Thursday, 20 September 2012
perkenalan Kabinet BEM FK UJ
hai viewers, karena berhubung lagi nganggur, tapi pengen posting buat menuh-menuhin blog, disini aku bakal kenalin keluarga kabinet pengurus BEM FK UJ,.
Departement Pengmas : Rahma fadhillah, menteri satu ini membawahi departemen yang terjun langsung ke masyarakat, yup.. pengabdian masyarakat. dulu sih di kastrat, tapi berhubung di ISMKI dia selingkuh ke pengmas, dengan terpaksa dia dilepas total ke departemen pengmas, dan salutnya dengan proker seabrek, plus kegiatan segambreng dia masih bisa ngelakuin semuanya dengan baik.. saluutt.. (ma, inget bayaran di belakang ntar ya :p)
Departement PSDM : Ika sriwinarti, ini dia satu lagi PHW yang berhasil meneruskan karirnya jadi menteri,( ciyyee.. mbak ika, ciyee... :3 ) departemen ini bergerak dalam pengembangan sumber daya manusia, perekrutan, pemecatan, ospek, dan segala macamnya departemen ini yang megang, jadi yang merasa belum berkembang, bisa banget konsul di departemen ini. (kalo hubungan yang ngga berkembang-berkembang konsul kemana, mbak? :p)
Departement pendpro : Aisyah Adawiyyah, departemen pendidikan dan profesi, dan dikepalai oleh geulis bogor ini bergerak di bidang kurikulum, serta perkembangan nantinya sampai jadi dokter, pendpro dulu merupakan salah satu cabang dari kastrat, karena itu dia mempunyai fungsi kastrat di dalamnya sebagai tempat berfikir dan mengkaji.
Departement dalam negeri : Sayyidah aulia, jangan salah, walaupun cewek yang panggilannya sasha ini entah kenapa hobi banget galau, tapi semoga dia ngga galau untuk menjadi menteri di departemen ini, (kidding, sha) departement ini termasuk departemen yang harus selalu mesra sama dekanat, DM, dan juga mahasiswa.termasuk dengan kastrat, yup.. we are partner in crime,, #eh
Departemen luar negeri : Bagus Rifnaputra, yang berfikir, kenapa yang daritadi menterinya cewek semua, wajar.. di UJ agak gersang yang namanya cowok (‾˛‾٥) tapi bersyukurlah masih ada menteri cowok yang bertanggung jawab menjaga hubungan dengan fakultas lain, maklum, selama ini FK dianggap sekelompok mahasiswa elit yang ngga mau berbaur dan introvert, yah, semoga aja keberadaan bagus dan departemennya bisa menghilangkan anggapan ini.. semangat
Departemen Minat dan Bakat : Aldhi wimandra, pertama tama ijinkan saya ketawa sebentar (bhahhahahaha.. ini foto jaman kapan, di??) anggap aja alay bagian dari proses kedewasaan #pfftt.. intinya bagi yang ingin masuk departement yang have fun, departemen minbak tempatnya, disini mengurusi hal selain kajian, hubungan, pendidikan, dan hal menjemukan lainnya, alias segala hal yang merefreshkan itu berasal dari prokernya minbak
yang paling pertama jelas ketua gengnya, presiden BEM paling pasrah dari sekian kepengurusan,. Enggar Gumelar, tapi kalo dipanggil enggi noleh noleh aja kok, tapi untuk periode ini sebaiknya agak dikurangi., biarkanlah tahun ini dia menikmati kejaimannya setelah sekian lama dipermalukan.. (҂⌣_⌣)/|
lalu kedua orang ini yang menghandle sekian departement dan dikepalai oleh menteri-menterinya dari departement pertama adalah..*drum.. mana drum?? *
drung.. dung.. dungg dunggg..
Departement KIK: Thoriqotil Haqqul Mauludiyah, kata siapa sekretaris harus berpenampilan minim, menteri satu ini menjadi sekretaris umum BEM, soal seberapa alim anaknya ngga usah ditanya. kalo mau tanya-tanya tentang BEM, protap protapnya, dan segala macemnya silahkan menghubungi langsung orangnya..
Departement keuangan : Dhevy wulandari, ini departemen paling sensitif, masalah duit soalnya yang dipegang, salah sedikit satu kampus bisa demo.. melalui departemen inilah BEM bisa mencukupi keperluan sehari-harinya, yang mau pesan, jas lab, jaket angkatan, merchandise ISMKI boleh banget nih hubungi dhevy selaku menterinya.
Departement biro ISMKI : Fatimah ken. yup,, pasti udah sering banget denger yang namanya ISMKI, jadi kepentingan biro ini adalah sebagai percabangan langsung ISMKI ke institusi, walaupun namanya kejepang-jepangan, tapi jangan diremehkan jiwa nasionalismenya, ya..
selanjutnya wakil presiden BEM, Derry Herdhimas dia yang bakal nemenin enggar dalam satu kepengurusan dalam duka, suka, sakit serta sehat.. :') untuk sementara ini biarkanlah mereka menjadi pasangan yang serasi dan mesra (•̯͡.•̯͡)
drung.. dung.. dungg dunggg..
Departement KIK: Thoriqotil Haqqul Mauludiyah, kata siapa sekretaris harus berpenampilan minim, menteri satu ini menjadi sekretaris umum BEM, soal seberapa alim anaknya ngga usah ditanya. kalo mau tanya-tanya tentang BEM, protap protapnya, dan segala macemnya silahkan menghubungi langsung orangnya..
Departement keuangan : Dhevy wulandari, ini departemen paling sensitif, masalah duit soalnya yang dipegang, salah sedikit satu kampus bisa demo.. melalui departemen inilah BEM bisa mencukupi keperluan sehari-harinya, yang mau pesan, jas lab, jaket angkatan, merchandise ISMKI boleh banget nih hubungi dhevy selaku menterinya.
Departement biro ISMKI : Fatimah ken. yup,, pasti udah sering banget denger yang namanya ISMKI, jadi kepentingan biro ini adalah sebagai percabangan langsung ISMKI ke institusi, walaupun namanya kejepang-jepangan, tapi jangan diremehkan jiwa nasionalismenya, ya..
Departement Pengmas : Rahma fadhillah, menteri satu ini membawahi departemen yang terjun langsung ke masyarakat, yup.. pengabdian masyarakat. dulu sih di kastrat, tapi berhubung di ISMKI dia selingkuh ke pengmas, dengan terpaksa dia dilepas total ke departemen pengmas, dan salutnya dengan proker seabrek, plus kegiatan segambreng dia masih bisa ngelakuin semuanya dengan baik.. saluutt.. (ma, inget bayaran di belakang ntar ya :p)
Departement pendpro : Aisyah Adawiyyah, departemen pendidikan dan profesi, dan dikepalai oleh geulis bogor ini bergerak di bidang kurikulum, serta perkembangan nantinya sampai jadi dokter, pendpro dulu merupakan salah satu cabang dari kastrat, karena itu dia mempunyai fungsi kastrat di dalamnya sebagai tempat berfikir dan mengkaji.
Departemen luar negeri : Bagus Rifnaputra, yang berfikir, kenapa yang daritadi menterinya cewek semua, wajar.. di UJ agak gersang yang namanya cowok (‾˛‾٥) tapi bersyukurlah masih ada menteri cowok yang bertanggung jawab menjaga hubungan dengan fakultas lain, maklum, selama ini FK dianggap sekelompok mahasiswa elit yang ngga mau berbaur dan introvert, yah, semoga aja keberadaan bagus dan departemennya bisa menghilangkan anggapan ini.. semangat
Departemen Minat dan Bakat : Aldhi wimandra, pertama tama ijinkan saya ketawa sebentar (bhahhahahaha.. ini foto jaman kapan, di??) anggap aja alay bagian dari proses kedewasaan #pfftt.. intinya bagi yang ingin masuk departement yang have fun, departemen minbak tempatnya, disini mengurusi hal selain kajian, hubungan, pendidikan, dan hal menjemukan lainnya, alias segala hal yang merefreshkan itu berasal dari prokernya minbak
Departemen Kastrat : Oktaviana Sari Dewi, yup ini menteri sekaligus PHW kastrat paling lucu, imut, ramah dan baik hati di kabinet ini (ˆ⌣ˆʃƪ) *dikeplak satu kabinet* intinya saya ini hanya korban saudara-saudara, bukan karena kerja saya bagus, tapi karena ngga ada yang mau.. hahahahhaa.. bercanda,, bercanda..intinya adalah departemen kajian strategis ini membahas segalanya kecuali pendidikan, dan profesi, dan ngga boleh ada campur tangan politik di dalamnya,. lebih merujuk kepada kesehatan bangsa. kalo mau tahu lebih lengkap, contact me aja yaa.. *kedap kedip*
untuk agenda kastrat yang lagi dekat sampai sekitar november adalah: sekolah kastrat, audiensi dinkes jember, audiensi dinkes jatim, dan Forum mahasiswa berbicara di Makassar, ewako.. makassar... jadi ada yang berminat? :3
itu dia perkenalan dari kami, bagi pengurus baru selamat bergabung, dan selamat bekerja, dan bagi yang mau ikut join jadi pengurus, sabar sabar tunggu tahun depan ya, menunggu periode kepengurusan lainnya dengan menteri yang berbeda tentunya, kan tahun 2013 kita udah demisioner.. <3
jingga atau luka
apa yang kau lukis itu? jingga?
kau membawa kanvas besar sebagai awal pertemuan, dan akan kau bingkai, katanya..
barisan palet dan kuas kau tata apik, terkadang kau harus mengukur derajat, tepat. bahkan anginpun sempat kau sentak karena sempat bermain dengan bulu kuasmu.
kau bilang akan melukis, kau berbohong... kau sedang bercinta, dengan matamu kau menelanjangi liar kanvasmu, menemukan sudut yang tepat untuk memulai, menghayati proses intimmu dengan lukisanmu.
hitam, kuning, dan merah.. jingga, kau mengilhami setiap jengkalnya seperti akan mencipta mahakarya, walau tak semegah saat Tuhan mencipta semesta, aku tahu kau ingin membuatnya begitu sempurna. iya, mungkin kau memang sedang bercinta.
apa yang kau lukis itu? luka?
kau kini terlalu sering terdiam, melamun, dengan pandangan sayu. terlalu sering kau abaikan kanvasmu, jangankan untuk melakukan ritual khusyuk seperti saat kau pertama membelinya, bahkan untuk sekedar membuka kain putih dan menyisipkan salam pun tak pernah.
mungkin kau sudah tak bisa menggenapi warnanya, entah karena bau cat menusuk atau rasa yang sudah semakin busuk. kau menangis hening, lalu tertawa hambar, mungkin memang sudah gila karena lukisan yang tak kunjung selesai.
jingga atau luka? semua sama saja..
kini kanvas hanya onggokan sampah yang meringkuk rindu, mengharap cemas sentuhan pelukisnya diatas tumpukan debu.
kanvas tak berfigura, hanya ada torehan jingga, sebuah warna luka...
Saturday, 8 September 2012
kakek tua dan negerinya
dia bersepeda membelah jalan setapak, lentera sepedanya terlalu redup dibandingkan dengan pekatnya malam hari itu, tak pernah terbayangkan suatu hari dia akan sebebas ini, bernafas selepas ini..
di tengah lamunannya dia melihat tangannya yang semakin mengeriput, dia tahu dia semakin tua, semakin renta
di kebun itu dia berhenti, tatapan nanarnya berkeliling, sekalipun kantung matanya menebal, tapi tatapannya tetaplah setajam saat dia masih berusia belasan, menelanjangi setiap sisinya, menjamahi setiap jejak yang dia khusyuki, seperti di saat dia ibadah.
ringkih... kakinya memang lemah, namun dapat dengan lincah bergerak di sela dedaunan. langkahnya terdiam, dia tahu benar dimana dia harus berhenti, mengambil nafas sejenak,. mencari suaranya yang hilang..
"negerimu sudah kotor kembali, jenderal"
kata-kata pertamanya, kepulan asap rokoknya membumbung, tebal, setebal apa yang ada difikirannya.
"tangan ini sudah lemah, jenderal, tak perlu lagi aku memegang senapan untuk negara ini, memegang cangkul pun aku sudah tidak sanggup"
"andai engkau menjadi aku, jenderal.. apa yang akan kau lakukan?"
tak ada suara balasan, jenderal hanya terdiam, bahkan cicak yang biasa berdecak hanya ikut menyimak,
"negerimu kembali kotor, jenderal"
"bukan kotor oleh darah para pejuang, bukan kotor karena lumpur, dan abu para pahlawan!"
"negeri kami kotor, jenderal! oleh darah rakyat kita, yang terbuang karena tak sanggup membiayai kesehatannya. oleh lumpur yang dilempar oleh pimpinannya. dan abu yang berserakan berasal dari rumah mereka!"
sang jenderal masih terdiam, dan malam hening terikat sunyi mendengar teriakan si kakek tua.
"negeri kami kembali kotor tuan!"
"bukan karena air mata doa yang dilafalkan memohon kebebasan, tapi air mata yang dielukan karena kelaparan"
"ini negeri kami, jenderal,, ini negara yang kita perjuangkan dulu, ini hasil dari tebusan darah kita, jenderal"
"negeri kami kembali kotor, oleh kemunafikan, oleh kemalasan, oleh kesombongan dan juga keegoisan!"
"ini negara yang engkau perjuangkan melalui nyawamu, jenderal. menangiskah engkau disana, jenderal?!"
kakek tua menangis, dia tahu dia telah kehilangan segalanya, kehilangan sahabatnya, keluarganya, bahkan yang kini bersama dengan jenderalnya yang tenang bersemayam di bawah sana, atau mungkin telah berpindah ke atas sana.. entah...
ditatapnya kembali tangan keriputnya, dengan mata sayu, dia berkata..
"tangan ini sudah renta, jenderal. tangan ini sudah renta..."
"dan negeri kami kembali kotor ya, Jenderal!"
Sunday, 2 September 2012
ost perahu kertas
Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku
Beratapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati
Kau sahabatku sendiri
Beratapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati
Kau sahabatku sendiri
Hidupkan lagi mimpi-mimpi
(cinta-cinta) cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya
(cinta-cinta) cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya
Reff:
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada diantara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada diantara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
Cintaku padamu…
Cintaku padamu…
dermaga tua
jangan paksa aku untuk berlayar, karena aku hanyalah dermaga tua. dermaga tua yang usang, rapuh lagi lapuk. tercipta di sandaran teluk tak berbentuk, terdiam dalam kemurungan dan hanya menunggu kapal yang selalu ingin bertualang.
dermaga ini sudah tua, habislah lamat waktunya menunggu tanpa mencari, di tengah serbuk sepi pasir dermaga berbisik, "wahai pasir, katakan kepada ombak, bawa kapal pulang, siapa tahu dia tersesat di tengah lautan". namun kapal berdiri menantang "aku tak ingin pulang, aku ingin bertualang". dermaga tahu dia sudah tua, usang, rapuh lagi lapuk, mana yang salah? dia yang harus menanti atau berlari untuk mencari?
dermaga ini sudah tua, dengan iba mercusuar melihat rayap-rayap yang dengan rakus menghabisi setiap, mili, senti, dan meter dari kayu-kayu dermaga, "wahai mercusuar, nyalakan cahayamu, bawa kapal pulang, siapa tahu dia tersesat di tengah lautan". namun kapal tetap menentang "aku tak ingin pulang, aku ingin bertualang". dermaga tahu dia sudah tua, usang, rapuh lagi lapuk, mana yang salah? dia yang harus menanti atau berlari untuk mencari?
dermaga sudah tua, dia sudah terlalu lelah untuk menunggu, kayu-kayu retak tenggelam, terkubur, dalam desah pasir yang menggerutu. dermaga kini terlalu rapuh untuk berdiri dia sudah menjadi puing dalam deru ombak yang saru terharu.
sekarang, kapal ingin pulang. namun hilang sudah sadarannya, lenyaplah labuhnya, jadi mana yang salah dari dermaga tua? dia yang selama ini menanti, atau terlalu lelah untuk mencari?
dermaga ini sudah tua, habislah lamat waktunya menunggu tanpa mencari, di tengah serbuk sepi pasir dermaga berbisik, "wahai pasir, katakan kepada ombak, bawa kapal pulang, siapa tahu dia tersesat di tengah lautan". namun kapal berdiri menantang "aku tak ingin pulang, aku ingin bertualang". dermaga tahu dia sudah tua, usang, rapuh lagi lapuk, mana yang salah? dia yang harus menanti atau berlari untuk mencari?
dermaga ini sudah tua, dengan iba mercusuar melihat rayap-rayap yang dengan rakus menghabisi setiap, mili, senti, dan meter dari kayu-kayu dermaga, "wahai mercusuar, nyalakan cahayamu, bawa kapal pulang, siapa tahu dia tersesat di tengah lautan". namun kapal tetap menentang "aku tak ingin pulang, aku ingin bertualang". dermaga tahu dia sudah tua, usang, rapuh lagi lapuk, mana yang salah? dia yang harus menanti atau berlari untuk mencari?
dermaga sudah tua, dia sudah terlalu lelah untuk menunggu, kayu-kayu retak tenggelam, terkubur, dalam desah pasir yang menggerutu. dermaga kini terlalu rapuh untuk berdiri dia sudah menjadi puing dalam deru ombak yang saru terharu.
sekarang, kapal ingin pulang. namun hilang sudah sadarannya, lenyaplah labuhnya, jadi mana yang salah dari dermaga tua? dia yang selama ini menanti, atau terlalu lelah untuk mencari?
Subscribe to:
Comments (Atom)


















