About me

Feeds RSS
Feeds RSS

Sunday, 2 September 2012

dermaga tua

jangan paksa aku untuk berlayar, karena aku hanyalah dermaga tua. dermaga tua yang usang, rapuh lagi lapuk. tercipta di sandaran teluk tak berbentuk, terdiam dalam kemurungan dan hanya menunggu kapal yang selalu ingin bertualang.
dermaga ini sudah tua, habislah lamat waktunya menunggu tanpa mencari, di tengah serbuk sepi pasir dermaga berbisik, "wahai pasir, katakan kepada ombak, bawa kapal pulang, siapa tahu dia tersesat di tengah lautan". namun kapal berdiri menantang "aku tak ingin pulang, aku ingin bertualang". dermaga tahu dia sudah tua, usang, rapuh lagi lapuk, mana yang salah? dia yang harus menanti atau berlari untuk mencari?
dermaga ini sudah tua, dengan iba mercusuar melihat rayap-rayap yang dengan rakus menghabisi setiap, mili, senti, dan meter dari kayu-kayu dermaga, "wahai mercusuar, nyalakan cahayamu, bawa kapal pulang, siapa tahu dia tersesat di tengah lautan". namun kapal tetap menentang "aku tak ingin pulang, aku ingin bertualang". dermaga tahu dia sudah tua, usang, rapuh lagi lapuk, mana yang salah? dia yang harus menanti atau berlari untuk mencari?
dermaga sudah tua, dia sudah terlalu lelah untuk menunggu, kayu-kayu retak tenggelam, terkubur, dalam desah pasir yang menggerutu. dermaga kini terlalu rapuh untuk berdiri dia sudah menjadi puing dalam deru ombak yang saru terharu.
sekarang, kapal ingin pulang. namun hilang sudah sadarannya, lenyaplah labuhnya, jadi mana yang salah dari dermaga tua? dia yang selama ini menanti, atau terlalu lelah untuk mencari?


0 comments:

Post a Comment