About me

Feeds RSS
Feeds RSS

Tuesday, 8 October 2013

very happy birthday

wanita bersweater itu tidaklah mempesona, sudah bukan usianya membuat para lelaki memandangnya, namun cukup untuk membuat manusia sepertiku melihatnya kagum, gurat di wajahnya merupakan jejak waktu berapa lama dia menjalani hidupnya, setengah abad atau lebih mungkin. Dengan matanya, aku tak yakin apakah dia masih dapat dengan jelas melihatku dengan keberadaanku yang cukup jauh dari mejanya, akan tetapi aku masih bisa memperhatikan pandangannya, jelas. mata yang sama ketika seorang gadis jatuh cinta, dan pandangannya jatuh pada lelaki gagah didepannya.
sejam, dua jam, mereka masih berbincang. pernah bertanya-tanya bagaimana seseorang bisa menghabiskan waktu yang lama dengan seseorang dengan berbincang tanpa kehabisan topik bahasan, sekarang aku percaya. waktu hampir menunjukkan tengah malam, akan tetapi dua orang tua itu tampak tak ingin bangkit dari tempatnya sekarang.

'selamat ulang tahun.. selamat ulang tahun.. selamat ulang tahun, cinta.. selamat ulang tahun~~'

lelaki itu memejamkan mata dan meniup lilinnya perlahan..
dan aku terbangun...

mana yang lebih seperti mimpi?
terduduk melihat kedua orang tua seperti mereka bermesraan, atau
menjadikan kita seperti kedua orang tersebut
dari pertengahan usia, tengah malam, setiap tahun, hingga akhir
tetap saling mencintai..

aku memilih opsi pertama. karena untuk hal yang kedua aku tak ingin sekedar mimpi
selamat tanggal 3 oktober dan,
selamat ulang tahun, sayang..

                                                                                                                                                                                                                         
Very Happy birthday, My dear
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       

Saturday, 31 August 2013

di tengah hujan: kenangan

setiap hal di tengah hujan akan berakhir menjadi kenangan,

gadis kecil berjubah merah menari, dan aku menulis puisi,
memperhatikan dia yang di luar terlalu senang di tengah latar yang kelabu,
mungkin hanya aku yang tidak senang dengan cuaca seperti ini, menyedihkan.
ditambah duduk sendirian di tengah ruangan kafe berhiasan klasik, dengan penyanyi latar yang entah meraung atau berbisik,
perbedaan usia mungkin memang memberi jarak,
pemikiran atau perasaan, hujan menjadi panggung tari dan tawa beriringan,
tapi sekarang, hanya tetes dingin dan gigil beku yang menahanku berada di bawahnya.

setiap hal di tengah hujan akan berakhir menjadi kenangan, 
tapi, apa yang akan kau kenang dari hal tidak berguna seperti hari ini.

'kau sedang menulis apa?'

gadis kecil berjubah merah tiba-tiba di sampingku, iya, gadis berjubah merah yang kulihat sedang berlarian di luar, sekarang berada disini
aku harap dia bukan hantu yang tiba-tiba memilih menghampiriku dari sejumlah orang yang lebih luang untuk ditakuti.

'bajumu basah, apa tak apa kau masuk kesini?

dia menggeleng, lugu,  matanya terus menatapku, tidak lembut, tapi tidak menusuk
matanya berkeliling, memperhatikanku, tepatnya puisi yang aku tulis
tanpa ekspressi dibacanya satu persatu kalimat tanpa jeda
tanpa nada, tanpa irama

'puisi, kau suka?'
'tidak, puisi yang kau buat... suram'

aku terdiam,. suram?
ada yang salah dengan puisi suram?
inilah yang orang biasa cari, bukan?
sisi gelap yang mencerminkan perasaannya di tengah kepura-puraannya
bukankah itu yang biasa dicari orang di tengah halaman puisi
mencari sampul yang apik, hanya untuk mencari halaman yang gelap.

'kau suka puisi tentang apa?'
'hal yang menyenangkan.. coklat, awan, pelangi, uhhmm..  dan cinta'

aku tergelak, cinta?
mungkin pengaruh media jaman sekarang benar-benar berhasil menjadi sugesti,
bagaimana anak kecil yang seharusnya memahami tentang permainan, atau makanan enak menjadi begitu fasih mengucap cinta?
sedang aku masih berbelit mengeja marsimelow, masmelow, marsh... ah.. sudahlah.

'kau masih kecil, mungkin yang kau tahu cinta itu menyenangkan, tapi setelah kau semakin dewasa, kau akan tahu cinta tidak semenyenangkan itu, kau masih harus bersepakat dengan rasa sakit, kecewa, dan salah satu hal yang tak kau suka dari puisi ini, yaitu, kesuramannya'

dia terdiam, matanya menatapku,
entah apa yang dia lihat dari tempat duduknya sekarang
orang yang naif tentang cinta dan menjelaskannya seperti  mengajarkan rumus kuantum kepada anak kecil yang bahkan belum genap sepersepuluh abad?
aku mungkin benar-benar terlalu lelah

'tapi buatku cinta itu menyenangkan, aku bisa dapet jubah merah ini karena papa mama mencintaiku, aku dapat belajar baca seperti tadi, karena guruku mencintaiku, dan aku dapat masuk ke kafe ini tanpa dimarahi juga karena orang-orang di kafe ini mencintaiku, bukankah menyenangkan kalau cinta bisa buat kita dapetin apa yang kita mau, buat kita belajar jadi lebih baik..'

'kau yang belum mengerti apapun, lebih baik diam!'

 kali ini giliran orang-orang di ruangan ini yang melihatku,
mungkin mereka berfikir aku terlalu gila karena berdebat dengan anak kecil,

'maaf, aku tak bermaksud,. mungkin kau benar cinta memiliki dua sisi tersebut, dan aku hanya ingin meninggalkan sakitnya'

'meninggalkan cinta memang membuat rasa sakit jadi hilang, tapi di saat yang sama mungkin kakak juga harus bersiap rasa bahagianya akan meninggalkanmu...
aaaa.. aku harus pergi mama sudah menjemput, daaghh kakak cantik yang suram'

dia mengambil payung pelanginya, menyalami para pegawai satu persatu
tersenyum lebar, dan meninggalkanku sendirian.
aku menyesap minumanku sejenak, melihatnya melompat-lompat kecil di udara.

di tengah hujan, aku tak pernah menyangka kejadian akan benar-benar menjadi kenangan..

hingga sekarang.

Friday, 30 August 2013

janji?

janji adalah janji,
ketepatannya adalah kebahagiaan,
dan pengingkarannya adalah kekecewaan,

Untuk berada disini bukanlah sesuatu yang mudah, aku tak bisa mengatakan aku telah melewati ribuan jurang atau terancam dimakan harimau di tengah hutan,
akan tetapi untuk berada disini dan menunggu seseorang yang telah berjanji untuk melakukan hal yang sama, mungkin akan benar-benar kulewati jurang dan harimau bila ada.

hari pertama, tak ada kabar, pikiranku masih tenang, mengingat apa yang aku lalui di belakang, sedikit berbelit dengan keadaan sebelum ini, mengumpulkan receh-receh dari kaleng-kaleng selokan yang bahkan pengemis pun tak membutuhkannya. hal sulit pertama sudah kulalui, ahh.. mungkin dia juga begitu, sedang bekerja keras agar dapat mengumpulkan receh, mungkin bukan dari kaleng yang dibuang di selokan, tetapi lebih sulit. iya, pasti dia sedang berusaha, karena itu dia terlambat.

hari kedua, masih belum datang, sudah dua hari dari pertemuan yang kami rencanakan. tapi, masih belum tampak akan auranya. ahh.. aku ingat aura itu sejak pertama kali bertemu, dan aku merindukannya. aku mulai berfikir keadaan di rumah, ada adik kecilku yang harus kubelikan makan, receh di kantungnya cukup untuk sehari ini, kupikir, tapi bagaimana untuk besok? semoga adikku dapat bertahan dengan sebungkus makanan selama kutinggalkan. dan dia yang belum datang, mungkin sedang mencari bekal untuk menuju kesini, dia pasti sedang bekerja keras, seperti aku juga berusaha sebelumnya, pasti.

hari ketiga, aku semakin resah, dia belum datang, mungkinkah dia benar-benar terjun ke jurang, atau dimakan harimau di ujung jalan, tapi seharusnya dia tidak melewati itu semua pada jaman sekarang, apa recehnya tidak cukup banyak untuk dikumpulkan sampai hari ini? aku harus kembali, bagaimana dengan keadaan adikku?

hari keempat, aku mulai putus asa, aku pulang atau menunggu.. pulang atau menunggu.. dia sudah berjanji, kan? pasti akan dia tepati kan?

hari kelima, aku menyerah., aku memutuskan untuk pulang.

Dan di rumah aku menemukan dua hal,
surat bahwa dia tak ingin datang. dan
adikku yang baru saja dimakamkan.

Tuesday, 11 June 2013

untuk segala kerandoman


SELAMAT TANGGAL 11 JUNI.. 

Ah.. bukan, bukan, ini bukan hari istimewa apapun, setidaknya untukku, tapi selamat hari istimewa untuk siapapun yang merasa hari ini istimewa…

Postingan kali ini aku tujukan untuk keabsurdan, dan kerandoman tengah malam yang tiba-tiba datang. Hidup itu berjalan spontan, manusia hanya bisa berencana, dan Tuhan yang menentukan. Sedangkan aku, tak punya rencana dan semua datang secara mendadak, seperti kamu…

Pernah berencana untuk sakit hati? Atau merancang kepada siapa kau akan jatuh cinta? Atau bagaimana kau akan jatuh cinta? Atau telah merancang waktu? Aku tidak…

Dia manusia asing, yang entah kenapa bisa datang, sedangkan manusia yang dia sapa ini, termasuk jenis manusia yang terlalu asing untuk berkenalan sesama asing, tapi tanpa perlu berkenalan pun dia sudah tak asing, entah bagaimana caranya…

First impression is the most… and first date is the key, that’s what they said… masih ingat dengan baju pertama yang aku kenakan? Kaos oblong bendera inggris, dengan sandal jepit, tanpa riasan karena tujuanku hanya ingin menonton futsal, dan kamu, dengan kemeja lusuh dari kemarin dan rambut berantakan karena diam-diam telah mengikuti kelas kuliah entah siapa. Untuk kencan pertama, I have no comment, kecuali, bagian aku yang membayar dan aku hanya membelikanmu air putih. Jadi… ada yang ingin beropini bagaimana kesan pertama kita? well we messed it up, don’t we??

Kontradiksi, parallel, entah apa kata yang pantas untuk mencocokkannya,
Kita berkebalikan, namun terkadang sama. seperti cermin, persis namun dengan cara yang berlawanan

Saat pasangan lain harus bersabar karena wanita menjadi lebih bawel saat PMS, disini malah kamunya yang lebih sensitif.well.. apabila suatu saat nanti aku hamil, aku masih berharap kamu yang merasakan mengidam dan mualnya, anggap saja job sharing.

Tapi dari segala kerandoman kita, apalagi yang lebih aku suka daripada kamu yang selalu mengangkat teleponku kapanpun, atau dimanapun, even in the toilet..( and I still don’t get how you can take a pee and hold your phone at the same time.. ) atau saat kamu menjawab pertanyaan absurdku yang entah aku dapat darimana pertanyaan tersebut, atau saat kamu yang tiba-tiba membetulkan tali sepatuku, atau saat kamu ingin menyuapiku depan keluargaku, atau saat… ya sudahlah

I just love how random we could be, dan dari segala kekacauan yang aku buat, aku bersyukur, karena  kamu kekacauan terbaik yang pernah aku pilih, dan yang Tuhan berikan…

Mari bersulang, untuk segala randomisasi takdir.





Wednesday, 17 April 2013

untuk sejawat kami

kita tak pernah dapat memilih mimpi, baik ataupun buruk. yang kita tahu saat terbangun semua hanya mimpi..kabar itu datang tak diundang dan tak pernah berharap untuk ada..
berharap semua hanya mimpi... mimpi buruk.. sangat buruk.. dan besok mungkin saja, kau masih bisa melengang santai.. sekadar berkata 'hai' atau duduk berdiskusi dengan kami?terkadang manusia mungkin memang harus menampar dirinya sendiri untuk terbangun, dan tersadar bahwa engkau sudah bersandar di tempat yang lebih nyaman, bukan di tempat tidur yang melelahkanmu. engkau, teman kami, sahabat kami, saudara kami, sejawat kami, engkau yang baik.. engkau yang kami sayangi, ada yang lebih menyayangimu disana, ada sisi yang meminta kau isi.Allah menyayangimu, kawan. dan malaikat di surga sana sudah menunggumu untuk menjadi sahabatnya..selamat jalan, Kevin anggana monda. we loves you..

Thursday, 4 April 2013

SJSN


Policy Brief:
Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

Jaminan sosial merupakan hak setiap individu bangsa di setiap Negara, tidak terkecuali Indonesia, di dalam perkembangannya, Di Indonesia, jaminan sosial diamanatkan dalam UUD Tahun 1945 dan perubahannya Tahun 2002, Pasal 5 ayat (1), Pasal 20, Pasal 28H ayat (1), ayat (2) dan ayat (3), serta pasal 34 ayat  (1) dan ayat (2). TAP MPR RI No. X/MPR/2001 menugaskan kepada Presiden RI untuk membentuk Sistem Jaminan Sosial Nasional.
Amanat ini direalisasikan dengan dibentuknya Kelompok Kerja Sistem Jaminan Sosial Nasional (Pokja SJSN) Tahun 2001 oleh Wakil Presiden RI (Kepseswapres, No. 7 Tahun 2001, 21 Maret 2001), dengan tugas utama menyiapkan Naskah Akademik (NA) SJSN dan konsep Rancangan Undang-Undang (RUU) SJSN. Kepseswapres tersebut diperbaharui dengan Keppres No. 20 Tahun 2002, tanggal 10 April 2002, tentang pembentukan Tim SJSN dengan bentuk penugasan yang sama.
Pada dasarnya, sebenarnya Indonesua sudah memiliki suatu sistem asuransi sosial mewajibkan pesertanya membayarkan premi ke lembaga asuransi yang ditunjuk negara. Saat ini kurang dari 10% penduduk Indonesia (sekitar 17 juta orang)yaitu hanya pegawai negeri peserta PT Askes dan pegawai swasta peserta Jamsostek yang sudah masuk dalam sistem asuransi kesehatan sosial.
Sistem pembiayaan kesehatan yangberlaku sekarang didominasi sistem pajak yaitu negara membayar langsung kepada pemberi pelayanan kesehatan melalui mekanisme Jaminan Kesehatan Masyarakat atau JaminanKesehatan Daerah (Jamkesmas/Jamkesda) yang mencakup lebih dari 75 juta penduduk.
Program Jamkesmas adalah suatu program pengganti Asuransi Kesehatan untuk Keluarga Miskin (Askeskin) yang mulai dilaksanakan tahun 2008. Pemerintah mengatakan jika SJSNefektif nanti diterapkan sepenuhnya di indonesia maka Program Jamkesmas akan disesuaikan dengan SJSN tersebut.
Program SJSN sebenarnya sudah dimulai dengan program Jamsostek, yang diatur dengan UU Jamsostek (UU no 3/1992). Namun UU Jamsostek tersebut, yang sudah berlaku Nasional, pada hakikatnya telah
diubah dengan UU SJSN yang mengembangkan 5 (lima) program yang dijamin secara NASIONAL. Mengapa demikian? Karena UUD 1945 mensyaratkan SELURUH rakyat, terlepas apakah ia pegawai negeri, pegawai swasta, atau pekerja mandiri seperti petani, nelayan, dan pedagang, harus mendapat jaminan sosial yang sama, yaitu Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian. Dalam UU Jamsostek, Jaminan Pensiun belum termasuk.
Meskipun secara tegas tidak disebutkan bahwa UU SJSN merevisi UU Jamsostek, pada hakikatnya UU SJSN merevisi UU Jamsostek. Oleh karenanya, tidak ada alasan untuk merevisi UU Jamsostek secara
terpisah. Secara otomatis, UU Jamsostek tidak berlaku lagi setelah tahun 2009, sebagaimana diatur oleh UU SJSN pada pasal 52 yang menugaskan PT Jamsostek menyesuaikan diri dengan UU SJSN. Bukan
menyesuaikan UU Jamsosteknya, karena hal itu sesungguhnya sudah diatur oleh UU SJSN. Artinya, PT Jamsostek harus menjadi BPJS dan menyelenggarakan satu atau lebih program jaminan sesuai dengan yang diatur oleh UU SJSN.

Dalam merumuskan konsep jaminan sosial untuk Indonesia Tim menyepakati suatu sistem jaminan sosial harus dibangun diatas tiga pilar yaitu:
Pilar pertama yang tebawah adalah pilar bantuan sosial (social assistance) bagi mereka yang miskin dan tidak mampu atau tidak memiliki penghasilan tetap yang memadai  untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak. Dalam praktiknya, bantuan sosial ini diwujudkan dengan bantuan iuran oleh pemerintah agar mereka yang miskin dan tidak mampu dapat tetap menjadi peserta SJSN.
Pilar kedua adalah pilar asuransi sosial yang merupakan suatu sistem asuransi yang wajib diikuti bagi semua penduduk yang mempunyai penghasilan (diatas garis kemiskinan) dengan membayar iuran yang proporsional terhadap penghasilannya/upahnya. Pilar satu dan pilar kedua ini merupakan fondasi SJSN untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak yang harus diikuti dan diterima oleh seluruh rakyat (pilar jaminan sosial publik).

Pilar ketiga adalah pilar tambahan atau suplemen bagi mereka yang menginginkan jaminan yang lebih besar dari jaminan kebutuhan standar hidup yang layak dan mereka yang mampu membeli jaminan tersebut (pilar jaminan swasta/privat yang berbasis sukarela/dagang). Pilar ini dapat diisi dengan membeli asuransi komersial (baik asuransi kesehatan, pensiun, atau asuransi jiwa), tabungan sendiri, atau program-program lain yang dapat dilakukan oleh perorangan atau kelompok seperti investasi saham, reksa dana, atau membeli properti sebagai tabungan bagi dirinya atau keluarganya.
Di dalam rencana aksi SJSN menurut wamenkes RI terdapat 6 rencana pengembangan persiapan SJSN yaitu
1.pengembangan fasilitas layanan kesehatan
2. akreditasi fasilitas layanan kesehatan dan standar pelayanan kedokteran
3.pengembangan SDM kesehatan
4.pengembangan farmasi dan alat kesehatan
5. standarisasi biaya dan tarif pelayanan kesehatan
6. penyusunan regulasi
Dalam pengembangan fasilitas layanan kesehatan kita mengetahui bahwa tahapan sistem berdasarkan pelayanan primer dan rujukan. Dimana pelayanan primer merupakan peran sebagai gate keeper dari kesehatan masyarakat, sedangkan untuk data terbaru dalam rujukan, Indonesia ditengarai pada waktu tahun2014 sudah memiliki fasilitas yang cukup, hal ini tentu saja berbanding terbalik dengan kenyataan data yang ditemukan berdasarkan data pada bulan april 2012, jawa timur memiliki penyebaran fasilitas kesehatan terburuk ke 3 dibandingkan dengan provisi lainnya, bahkan seperti Maluku, papua, dan NTT.


Konsep pembiayaan yang diterapkan pada SJSN ini merupakan adaptasi yang berasal dari sistem konsep Asuransi/Jaminan Kesehatan Di Indonesia, kata asuransi dan jaminan sering digunakan sebagai suatu sistem jaminan yang sama.  Namun, sesungguhnya  kata  asuransi  memiliki  arti  yang  lebih  khusus  ketimbang  jaminan. Jaminan dapat berarti garansi yang banyak digunakan dalam bisnis barang-barang.  Jaminan atau garansi setahun, dua tahun, dan sebagainya. Jelas, jaminan yang berarti garansi bukanlah asuransi.
Konsep  jaminan  yang  merupakan  terjemahan  dari  kata  asuransi  atau security dalam jaminan sosial merupakan konsep pemindahan risiko dan pengumpulan dana untuk kepentingan bersama.
(1)    Asuransi merupakan suatu cara gotong royong yang terorganisir Penerima manfaat terbatas pada yang mengiur/berkontribusi. Di dalam praktek sistem  jaminan  sosial  yang  membayar  iuran  disebut  peserta  dan  pemerintah membayarkan iuran atas nama orang miskin. Dengan demikian, peserta jaminan sosial terdiri dari peserta mandiri dan peserta  yang  dibantu  oleh  pemerintah.  Konsep  gotong-royong  yang  terorganisir  dari  sebuah sistem asuransi terjadi dengan mekanisme setiap peserta secara teratur, biasanya  tiap  bulan,  mengiur  dalam  jumlah  yang  terjangkau,  misalnya  5% pendapatan. Dengan turut mengiur, peserta akan tenang dan tidak perlu khawatir  jika sewaktu-waktu jatuh sakit. Itulah sebabnya, dalam bahasa Inggris, jaminan sosial disebut social security, karena kalau kita sudah mengiur untuk jaminan/asuransi sosial, maka kita terbebas dari rasa khawatir atau kita merasa aman terhadap kejadian sakit yang sewaktu-waktu menimpa kita. Jaminan sosial menjamin rasa aman atas  kejadian yang bersifat alamiah, seperti sakit dan menjadi tua. Untuk memberikan gambaran yang mudah difahami, berikut ini disajikan sebuah
contoh sederhana dari sebuah kota Sehat Wal Afiat (SWA).
Dalam kota SWA terdapat 500.000 penduduk yang ternyata setiap tahunnya ada 1.000 orang yang dirawat, dengan rata-rata biaya perawatan mencapai Rp 20 juta per perawatan. Maka Kota SWA menghabiskan dana 1.000 orang x Rp 20 juta = Rp 20 Milyar setiap bulan. Jika  biaya  perawatan  sebesar  itu  ditanggung  masing-masing  yang  sakit,  maka kebanyakan penduduk kota SWA akan jatuh miskin. Akan tetapi, jika seluruh dana tersebut  ditanggung  bersama  oleh  semua  penuduk,  maka  tiap  penduduk  menanggung Rp 20 Milyar dibagi 500.000 orang = Rp 40.000 per penduduk per tahun, atau hanya Rp 40.000/12 = Rp 3.400 per orang per bulan.

(2)    Iuran yang terkumpul merupakan dana bersamaJumlah iuran/premi yang terkumpul merupakan “Dana Bersama” seluruh peserta asuransi  atau  disebut  Pool,  bukan  lagi milik  perorangan.  Dana  itu  digunakan sesuai  kontrak  atau  peraturannya,  yaitu  hanya  untuk  membiayai  manfaat asuransi/jaminan. Dalam jaminan kesehatan, atau dana bersama tersebut hanya  digunakan  untuk  membayar  biaya  pengobatan  atau  perawatan  peserta.  Jika seseorang  peserta  tidak sakit selama  bertahun-tahun,  ia  tidak  bisa mengambil kembali dana yang ia iur, karena dana tersebut sudah digunakan oleh mereka yang sakit.

(3)    Asuransi kesehatan komersial vs asuransi kesehatan sosial Di dalam asuransi ada dua kelompok besar yaitu asuransi komersial dan asuransi sosial. Perbedaan mendasar dari kedua kelompok asuransi kesehatan ini adalahkepesertaan,  formula  penetapan  iuran  peserta  dan  nilai  gotong-royong  serta pemanfaatan hasil usaha. Dalam asuransi/jaminan sosial jumlah uang tersebut dikenal dengan iuran atau kontribusi yang biasanya tidak terkait dengan perbedaan jaminan, tetapi terkait dengan perbedaan pendapatan atau upah.

Asuransi kesehatan komersial. Sukarela, jual-beli.
 Kepesertaan asuransi kesehatan komersial bersifat sukarela dan konsumen dapat memilih perusahaan yang menjual dan memilih paket yang dijual. Paket asuransi, sering diberi berbagai macam nama sesuai dengan jenis pelayanan dan harga paket(misalnya  paket  standar,  paket  emas,  berlian,  dwi  guna,  multi  guna,  dan sebagainya)Dalam  asuransi  komersial,  jumlah  uang  yang  dibayarkan  oleh  setiap  peserta disebut premi dan biasanya ditetapkan oleh perusahaan atau badan yang menjual asuransi  dengan  nilai  rupiah  tertentu  yang  berbeda-beda  tergantung  paket jaminannya. Harga tersebut sudah termasuk biaya pemasaran, komisi agen yang dapat mencapai 15%, keuntungan perusahaan dan biaya pengobatan. Jadi pasti lebih mahal dari asuransi sosial.Asuransi  komersial  mempunyai  aspek  gotong-royong  namun sangat  terbatas. Penduduk miskin atau tidak miskin tetapi bergaji kecil biasanya tidak sanggup membeli sehingga kegotong-royongan hanya terbatas pada penduduk yang tidak miskin. Gotong-royong antara yang sehat dan yang sakit masih dibatasi antara kelompok  pembeli  paket jaminan. Yang membeli  paket  dengan  harga murah, biasanya  mendapat  jaminan  pengobatan  yang  terbatas  pula.  Jadi  kegotong-royongannya atau solidaritas sosialnya sangat terbatas.Tujuan seseorang atau badan menjual asuransi komersial lebih diutamakan untuk mencari keuntungan bagi dirinya dan pemegang sahamnya dan bukan sepenuhnya untuk memberikan rasa  aman  atau menjamin  kebutuhan  dasar  pembeli. Hasil usaha  yang  didapat  dari  penjualan  asuransi  kesehatan  komersial  diperlakukan sebagai  laba  perusahaan  dan  diperuntukkan  bagi  pemilik  perusahaan  dan pemegang  saham.  sementara  di  dalam  asuransi  kesehatan  sosial  hasil  usaha dikembalikan kepada peserta dalam bentuk peningkatan manfaat.

Asuransi Sosial. Wajib, bukan jual-beli, dan solidaritas.
Berbeda dengan asuransi komersial, asuransi sosial bersifat wajib yang diatur oleh undang-undang.  Peserta  tidak  memiliki  pilihan  dan  jaminannya  bersifat pemenuhan kebutuhan dasar. Program jaminan kesehatan sosial merupakan tugas negara dan di Indonesia tugas ini adalah amanat UUD Negara 1945. Dana yang dikumpulkan  adalah milik  peserta  yang  ditujukan  untuk  kesejahteraan  peserta sehingga seluruh sisa  usaha  termasuk  keuntungan  usaha  dikembalikan  untuk peningkatan manfaat jaminan bagi peserta.
Pada dasarnya penerapan SJSN ini merupakan sesuatu yang baik bila dilakukan dengan pengelolaan yang baik pula, dimulai dari ke-6 tahapan persiapan aksi hingga target pertahun yang dapat dilakukan dengan benar bila mendapatkan kawalan yang baik yang berasal dari pihak masyarakat, staf kesehatan, maupun pihak berwenang, termasuk Negara.

30 Maret 2013
KASTRAT BEM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER

Wednesday, 6 February 2013

cangkir kopi

Terkadang mengeluh tak pernah begini peluh,
merindukan seseorang menjadi keseharian, mencintai dan tersenyum sendirian menjadi kebiasaan.
Aku ini pencemburu, bahkan terhadap hal di sekitarmu, terutama cangkir kopimu.
Iya, cangkir kopi, aku kalah dengan benda mati, yang tiap pagi kau sapa dan hayati,
padahal kata selamat pagi darimu hanya sekali-kali bisa aku sesapi.
Membayangkanmu menghirup kepulnya membuatku sendirian,
sedangkan aku disini bercumbu dengan kerinduan yang entah seperti apa rupanya,
hangat kah? Seperti udara kah? mungkin lebih baik kerinduan berwujud padat, setidaknya ada yang kupeluk saat membayangkanmu terlalu muluk.
tatapanku meliar, tapi masih kau yang mengisi,
Dan kini cangkirmu telah kosong, tapi masih kau pandangi