About me

Feeds RSS
Feeds RSS

Wednesday, 20 June 2012

hug

romantic


friendship


boy and girl


even animal


too much happiness

sweet


love

hug is the simplest thing you can give to someone you love,, hug you all <3

kamu jangan bertanya tentang darimana aku mendapatkan semua ide cerita ini, kecuali kamu ingin aku meneriakkan namamu dengan jelas

pedagang

di pinggir gang yang sama dengan dinding yang sedikit menghimpit,

'makan apa, mbak?'
'seperti biasanya aja ya'

para pedagang itu melayani pelanggan dengan apik, mereka tersenyum dan menawarkan menu kepada setiap manusia yang datang, ya, tempat ini merupakan tempat favoritku, setelah beberapa tempat yang juga aku nobatkan mempunyai kuliner yang menyenangkan. 

bersandar di dinding ini mungkin bukanlah ide yang bagus, tempat ini tak terlalu bersih untuk menjadi tempat bersantai, namun menikmati kesederhanaannya, bukankah itu ide yang bagus? memencarkan pandangan di sekitar tempat ini, melihat orang-orang hilir mudik dengan segala keanekaragamannya. pakaian dinas, ibu rumah tangga, anak sekolahan, semuanya lalu lalang seolah terlalu sibuk dengan hidup mereka masing-masing, tanpa peduli bahwa diantara kesibukanmu dan hidupmu terdapat seorang penonton setia, seorang yang asing namun terkadang mereka mengerti dirimu lebih baik dari siapapun.

tempat ini mungkin tak berubah, dan tak akan pernah berubah, namun manusia selalu berubah, pikiran maupun perasaan. dan dia yang asing, para pedagang yang menawarkan menunya, mereka yang melihat segala perubahan dalam hidup kita. seseorang yang pernah dibawa kekasihnya kesana, lalu membawa yang lainnya ke tempat yang sama. pasangan kekasih yang setia, dan berakhir dengan kesendirian. atau pasangan yang sedang dimabuk cinta lalu esoknya mereka membawa buah hatinya, atau seorang ibu yang membawa anak kecilnya, suatu saat membawa cucu kecilnya. 
drama nyata manusia merupakan drama paling mengesankan yang dapat disaksikan, perubahan-perubahan kecil dari pikiran, perasaan serta perbuatan, merekalah penonton yang setia. namun tak pernah mencoba menginterupsi jalannya cerita, dalam senyuman, mereka menyimpan rahasia setiap orang, para pelanggannya.

'waahh.. yang biasanya sama mbak dimana? kok ngga pernah kelihatan berdua'

aku tersenyum, iya, perubahan juga terjadi padaku, melihat kursi yang kosong di sebelahku, menyadarkanku tentang kamu yang tak ada lagi disampingku, iya, kursi itu membuktikan perubahan tentang kita, dan mereka masih menjadi penonton setia hidupku yang kali ini tanpa ada peranmu.

'semuanya bisa berubah'

sayangnya, tempat ini masih sama.


Friday, 15 June 2012


hargailah siapapun dia yang mau memberikan waktunya untukmu, karena berarti dia mau memberikan sebagian hidupnya untukmu. karena waktu bukan barang bisa ditukar, dibeli, apalagi dikembalikan.
dikutip dari kata-kata dr. christoper, saat LKMMwil di Bali, dengan aku yang bengong di belakang, ingin segera mengatakan terima kasih dan lupa kalau 4 hari lagi ada ujian blok

Wednesday, 13 June 2012

are we friend? no we are (more than) family

we are family

kata-kata itu, bener banget, ngga kerasa udah setengah periode dari ismki wilayah 4 ini berjalan, mungkin ada yang bilang dan nanya kenapa sih mau jadi pengurus ISMKI nambah-nambah kerjaan aja, iya, anggep aja kami sekumpulan manusia kurang kerjaan yang berusaha hidup di dua dunia yaitu organisatoris dan akademisi, atau manusia-manusia gila yang mau ngeluarin duitnya sendiri, hilir mudik dari satu kota ke kota lain, satu pulau ke pulau lain, cuma untuk ketemu satu sama lain dan bener-bener mencari arti kebersamaan itu, kami manusia-manusia yang berbeda latar belakang, perilaku, institusi, tapi tetep cuma punya satu visi, yaitu berguna bagi bangsa kami, dan kami adalah ISMKI, kita adalah ISMKI.

aku ngga malu untuk bilang aku salah satu bagian dari manusia-manusia kurang kerjaan ini, jadi bagian yang aku bisa bilang kamu berkumpul disini bukan sebagai rekan kerja, bukan sebagai teman, juga bukan sebagai keluarga, kami... lebih dari itu! mungkin kalau di flashback setengah tahun-an yang lalu dimana baru dibuka oprec phw aku ngga daftar, dan lalu datanglah kesempatan kedua, yaitu penawaran untuk jadi phw, seandainya ya... seandainya aku ngga ambil kesempatan itu, mungkin itu merupakan hal yang paling aku sesali di hidupku.

dimana lagi kamu bisa bertemu dengan manusia-manusia yang punya pola pikir yang luar biasa, pengetahuan umum yang bikin geregetan pengen balik ke rumah terus baca koran dari tahun '45 sampe tahun sekarang, sekumpulan orang yang matanya bener-bener terbuka dan mau bergerak untuk perubahan, manusia yang bertujuan satu yaitu menjadi dokter untuk bangsa, bukan dokter untuk uang, bukan dokter untuk kepentingan pribadi, politik dan lain-lain. melainkan untuk bangsa.

tapi di saat bersamaan kamu ketemu sama orang-orang yang ramah, lucu, gokil, ngga punya rasa jaim sedikitpun, dimana orang yang baru 2 kali ketemu, tapi sekalinya ketemu bisa nari heavy rotation bareng-bareng (ngga ngerti itu kelebihan atau apa -____-") orang-orang yang bisa bikin kita ketawa lepas, tapi merenung di saat bersamaan. ngga peduli asal institusi, nilai IPK, asal daerah, kami berkumpul dengan mencopot jas almamater kami, bangga sih pake jas almamater, tapi lebih bangga lagi ketika ada 1 jas yang menyatukan semua almamater.

tapi waktu makin lama makin berlalu, kepengurusan periode ini bakal selesai di muswil nanti, ketika semuanya sudah selesai, bakal ada yang fokus di skripsi, jadi ko-ass, fokus di institusi, di nasional, kesebar entah kemana, kebersamaan di pengurus ISMKIwil 4 ini bisa tinggal dihitung pake jari, berapa kali lagi bakal ketemu, mungkin di muswil bakal jadi kali terakhir semuanya ngumpul jadi satu, atau bahkan mungkin ngga semuanya, karena jarak yang pisahin manusia-manusia ini terlalu jauh, manusia yang frekuensi bertemunya bisa dihitung pake jempol, manusia yang cuma bisa mainin emot di skype, manusia-manusia yang terlalu luar biasa untuk dideskripsikan satu-satu.. dan seandainya kita suatu saat berpisah dengan urusan masing masing, ingatlah kita ini keluarga, bahkan lebih dari itu, dan saat aku mungkin mengisi formulir biodata oprec pengurus ISMKI lagi entah itu nas, atau wil. untuk bagian pertanyaan 'sebutkan alasan kamu ingin menjadi pengurus' aku ngga akan jawab pertanyaan itu dengan pernyataan basi seperti ingin belajar berorganisasi atau yang lain, yang mungkin jadi salah satu alasan terkuatku adalah aku ingin menjadi bagian dari keluarga ismki (lagi) :')

are we friend? no we are family (but i think we are a family)

Wednesday, 6 June 2012


mendapati tentang kita

mungkin aku terlalu lama pergi hingga kota ini terlalu asing untuk aku kenali, tapi sejak kapan seminggu menjadi waktu yang cukup lama untuk tak mengenali tempat tinggalmu sendiri, tempat dimana kau belajar banyak di tempat ini, dan kota dimana akhirnya bertemu dengan kamu. langkahku tak pernah seberat ini, sebulan yang lalu aku aku masih bisa menapak ringan, bahkan berlari menyusuri ruko-ruko dipinggir jalan, namun desahan nafasku terlalu kuat hingga terlalu sulit untuk bergerak.

bertemu denganmu merupakan sebuah keberuntungan, namun lebih dari itu, sebuah keajaiban. seharusnya waktu itu aku mendokumentasikan bagaimana cara kita bertemu, disini, tempat makan kesukaanmu, dan aku mendapati tentang kita bertemu, menyapa, dan belum terikat.

aku tak pernah tahu artimu lebih dari sekedar seseorang yang baru aku kenal, artimu semakin mendalam dan dan dirimu seperti menjadi semakin pekat. lagu-lagu cinta yang tak pernah aku bisa mengerti, hanya kehadiranmu yang membuatnya menjadi bahasa yang mudah ditoleransi, mudah dihayati. aku selalu mendapati tentang kita di setiap playlistku, selalu tentang kita.

keajaiban itu datang, secara tiba-tiba, mendadak. aku mendapatimu dengan setangkai mawar di depan pintu, seperti sebuah paket yang salah alamat, Tuhan memberiku kejutan. kau datang dan menyatakan cinta, bila aku petasan mungkin aku sudah meledak-ledak, terpecah menjadi confetti kecil yang berserakan. mawar yang aku harap tak pernah layu, dan mendapati tentang kita di tengah keharumannya.

namun bunga tetaplah bunga, dan hati tetaplah hati. yang terkadang bila tak benar-benar kau rawat, dia bisa layu bahkan mati, dan aku mendapatimu seperti mati rasa, lumpuh. berbicara sekedarnya, kata sayang yang semakin jarang aku dengar. semakin kita menjelajahi kota semakin aku tahu kita sudah menghabiskan waktu untuk sekian lama, dan kini kita seperti kota ini, terlalu asing untukku, terlalu hambar, dan terlalu berat untuk dijalani. kita, mungkin saat kita bertemu lagi kita takkan mendapatkan hal tentang kita, yang ada hanya tentangmu, tentangku, tanpa kita.


lilin

lilin yang kau bawa bukanlah lilin yang indah
putih, sederhana. namun kau menempatkannya di tengah ruangan
di pusat, seperti mencari perhatian seluruh orang yang melewatinya
lilin yang kau nyalakan 
dialah yang sederhana, ada untuk menemanimu
saat sepi mulai datang merayapimu
saat kesendirian lebih mendominasi,
iya, dia selalu ada
dia yang cukup kau pandangi
dia yang cukup kau ada
hanya ingin kau ada
yang tak kau sadari dia tetaplah lilin
yang hanyalah cahaya yang kau cari
karena kau terlalu takut kehilangan bayanganmu
bayangan yang selalu mengikutimu
mencari jejakmu
yang ada dalam setiap keberadaanmu
kau tak sadar bahwa lilin tetaplah lilin
seterang apapun cahayanya
yang dia lakukan adalah membakar dirinya
menghabisi jiwanya hingga yang tersisa hanya lelehan-lelehan
dan yang tak pernah kau tahu
akulah lilinmu
dialah bayanganmu
dan saat terang datang
hanya lelehan lilin ini yang dengan iri melihatmu
melekat rekat dengan bayanganmu