasting our money, i'm grew up in cute way <3


i want to finding love, the one who love us and the one who i can really in love with... love...love and love... i don't need a prince, i'm not a princess neither... i don't need a perfect guy, i don't need the best one... i just need someone who can make me better and better, and loving each other perfectly in the best way


i love sky, i love moon, i love everything upside there, it so amazing just staring all day and all night, waiting the sunset, look on the limitless sky, see the color change, for god sake.. that is so romantic

so that is the lil' thing about me, how about you <3