Wednesday, 25 July 2012
mari bertaruh, tuan
hei, tuan..
sepat sudah lidah ini untuk bertutur manis, seperti permen karet yang lamat menghambar, maka seluruh perkataan ini telah pudar.
hei, tuan..
tidakkah cukup seluruh aksara yang aku tuliskan,atau masih terasa ganjilkah semua hal yang aku lakukan. bahkan air mataku sudah bisa meluapkan neraka, ya, tuan. dan masih saja kau berusaha masukkan kembali bara-bara.
maka mari kita bertaruh, tuan.
luka siapa yang paling dalam.
taruh lukamu ya tuan, dan mari sama-sama lihat borokku
karena saya pasti memenangkannya.
mari kita bertaruh, tuan.
cinta siapa yang mengalah,
dan cinta siapa yang mengikat, menarik, menindih serta menghampar.
sekali lagi, saya pasti memenangkannya
dan untuk terakhir kalinya,
mari kita bertaruh, ya tuan.
jalaran cemas telah saya kemas,
dan lihatlah siapa yang bisa terlebih dahulu lepas landas
dan anda hebat, ya tuan.
kali ini, andalah pemenangnya
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment