mereka bilang aku penyair, hanya karena indah merangkai puisi
namun aku tak selembut itu, sayang.
aku hanyalah seorang pencaci yang pandai meludah dan memaki
mereka bilang aku penuh cinta, hanya karena senyum yang berlari ceria
namun aku tak segembira itu, sayang.
aku hanyalah seorang yang terlalu lelah untuk mencari air mataku sendiri.
aku disini, sayang. bila kau benar-benar mencariku
aku menunggumu, menanti kehancuranmu
jangan bicara tentang hati kali ini
aku sudah tak mempunyai benda itu lagi
entah karena kau lupa menaruhnya dimana
atau kau sudah merobek dan melarungkannya dalam 7 samudra.
pergilah sayang,
disini aku masih menunggumu,
menunggu suatu retakan yang berakhir dengan patahan
masih ingin melihatmu menari dalam api, berdansa dan terbakar sempurna
sehingga mungkin aku dapat menyimpan abumu, dalam toples kecil hiasku
dan kuciumi setiap malam
cepatlah runtuh, sayang
aku sudah bosan dengan kutukan
lihat dirimu dan segeralah karam
karena tak mungkin akulah yang menghujam
selamat tinggal, sayang
aku membencimu dalam bingkai kaca cinta
dan menyebutnya sebagai kisah romansa sempurna

0 comments:
Post a Comment