About me

Feeds RSS
Feeds RSS

Thursday, 26 July 2012

emas, garam, dan kerupuk (?!)



setelah sekian banyak postingan isinya menggalau terus, finally mari ber-sharing ria.. hohoho.. dan jujur kayaknya untuk post kali ini bahasannya agak sensitif, uhmm~ tapi ambil sisi sebagai diskusi aja ya, jangan mikir yang aneh-aneh.. kay? kay??

aku sempat liat di homepage faceb*ok yang isinya seperti ini, perbedaan pria dan wanita saat mereka berzina adalah, pria diandaikan seperti emas yang terjatuh ke dalam kotoran, sedangkan wanita seperti kerupuk yang terjatuh dalam kotoran, begitu katanya.. walaupun sama-sama terjatuh dalam kotoran, akan tetapi orang akan lebih memilih emas daripada kerupuk, begitu tambahannya.. hmmm~ ngga ada yang nyalahin pendapat satu ini, aku setuju wanita yang baik adalah wanita yang bisa menjaga harga dirinya dengan baik, tapi yang sedikit bikin agak 'nggiinggg' perbandingannya kok emas sama kerupuk ya? kerupuk?! for seriously?

aku ngga ingin untuk menyudutkan, menyalahkan, atau merendahkan pendapat orang lain, apalagi masalah prinsip, aku ngga akan sama sekali mau mengutak-atik, tapi yang sedikit mengganjal-ganjil disini adalah sejak kapan manusia berhak untuk mengklasifikasikan manusia yang ini golongan emas, yang ini golongan kerupuk. izinkan saya tertawa sebentar...hahahhaa.. kerupuk...
bayangin bareng-bareng yuk, seandainya kamu tersesat di padang pasir yang luaaasssss.. dan tidak ada oase, tidak ada sumber air, tidak ada makanan secuilpun, sedangkan kamu kelaparan luar biasa sekarat dan yang ada di sekitarmu hanya passiirr, pasiiiirrr dan passssirrrrrr, tiba-tiba ada satu orang musafir lewat, menawarkanmu, "hai pengelana, kau kelihatan kelaparan, aku hanya membawa sedikit bekal makanan, tetapi mempunyai banyak emas di belakang sana, mana yang akan kau pilih? kerupuk dari sebagian bekalku, atau sebongkah emas?" ya walaupun agak absurd juga, sih.. musafir mana yang bawa kerupuk sebagai bekal, yah namanya juga berandai-andai. jadi mana yang akan kau pilih? yakin masih memilih emas di tengah kelaparanmu? atau mungkin kau memilih kotoran untuk menjaga harga dirimu? mari sama-sama membuktikannya.

aku akan sedikit bercerita di sini, pernah ada suatu zaman dimana garam harganya lebih mahal daripada emas, (ok, garam sama kerupuk memang beda, tapi ambil inti ceritanya aja, ya) karena saat zaman itu, emas lebih mudah ditemukan daripada garam, mereka menggunakan emas, sebagai alat tukar perdagangan, menggunakannya sebagai satuan uang resmi, dalam bentuk koin, batangan, bahkan bongkahan. sedangkan garam, mereka sangat sulit untuk membuatnya, kesulitan menyimpannya tanpa menjadi lembab, akhirnya mencair, susah membawanya tanpa kehilangan satu gram pun, dan itu yang membuat garam menjadi lebih mahal dari emas.
bahkan, suku Toauareg yang dikenal sebagai blue man of sahara. mereka rela menempuh ribuan mil dan bahaya yang ada di gurun sahara untuk satu hal yang katanya lebih berharga dari emas ini, yaitu garam. bahkan mungkin bisa di cek di g*ogle beberapa fakta tentang garam bahwa bahkan pada tahun 1800-an, garam masih digunakan sebagai mata uang di abyssina (buat yang ngga tau, abyssina itu sebutannya sekarang ethiopia, letaknya di benua afrika, ibukota negaranya namanya addis ababa, itu merupakan wilayah yang bahkan pada tahun 1200-an mendekati 1300 sempat dikuasai oleh solomon, yang umat muslim kenal sebagai nabi sulaiman, c'mon.. masih ngga tahu juga? monggo nanya mbah google aja) . ada juga cerita lain yaitu pada abad pertengahan bahkan garam dikatakan sebagai emas putih, dan di jerman sendiri masih terdapat trotoar yang dipakai sebagai jalur transportasi garam antara pantai baltik hingga kota kedalaman di luneberg.

tapi, untuk zaman sekarang, butuh berapa rombong garam yang diperlukan untuk membeli sekilo emas?  ok, balik lagi ke kerupuk, inti dari ceritaku tadi adalah jangan pernah mengejudge sesuatu itu hanya dari covernya aja, sebagai contoh lagi, bagi kalian disini kerupuk itu ya... cuma kerupuk, di pasar pasti dapet murah kan, beli yang grosiran aja sekalian, tapi buat yang terkena bencana di sana? it more precious than anything, padahal buat kita, beli di warung sebelah aja ada, ya bagi yang di sebelah rumahnya bukan warung ya, urusan kalian, beli di warung sebelah kosan temen kan juga bisa.

buat aku pribadi tidak ada satupun benda yang tidak berharga di dunia ini, sekalipun itu krupuk, atau kotoran. semua pasti ada gunanya entah untuk siapa, entah untuk apa. apalagi penilaian dan judgement terhadap manusia yang dilakukan secara insting, apalagi yang cuma asal denger, dan menyimpulkan seenaknya, jujur aku capek melihat manusia yang selalu merasa dirinya lebih baik dari orang lain, atau mungkin malah merasa merekalah yang terbaik? karena menurutku seburuk-buruknya manusia, akan ada satu titik keadaan dimana justru dialah yang lebih baik daripada manusia lainnya. berhenti untuk memberi perbandingan siapa yang lebih baik, dan siapa yang lebih buruk. karena satu-satunya Yang mengetahui dan dapat menaksir 'harga' dari seseorang itu cuma satu, Yang Maha Sempurna, Allah SWT. jangan terlalu gampang untuk menilai seseorang sebelum kamu merasakan sendiri bagaimana berada di posisi mereka.

uhhmm~ ini bukan kultum ramadhan loo ya.. sekali lagi sih ini postingan ngga ingin menyerang siapapun, ngga ingin menyanggah, atau malah menentang apa lagi, ini cuma pikiran yang bergemulak (bergemulak?!) di otak dan menyeruak melalui ketikan (halah?!) ya pokoknya, aku ngga maksain siapapun untuk setuju sama pendapatku satu ini, so buat yang ngerasa ngga suka, santai aja,dan bisa banget komen disini kalo mau, kan tujuan awal postingan ini buat didiskusiin bareng-bareng, tidak ada tujuan untuk mendoktrin sama sekali, kan kita tetep pegang prinsip ya.. bhinneka tunggal ika :p

Wednesday, 25 July 2012

mari bertaruh, tuan



hei, tuan..
sepat sudah lidah ini untuk bertutur manis, seperti permen karet yang lamat menghambar, maka seluruh perkataan ini telah pudar.


hei, tuan..
tidakkah cukup seluruh aksara yang aku tuliskan,atau masih terasa ganjilkah semua hal yang aku lakukan. bahkan air mataku sudah bisa meluapkan neraka, ya, tuan. dan masih saja kau berusaha masukkan kembali bara-bara.


maka mari kita bertaruh, tuan.
luka siapa yang paling dalam.
taruh lukamu ya tuan, dan mari sama-sama lihat borokku
karena saya pasti memenangkannya.


mari kita bertaruh, tuan.
cinta siapa yang mengalah,
dan cinta siapa yang mengikat, menarik, menindih serta menghampar.
sekali lagi, saya pasti memenangkannya

dan untuk terakhir kalinya,


mari kita bertaruh, ya tuan.
jalaran cemas telah saya kemas,
dan lihatlah siapa yang bisa terlebih dahulu lepas landas
dan anda hebat, ya tuan.
kali ini, andalah pemenangnya

Monday, 23 July 2012

ugly is


percakapan teh


‘sudah selesai, bik?’

‘woi nyet, numpang aja, nggak ada niat bantu ha?’

Kuacak rambutnya, persis seperti taman yang baru saja harus aku bereskan. siapa suruh dia duduk diam disini sedangkan aku harus membersihkan taman sendirian karena bibik sedang pulang kampung meninggalkan taman dengan entah apa kusebut saja itu hutan rimba.

‘hahahaha, sudahlah duduk sini, lama tidak berbicara berdua kan?’

‘teh? manisnya sahabatku ini, untukku?’

‘mana mungkin,teh itu untukku’

‘ha-ha.. jadi sekarang sudah berani mengobrak-abrik dapurku’

‘kau bilang itu dapur? Aku kira gudang, saking ngga ada barang yang bisa disebut makanan’

Entah aku sebut dia sahabat atau jin penunggu rumah, keberadaannya di rumah ini melebihi penunggu rumah itu sendiri, bahkan dia lebih mengetahui posisi benda-benda di rumah ini daripada aku, pernah suatu hari dia masuk ke rumahku dengan buru-buru dan mengambil palu yang asal-muasalnya entah darimana, saat aku tanya benda itu dapat darimana, dia dengan santai bilang itu dari gudang sambil ngeloyor pergi, tapi yang paling membuat aku kaget bukan karena dia yang keluar masuk tanpa izin, tetapi kenapa dia bahkan tahu barang apa saja yang ada di gudangku??!! Sejak saat itu aku mulai mengunci kamar tidurku, dengan double secure system, takut-takut kalau seandainya dia sudah punya kunci cadangannya.

‘menurutmu apa itu cinta?’

‘ciyyeee…si monyet ngomongin cinta, lagi cinta monyet, nyet??’

‘seriusan ini bik’

Kali ini rambutku yang diacaknya.

Kuseruput sedikit tehku, walaupun itu teh buatannya dan diklaim miliknya. namun karena cangkir, kantung teh dan air panasnya milikku, jadi secara de yuro aku masih tetap mengklaim secangkir teh itu milikku.

‘cinta….’

Kuhela sedikit nafasku, mungkin memejamkan mata akan membuat ini lebih puitis, entahlah…

 ‘cinta itu seperti sebuah puzzle, dengan banyak kepingan di setiap bagiannya. setiap perasaan cinta kita ke seseorang diumpamakan seperti sebuah kepingan, dan bila kekurangan satu saja kepingan, maka hidup kita akan seperti tidak sempurna, mengganjal, kosong. Entah kau sebut itu apa’

Kali ini aku menarik nafas lebih panjang, kata-kata yang sudah terlalu lama terendap, hingga aku harus menggali jauh ke dalam untuk mencerna kalimat yang sudah berkarat di otakku.

‘cinta kepada Tuhan, cinta kepada ayah, ibu, saudara, teman, dan seorang asing, yang kita sering menyebutnya sebagai jodoh, yang entah kenapa masih terdengar absurd untukku. dan terkadang ketika kita merasa menemukan kepingan terakhir, namun ternyata pada akhirnya dia datang secara tiba-tiba seperti anak kecil lalu mengobrak-abrik semuanya, melemparkan kepingannya jauh… terlalu jauh untuk dijangkau, dan lalu dia pergi, bersama dengan pelengkap cinta itu sendiri. pada akhirnya, kita kembali kosong, kembali lemah, entah harus mencari kepingan yang hilang dan membiarkan puzzle yang telah berantakan, atau membereskan kembali kepingan-kepingan kecil itu dan menunggu seseorang untuk melengkapinya lagi, dan begitu seterusnya’

Kali ini aku menoleh ke arahnya, menatap serius wajah yang dari tadi terheran-heran mendengarkanku.

‘dan sekarang, aku sudah lelah untuk menyusun puzzle itu lagi’

Kuminum teh yang menganggur itu lagi, meminumnya seolah itu bir atau sejenisnya, seandainya kafein bisa membuat mabuk, mungkin kali ini aku ingin mabuk dengan tenggelam di lautan kafein  dan meninggalkannya dengan duniaku sendiri, bersama dengan tehku, dan lamunanku, yang entah apa yang aku lamunkan, sudahlah..

‘dasar pesimis’

‘dasar sinis, tadi kau meminta pendapatku. teh lagi??’

‘kamu sudah menghabiskan tehku sih, jadi aku buat lagi, dan kali ini aku buatkan untukmu juga, mana terima kasihmu?’

‘kalau menurutku cinta itu seni’

Kali ini dia yang mulai terkungkung di dunianya, dan dunia tehnya… semoga dia tidak mabuk…

‘sama seperti lukisan abstrak, ada yang bilang bahwa lukisan abstrak itu sangat indah, tapi ada juga yang mencemooh lukisan abstrak itu seperti lukisan anak TK, tak ada yang benar-benar bisa dibanggakan, tapi bagaimanapun itu tetap seni, tak ada yang memaksa untuk melihatnya sebagai keindahan, dan seburuk apapun, akan selalu ada seseorang yang merasa itu tetap luar biasa.’

Ternyata dia sudah mabuk…

‘sama seperti cinta, terkadang ada yang saling membenci, cemburu, menjahati satu sama lain semua karena cinta, ada yang menangis, ada yang memilih mengakhiri nyawa semua karena cinta, namun di sisi lain akan ada yang tertawa, akan selalu ada yang berdebar, tersenyum, menyusun angan angan, itu semua karena cinta, tak ada yang bilang semua akan selalu indah, tapi tidak semua sisinya pahit’

‘terlalu romantis’

‘kamu yang terlalu pesimis’

‘aku realistis, kamu yang terlalu romantis’

‘aku optimis, bukan romantis, kamu yang pesimis’

‘realistis!’

‘optimis!’

‘ah.. sudahlah.. mari angkat gelas, dan bersulang untuk si pesimis ini’

‘jadi kau mengakuinya, manusia pesimis? Baiklah… mari bersulang juga untuk si romantis yang ada di hadapanmu ini’

Kita tertawa, sambil mengadu cangkir teh kita yang bahkan hampir kosong, iya, tawa untuk percakapan teh yang paling menyenangkan yang pernah kita lalui.

Ah, Seandainya aku bisa mabuk…

Friday, 20 July 2012

pernah membayangkan sebuah kripik dibungkus dengan apik, dalam kotak kaca dan disampirkan dengan pita-pita emas, berlebihan bukan? untukku seperti itulah dunia, tak lebih seperti remah humor murahan, yang dikemas terlalu dramatis.
kau tak pernah bisa terlalu serius untuk menikmatinya, ketika seseorang bermain dengan takdirnya, maka tak pernah ada yang tahu bahwa ada yang sedang tertawa di belakang sana.
sungguh lucu ketika dua orang yang saling menuduh, padahal tanpa sadar telah dipermainkan oleh skenarionya sendiri,
sungguh bodoh ketika seseorang terlalu mempercayai orang lain, padahal kenyataannya tak pernah ada yang benar-benar bisa dipercaya. sarkastik? itulah kenyataannya.
senyuman manis terkadang menyimpan kepahitannya sendiri,
hadiah di tengah malam terkadang karena pagi hari terlalu terang untuk menyimpan rahasianya
teruslah menangis di atas kelapukan senyummu.
teruslah berdoa dengan sisa kerapuhanmu.
tetaplah terus bermain, dan untuk kali ini, aku yang akan tertawa.
rasa memiliki itu seperti sel. semula satu dan kemudian terpecah jadi seribu satu
-kpbj, dee lestari-

Wednesday, 18 July 2012

girls night out










Tuesday, 10 July 2012

aku tahu

aku tahu dia itu kamu

saat kita pertama kali bertemu, menyambutku tanpa terbesit sedikitpun akan seberapa dekat kita berdua, tanpa menyebut nama, tanpa berjabat tangan, tanpa saling memandang terlalu lama, namun aku tahu... dan itu cukup... saat itu.

aku tahu dia itu kamu

saat kita memulai berbincang tanpa arah, berdebat kecil, mencoba memalingkan muka, namun tak dapat menahan untuk tertawa kecil karena sifat kekanakkan kita, mengucap kata maaf seketika.. kamu... sederhana? bukankah itu yang seharusnya?

aku tahu dia itu kamu

saat semua orang bertanya seperti apa dia yang aku harapkan, seperti apa dia yang menjadi masa depan, seperti apa dia yang nanti aku cinta, haruskah aku menjawab itu kamu, sejujurnya.. aku masih ragu

tapi, aku selalu tahu dia itu kamu

ketika aku bersandar di bahumu, aku tahu kau ada. ketika kau terlalu jauh untuk ada, kau masih membuatku percaya. dan ketika semua hal yang membuatku percaya telah hilang, aku akan menoleh ke sampingku, dan masih terus berkata... aku mencintaimu.

dan bila seseorang bertanya siapa dia yang akan selalu bersamamu
mungkinkah kau akan tahu dia itu adalah aku?




Wednesday, 4 July 2012

curhat malam hari

yap di jam 2 malem masih kebangun, ngadep laptop memang mungkin asiknya curcol-curcol ceria,, even not cheerful at all, ya nikmati aja, seperti postingan curhat sebelumnya, kalo ngga berminat ya ngga usah dibaca, gampang kan?
mungkin beberapa orang sadar kebanyakan sadar, kalo beberapa prosa, puisi, atau yang lain banyak kalimat yang mengandung unsur kata 'capek', 'lelah', 'bosan', iya.. gue capek, lelah, bosen, bukan bosen idup yang jelas, my life is so amazing,. kalo gitu bosen apa ya? lebih kaya' bosen harus selalu bersinggungan sama orang lain, ngga berarti gue an-sos loh ya.. cuma.. gue capek aja sama orang yang selalu misunderstand sama sikap gue, cara gue ngomong, intinya gue capek

ada orang yang emang gue anggep sohib, saudara, tapi secara ngga sadar gue nyakitin orang yang suka sama sahabat gue, karena gue yang terlalu deketlah, terlalu dianggep genitlah, or whatev you judged me. ok, fine, gue menghindar. tapi masih aja dianggep ngegodain lah, ngedeketin lah, rasanya kayak mau teriak 'damn it, gue udah menghindar buat jaga perasaan elo, tapi elo bisa-bisanya nganggep gue kayak bitch yang ngegodain cowok-cowok, gitu?, sorry you've got bussiness with wrong person!!' itu baru kasus pertama
atau merelakan seseorang pergi yang mungkin aja dia bakal dapet seseorang yang lebih baik, sekalipun aku sayang, tapi mungkin selalu aja cara penyampaianku yang salah. 
belum orang yang emang harus aku jutekkin lainnya untuk menjaga jarak, sekali lagi bukannya aku an-sos or something like that laahh, i've just got higher barrier for myself. aku ngelakuin itu untuk jaga perasaannya orang itu, dan perasaan gue. gue ngga mau making fun with others feeling, gue ngga setega itu, gue ngga sejahat itu.
aku capek karena selalu jaga perasaan orang, padahal toh orang itu ngga tahu dalam perasaanku kan? i'm tired being misunderstood all this time. seolah-olah perasaan mereka, kepentingan mereka yang harus aku jaga baik baik. tapi perasaan gue gimana? karena gue selalu kelihatan kuat? baik-baik aja? keliatan ceria dan santai walaupun besok kiamat? makanya mungkin yang dipikir adalah "it's ok, she's doing fine with everything. just hurt her, because she will forgive you tomorrow" yup. lupain aja gue punya hati,tenang aja gue masih punya banyak stok topeng cadangan, thanks!
gue jutek cuman buat satu hal, ngelindungin diri sama perasaan gue juga perasaan orang lain, salah?
gue baik ke temen gue karena pada dasarnya aku bukan orang yang pinter buat gaul dan deket sama orang makanya gue mau paling enggak punya satu temen tapi bisa diandalkan, salah juga?
judge aja terus, anggep gue rese', sombong, rebel, genit, penggoda, kasar, jutek, apatis, cuek. atau apapun...
hebat.. mungkin anda memang lebih mengerti tentang saya!!!