About me

Feeds RSS
Feeds RSS

Friday, 19 October 2012

Langit yang sama

"Masih bertahan dengan keadaan??"
Aku terdiam, sedikit menepi ke jendela.. Menghela nafas dan berfikir..
Syukurlah kita masih berada di langit yang sama,
Setidaknya aku tak perlu menunggu waktu untuk tahu kau sudah terlelap saat aku baru menyambut hari..
Syukurlah masih di langit yang sama..
Kuteguk sedikit air putihku, tidak berwarna, dan hambar. Tapi akan kucanangkan sebagai minuman paling melegakan yang pernah ada..
Setidaknya itu yang kurasakan
"kamu ngga pernah merasakan rindu?"
Aku tersenyum..
"rindu?  sahabat terbaikku sekaligus musuh terbesarku?"
Kau tak pernah tahu berapa kali aku mencoba mengalahkan rindu. bahkan sebelum kekasihku pergi, dan masih di hadapanku, aku sudah kalah satu kosong, sekarang? berikan selamat padaku, sang pecundang. Iya.. Pecundang yang selalu kalah oleh rindu, karena sekarang poinku menjadi seribu kosong.. dan masih akan terus bertambah sampai seluruh rinduku tercurah.. Ah.. Pecundang.. Sial sekali aku mengatakannya kepada diriku sendiri
"dan masih terus bertahan? sampai kapan?"
"sampai ada yang menggali jurang lebih dalam"
"ha?"
"Apa yang harus aku lakukan selain bertahan? Menyerah? Untuk apa? karena pada akhirnya aku hanya akan jatuh di hati yang sama.. Percuma"
"kau yakin?"
Aku hanya terdiam, melihat langit sama, dan berfikir, bagaimana matahari di sana.. Kuketikkan jariku cepat di ponselku, menuliskan hal yang sama dan kukirimkan ke nomor yang sama, setiap harinya..  'love you always'
Dan kini aku melihat matanya dan tersenyum..
"aku yakin"

Friday, 12 October 2012

rindu tempurungku

sedikit merindu dengan dunia kecilku dalam tempurung
dimana aku masih asyik melukis hitam dan putih secara berbeda, iya, mereka berbeda
satu hitam dan satu putih..
seharusnya aku pura pura tak mengerti bahwa mereka bisa saling mengintervensi, mengadili
'aku bukan hitam, hanya semu'
begitu dunia mengajari
'aku terlalu putih, jadikan aku abu'
begitu putih merendah diri
aku rindu suasana kamar, saat ibu masih berkata samar, bahwa dunia tidak seram
sekarang semua bising... bahkan dunia lebih gelap dibandingkan saat aku terpejam sendirian
ahh.. aku rindu tempurungku
saat hitam adalah hitam
putih adalah putih
tidak ada abu, tidak ada semu
tidak mengintervensi dan tidak menghakimi
aku benar benar rindu tempurungku

Friday, 5 October 2012

distance

sejak awal, tak pernah ada yang bilang ini mudah..
dimana terkadang kata rindu harus teredam, terbungkam
bukan karena kita malu untuk mengakui
tetapi, karena kita tahu, sekeras apapun berteriak akan terasa sia-sia
selain membuktikan bahwa kita masih membutuhkan untuk bersama..
seharusnya keadaan membuat kita berterima kasih, Dia mengingatkan, betapa berharganya waktu, sesingkat apapun itu, secepat jabat tangan, sekilas ucapan hai, atau hanya saling bertatap mata.. itu berharga
serta, berterima kasihlah pada sepi, karena kita tahu betapa berharganya saat kita tidak sendiri.
nikmati dulu saat ini, dimana kita sibuk mengeja tentang pertemuan.
menghitung tanggal, mencari kesempatan, akan terus mencari, walaupun untuk sekedar bertanya apa kabar..
tak pernah ada yang bilang ini mudah..
bisa saja suatu saat hati terlalu keras menggema rindu
atau, tangan menjadi terlalu dingin untuk digenggam sendiri
tapi bisa aku minta satu hal? percaya kalau aku selalu ada..
sekalipun bukan di depan matamu, atau bergelayutan manja di tanganmu,
percaya saja bahwa aku ada...


kangen kamu, gorilla