Manusia dewasa itu pembohong..
Itu kata dewi kecil, mereka sangat senang membohongi anak kecil, mereka dulu bilang permen itu rasanya pahit, tapi kenyataannya rasanya manis. Mereka dulu bilang kalau nakal nanti digigit kecoa, kenyataannya kecoa ngga pernah menggigit, bahkan tinggal diinjak mereka juga akan mati.
Manusia dewasa itu pembohong..
mbah nang juga pembohong, dulu beliau bilang, beliau akan menemaniku sampai aku nikah.. tapi kenapa selepas smp beliau sudah pergi? kenapa mbah nang ngga bisa sabar sedikit lagi untuk melihatku lebih dewasa, ah.. mungkin beliau melupakan janjinya karena penyakit pikunnya dan jadi tidak sengaja melupakan janjinya padaku dulu, sudahlah dewi kecil mengerti.
Mungkin mbah uti juga sama dengan kebanyakan manusia dewasa, suka berbohong termasuk ke cucunya sendiri,
Beliau pernah bilang kalau ingin melihatku menjadi dokter, mengobati penyakit asam uratnya, tapi kenapa beliau berbohong? kenapa beliau sekarang ngga ada disini?
katanya setiap aku pulang kesini beliau akan membuatkan gulai mentok kesukaanku, tapi buktinya sekarang sepiring pun tak tersedia..
Manusia dewasa suka berbohong..
kenapa mereka berjanji hal yang sulit mereka tepati?
Syukurlah sekarang dewi kecil sudah tidak ada.. ngga ada dewi kecil yang merengek ke beliau saat dimarahi mama.. ngga ada dewi kecil yang bergelayut manja untuk dipijat.. ngga ada dewi kecil itu lagi sekarang, mbah uti bangga kan?
Maaf mbah, dewi belum bisa ngobatin asam uratnya mbah.. dewi selalu manja sama mbah.. dewi belum bisa bahagiain mbah.. dewi minta maaf.. dewi salah.
mbah.. sekalipun dewi kecil telah menghilang, rasa sayang dewi ngga akan hilang..
dewi percaya Allah sayang sama mbah uti lebih dari dewi sayang sama mbah.
Mbah.. selamat tinggal..
Dewi sayang mbah uti..
Thursday, 16 August 2012
16 agustus 2012
Tuesday, 14 August 2012
my life is my journey
terkadang dalam hidup kita perlu sendiri untuk merenungi atau untuk menyambut kehadiran orang lain dalam hidup kita, my life is my journey..
hidupku tentang perjalananku. bahkan dalam sebuah perjalanan singkat, kamu dapat menghela nafas sejenak untuk memastikan dan bersyukur karena masih dapat merasakan hembusan udara hangat dari rongga dada kita.
untukku jember dan bali masing masing sudah aku beri setengah dari jiwaku.. kalau aku pergi dari jember maka aku akan kehilangannya, begitu juga sebaliknya. karena itu entah kenapa rasanya beraatt banget untuk ninggalin jember ke bali ataupun ninggalin bali ke jember. sebenarnya perjalanan pulang kemarin sama sekali aku ngga rencanain, semulanya karena iseng mau coba naek kereta sendiri, naek bus sendiri.. intinya mau nyoba aja, ngga ada niat laen..
saat di dalam kereta sebenarnya ngga banyak yang bisa diceritain aku duduk sendiri dan tidur sepanjang jalan.. mungkin yang menjadikan aku antusias adalah saat di bus, karena penghuni bisnya hanya 8 orang yang indonesia, yang lain? entah dari negara antah berantah mana, intinya seharian ada disana berasa siapa yg turis? siapa yg warga negara asli? jujur sampai saat aku naek bus, aku banyak mengeluh dan khawatir 'bagaimana kalau stasiunnya kelewatan karena aku ketiduran' (--,) sampai 'kenapa bisnya bobrok sekali?'
tapi semua lenyap begitu aja saat aku lihat lautan.. semua keluhanku luntur, yang ada hanya perasaan tenang dan sedikit berfikir 'berapa perbandingan antara seluruh rasa syukur dengan keluhanku ?. apakah sesedikit buih di tengah lautanMu?! bukankah seharusnya hamba malu?' mungkin dari saat itulah perjalananku benar benar menyenangkan. bayangkan kamu mendengar adzan sambil memandang lautan, bersama warga negara asing yang terkagum kagum dengan Indonesia.. bangga? banget. bersyukur? harus. ngga salah aku pake jaket ismki dengan emblem merah putih di lengan kanan..
Tuhan itu baik.. mindset ku ngga pernah berubah dari dulu, Dia menasehatiku dengan caraNya sendiri, Dia mengasihiku Dengan caraNya sendiri, dan kemarin dia mengasihiku melalui 4 orang.. orang pertama adalah ibu-ibu dan orang kedua adalah anaknya. ibu itu bercerita banyak tentang perbaiki kualitas diri dan juga percakapan ttg gender dan lain lain. ibu itu mempunyai jiwa yang kuat, sikap.yang tegas dan mempunyai idealisme, perannya sebagai pemimpin koperasi menuntutnya untuk bekerja keras, namun satu yang aku kagumi. kerasnya pemikirannya ternyata tidak mencegahnya menjadi ibu yang baik untuk anaknya.. iya, anaknya.. yang ternyata menderita sindrom down. ibu itu masih menyimpan cinta, dipeluknya anaknya dari mulai kapal berangkat hingga tiba di gilimanuk.. dan untukku, dia tidak hanya mengajarkan cara mencari nafkah sampingan, cara menjadi pemimpin masyarakat, namun juga cara mencintai keluarganya secara bersamaan, idealisme seorang perempuan.
jujur, aku termasuk penakut, dan Tuhan tahu.. mungkin karena itu Dia.mengirimkan 2 orang untuk menjagaku, 2 cowok, tinggi, besar yang satu tatoan.. malah tambah nakutin ya? hhe.. tapi nggalah.. mereka ternyata teman perjalanan yang menyenangkan, kapan lagi jalan sendiri tapi serasa punya 2 bodyguard.. (hahahhaa upss) mungkin karena kami senasib.. kami sama sama naek kereta KAI dengan tujuan terminal ubung tapi malah diturunin di terminal mengwi.. (* 。_。)/ | kena tipu| tapi thanks God, ada mereka yang ngerti harus kemana.. ada mereka yang ngomelin supir bis karena berangkatnya kelamaan dan ada mereka yang ngomel k supir angkot karena tarifnya kemahalan..
intinya perjalanan jember-bali kemarin menyenangkan, tapi kalo untuk nyoba kedua kalinya. uhmm no, thanks.. iya kalo seumpama perjalanannya ketemu sama orang orang seperti mereka, kalau ngga? mungkin memang benar kalo ada kata kata yang bilang.. perjalanan yang menyenangkan itu tergantung seberapa menyenangkannya orang yang menemanimu. sama seperti hidup, kalau ingin hidupmu menyenangkan carilah orang yang menyenangkan hidupmu..
see yaa.. next journey
Saturday, 11 August 2012
namun, ketika kehadiranku merupakan hal yang membuatmu terusik, maka dengan ikhlas aku akan menjadi orang pertama yang akan meniggalkanmu.
aku tak pernah akan meminta, apalagi memaksa.
karena seharusnya sesederhana itulah cinta.
dan hal sesederhana inilah yang bisa kulakukan
Saturday, 4 August 2012
benci romansa
mereka bilang aku penyair, hanya karena indah merangkai puisi
namun aku tak selembut itu, sayang.
aku hanyalah seorang pencaci yang pandai meludah dan memaki
mereka bilang aku penuh cinta, hanya karena senyum yang berlari ceria
namun aku tak segembira itu, sayang.
aku hanyalah seorang yang terlalu lelah untuk mencari air mataku sendiri.
aku disini, sayang. bila kau benar-benar mencariku
aku menunggumu, menanti kehancuranmu
jangan bicara tentang hati kali ini
aku sudah tak mempunyai benda itu lagi
entah karena kau lupa menaruhnya dimana
atau kau sudah merobek dan melarungkannya dalam 7 samudra.
pergilah sayang,
disini aku masih menunggumu,
menunggu suatu retakan yang berakhir dengan patahan
masih ingin melihatmu menari dalam api, berdansa dan terbakar sempurna
sehingga mungkin aku dapat menyimpan abumu, dalam toples kecil hiasku
dan kuciumi setiap malam
cepatlah runtuh, sayang
aku sudah bosan dengan kutukan
lihat dirimu dan segeralah karam
karena tak mungkin akulah yang menghujam
selamat tinggal, sayang
aku membencimu dalam bingkai kaca cinta
dan menyebutnya sebagai kisah romansa sempurna
