janji adalah janji,
ketepatannya adalah kebahagiaan,
dan pengingkarannya adalah kekecewaan,
Untuk berada disini bukanlah sesuatu yang mudah, aku tak bisa mengatakan aku telah melewati ribuan jurang atau terancam dimakan harimau di tengah hutan,
akan tetapi untuk berada disini dan menunggu seseorang yang telah berjanji untuk melakukan hal yang sama, mungkin akan benar-benar kulewati jurang dan harimau bila ada.
hari pertama, tak ada kabar, pikiranku masih tenang, mengingat apa yang aku lalui di belakang, sedikit berbelit dengan keadaan sebelum ini, mengumpulkan receh-receh dari kaleng-kaleng selokan yang bahkan pengemis pun tak membutuhkannya. hal sulit pertama sudah kulalui, ahh.. mungkin dia juga begitu, sedang bekerja keras agar dapat mengumpulkan receh, mungkin bukan dari kaleng yang dibuang di selokan, tetapi lebih sulit. iya, pasti dia sedang berusaha, karena itu dia terlambat.
hari kedua, masih belum datang, sudah dua hari dari pertemuan yang kami rencanakan. tapi, masih belum tampak akan auranya. ahh.. aku ingat aura itu sejak pertama kali bertemu, dan aku merindukannya. aku mulai berfikir keadaan di rumah, ada adik kecilku yang harus kubelikan makan, receh di kantungnya cukup untuk sehari ini, kupikir, tapi bagaimana untuk besok? semoga adikku dapat bertahan dengan sebungkus makanan selama kutinggalkan. dan dia yang belum datang, mungkin sedang mencari bekal untuk menuju kesini, dia pasti sedang bekerja keras, seperti aku juga berusaha sebelumnya, pasti.
hari ketiga, aku semakin resah, dia belum datang, mungkinkah dia benar-benar terjun ke jurang, atau dimakan harimau di ujung jalan, tapi seharusnya dia tidak melewati itu semua pada jaman sekarang, apa recehnya tidak cukup banyak untuk dikumpulkan sampai hari ini? aku harus kembali, bagaimana dengan keadaan adikku?
hari keempat, aku mulai putus asa, aku pulang atau menunggu.. pulang atau menunggu.. dia sudah berjanji, kan? pasti akan dia tepati kan?
hari kelima, aku menyerah., aku memutuskan untuk pulang.
Dan di rumah aku menemukan dua hal,
surat bahwa dia tak ingin datang. dan
adikku yang baru saja dimakamkan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment