bertemu denganmu merupakan sebuah keberuntungan, namun lebih dari itu, sebuah keajaiban. seharusnya waktu itu aku mendokumentasikan bagaimana cara kita bertemu, disini, tempat makan kesukaanmu, dan aku mendapati tentang kita bertemu, menyapa, dan belum terikat.
aku tak pernah tahu artimu lebih dari sekedar seseorang yang baru aku kenal, artimu semakin mendalam dan dan dirimu seperti menjadi semakin pekat. lagu-lagu cinta yang tak pernah aku bisa mengerti, hanya kehadiranmu yang membuatnya menjadi bahasa yang mudah ditoleransi, mudah dihayati. aku selalu mendapati tentang kita di setiap playlistku, selalu tentang kita.
keajaiban itu datang, secara tiba-tiba, mendadak. aku mendapatimu dengan setangkai mawar di depan pintu, seperti sebuah paket yang salah alamat, Tuhan memberiku kejutan. kau datang dan menyatakan cinta, bila aku petasan mungkin aku sudah meledak-ledak, terpecah menjadi confetti kecil yang berserakan. mawar yang aku harap tak pernah layu, dan mendapati tentang kita di tengah keharumannya.
namun bunga tetaplah bunga, dan hati tetaplah hati. yang terkadang bila tak benar-benar kau rawat, dia bisa layu bahkan mati, dan aku mendapatimu seperti mati rasa, lumpuh. berbicara sekedarnya, kata sayang yang semakin jarang aku dengar. semakin kita menjelajahi kota semakin aku tahu kita sudah menghabiskan waktu untuk sekian lama, dan kini kita seperti kota ini, terlalu asing untukku, terlalu hambar, dan terlalu berat untuk dijalani. kita, mungkin saat kita bertemu lagi kita takkan mendapatkan hal tentang kita, yang ada hanya tentangmu, tentangku, tanpa kita.


0 comments:
Post a Comment