About me

Feeds RSS
Feeds RSS

Wednesday, 23 May 2012

magnet


"Kita ini satu bagai magnet. Satu, sama, namun berbeda haluan. Kamu utara, aku selatan, dan kita bisa saja menarik semua besi-besi dan serpihan logam, tapi tetap, aku utara dan kamu selatan. Dua kutub yang berbeda. Mungkin kalau kita terpecah, kita bisa bergabung, menyatu dan berhadapan. Tapi kita tetap, aku utara dan kamu selatan.”
“Bukan,” dipikiranku berbisik menggelitik: “Kutub utara dan selatan itu adalah kau dan ego-mu. Dan aku hanyalah besi rongsokan yang selalu tertarik dengan gaya dan medanmu. Kau adalah magnet, yang selalu menarikku untuk pulang ke rumah."

Monday, 21 May 2012

dan aku rindu

bau kopimu menyeruak lekat di seluruh ruangan,
koran yang terletak rapi di tengah meja, depan sofa kesayanganmu,
tepat disana kau memulai segala aktivitasmu
menghirup seluruh udara dan melepaskannya lagi sebagai kepenatan
dan aku memperhatikanmu dari sini, dari sudut kecil disini
melihatmu bermesraan dengan waktu yang jarang bisa kau jamah
aku merindukanmu
bahkan dalam jarak sedekat ini, denganmu di depanku, aku sudah merindukanmu
aku merindukan memanggil namamu dengan salah
dan kau kesal karenanya
aku merindukanmu, kamu yang tidak pernah mengerti pada ceritaku
entah karena diriku yang bercerita terlalu panjang
atau kau yang tidak pernah fokus karena berfikir hal terlalu banyak
aku merindukanmu dalam jarak sedekat ini
perlahan kau meneguk kecil kopimu,
sepi
hanya gemerisik kecil saat kau melipat koranmu
kau memandangku, sepintas...
hanya suara decit pintu menutup..
kau pergi
dan aku rindu...

bau kopi yang menemaniku


haruskah aku menunggu kamu tuli dulu supaya bisa bilang aku sayang kamu?


Sunday, 20 May 2012


Friday, 18 May 2012

lil' thing about me


i love nature, going somewhere to the beach, hill, just to feel the air, and running to left all of my problem, forgetting all past behind, just walk, and enjoy everything



music is part of my life, i can dying without it, sometime it can be fast but sometime it suddenly turning so slow just like our life doesn't it, sometime song can be so pathetic, but sometime it can bring us the happiness   


i love book, i can going to book store more often than when i have to shopping the clothes, book can bring you everywhere, give you everything, for seriously i can wasting a whole day just for reading my book, hey, i'm a nerd in style.


short wedding dress... uhhmmm~~ i want to wear those thing one day, garden party with all of my family and close friends, not big reception which is wasting our money, i'm grew up in cute way <3


i want to finding love, the one who love us and the one who i can really in love with... love...love and love... i don't need a prince, i'm not a princess neither... i don't need a perfect guy, i don't need the best one... i just need someone who can make me better and better, and loving each other perfectly in the best way


i love sky, i love moon, i love everything upside there, it so amazing just staring all day and all night, waiting the sunset, look on the limitless sky, see the color change, for god sake.. that is so romantic

so that is the lil' thing about me, how about you <3

dandellion

di tengah terik, hempasan angin lembut menyebar benih, dialah yang putih, tertiup lembut, menundukkan ilalang, di hamparan rumput liar.

'tiuplah.. jangan lupa titipkan harapanmu'

aku meniup bunga itu perlahan, pernahkah aku lupa untuk memanjatkan sedikit harapan di tengah kebersamaan kita? dialah dandelion, bunga yang pertama kali kau bawa padaku, bukan mawar, atau bunga krisan, tetapi dandelion. ingatkah kau saat aku menanyakan padamu, kenapa harus dandelion? kau tersenyum, hanya tersenyum. kau hanya terus menyuruhku meniup mahkotanya dengan doa di tengahnya mengandaikan bahwa benihnya akan selalu terisi oleh doa-doa kita.

'aku akan pergi, jauh.. aku ingin melanjutkan studiku'

bisikan angin menyamarkan suaramu, hingga aku harap tadi hanya khayalanku, mendengarmu akan pergi.. dariku... sejak kapan aku ingin mempercayainya, padahal baru sedetik tadi aku mengharapkan kebersamaan kita

'kau ingin berpisah?'


kau terdiam, lama... pertanyaan pertama yang seharusnya mudah untuk kau jawab, iya dan tidak, namun kau memikirkannya seperti aku bertanya tentang teori peradaban manusia atau sejenisnya, dan yang aku tahu kau tak perlu merenung terlalu lama untuk menjelaskan semua teori yang terus kau baca dari buku usangmu

'kau tahu kenapa aku memberikanmu dandelion saat pertama kali aku bertemu denganmu?'

'karena itu bunga yang mudah kau cari di dekat rumahmu?'

kau tertawa,.. dengan sedikit air mata di sudut matamu, apakah itu karena tawamu yang terlalu kencang atau air mata karena perpisahan yang baru aku sebutkan barusan?

'dandelion mempunyai arti perpisahan'

'kamu? memberikan bunga perpisahan di awal kencan kita? bagaimana mungkin?'

'karena satu hal yang pasti dalam pertemuan adalah perpisahan itu sendiri'

kali ini kau tersenyum, cih.. aku bosan dengan senyumanmu, senyuman yang sama saat pertama kali kita bertemu, senyuman yang sama yang membuatku jatuh cinta, dan kali ini senyuman yang sama yang kau gunakan untuk kita berpisah?

'dandelion yang bebas tertiup angin, dia yang pergi benih-benih yang menghilang terbang, namun dari kehilangan itu kita menemukan bunga yang baru. sejauh apapun kau tiup, suatu saat nanti kau pasti akan bertemu dengan benihnya. sama seperti kita, sejauh apapun takdir membawa, sejauh apapun kita berpisah, jika takdir menentukan, suatu saat nanti kita juga pasti akan bertemu'

kau menerawang jauh, jauh ke depan, namun yang aku tahu kau hanya akan melihat kembali ke belakang, ke saat kau berjanji akan bersamaku, saat kau pertama kali datang kepadaku, saat hanya ada kita tanpa ada dandelionmu, saat hanya ada kita. kau meneteskan bulir pertamamu, air mata yang kau tutupi dengan senyuman membosankanmu. tak tahukah air mataku bahkan sudah tertelan hingga saat ini aku benar-benar sesak dibuatnya.

'dari awal aku sudah mempersiapkan semuanya, mempersiapkan diriku untuk jatuh cinta padamu, mempersiapkan diriku untuk menjagamu, mempersiapkan diriku untuk selalu ada di sampingmu, bahkan aku sudah mempersiapkan diriku untuk hari ini, dimana persiapan yang paling kubenci yaitu berpisah denganmu'

aku terisak, sesak.cukup...tak perlu lagi kau jejali dengan kata yang semakin membuatku merasa tertekan,kau mencintaiku aku tahu, aku mencintaimu seharusnya kau juga tahu, tapi aku tak sesiap dirimu, aku tak siap untuk jatuh cinta, aku tak siap untuk kau jaga, aku tak siap saat kau tiba-tiba ada di sampingku, dan sekarang aku tak siap kehilanganmu, seharusnya kau tahu... seharusnya kau tahu...

'kali ini, kutitipkan padang rumput liar untukmu, maaf bila aku menyakitimu, biar kali ini dandelion yang ada untuk menjagamu, membawa 1000 benih yang ada untuk tumbuh bersama dengan harapanmu, doamu, mimpimu, aku akan ikut mengiringinya, terima kasih untuk segalanya'

kau kecup keningku untuk yang terakhir kali, ingin aku menahanmu, ingin kusuruh angin menerbangkanmu kembali kesini, membawa kita mengulangi lagi semuanya, tapi angin tak cukup kuat, kau pergi bersama hembusannya, bersama dengan serpih dandelion yang dulu utuh kau bawa, aku mencintaimu, aku merindukanmu bahkan sebelum kau hilang dari pandanganku, aku merindukanmu

'aku mencintaimu'

dandelion... sejauh apapun berpisah,
suatu saat pasti akan bertemu....




Tuesday, 1 May 2012

hal kecil tentangmu

kata pertamaku padamu pada hari ini, yang tak pernah kau tahu 3 kata itu sudah aku persiapkan dari berhari-hari yang lalu, bahkan untuk mengetahui moment yang terjadi pada hari ini aku benar-benar tak perlu melihat kalender, sama sekali tidak perlu. untuk mengingat hal kecil tentangmu, aku tak perlu aplikasi tambahan seperti buku catatan atau yang lainnya, karena bagiku, tentangmu, dirimu, sudah menghabiskan hampir separuh pikiranku dalam setiap harinya.

kau terlalu berpura-pura atas dirimu, dan itu yang aku tahu, dan agar orang lain penasaran tentangmu kau benar-benar tak perlu berusaha keras untuk itu, namun aku rasa untukku, semuanya biasa saja, aku bisa membacamu, sejelas aku membaca novel favoritku, karena bagiku kau bukanlah salah satu teka-teki yang perlu aku pecahkan, kau adalah sebuah index, aku cukup mencarimu untuk mengetahui sisi tersembunyimu, iya, aku membacamu sejelas itu, tapi kau tak pernah bisa mengartikanku, bahkan untuk menemukanku saja kau tak pernah bisa.

menghitung hari dan meninggalkan kesan di dalamnya merupakan kebiasaanku, hingga tiba di hari besarmu, setahun yang lalu, dulu aku merasa kau merupakan sosok yang tersembunyi, hanya seseorang yang belum membuka tabirnya, kau tak akan pernah tahu betapa tajamnya ingatanku apabila bersangkutan tentangmu, aku mengingatnya jelas sekitar pukul 3 sore, jika kau masih menyimpan pesanku, kau pasti bisa memastikannya, namun aku yakin pesan itu sudah hilang. aku tak pernah terfikirkan untuk menjadi orang pertama yang mengatakannya, karena bukan itu tujuan utamaku, yang aku inginkan hanyalah menjadi salah seorang pemeriah untuk harimu, hari ulang tahunmu.

dan kali inipun sama, aku tak berniat menjadi seorang yang pertama mengatakannya, karena aku percaya ada seseorang yang lebih kau harapkan untuk mengucapkannya, apakah aku benar? namun aku tahu hari ini akan datang harimu telah datang,dan untuk hari itu aku cukuplah hanya menjadi seseorang yang menyelip dalam harimu, menjadi salah seorang yang turut mendoakanmu, dan bila kau meminta hadiah dariku, maka aku sudah memberikannya kepadamu dari dulu, sebuah nama dalam doa, seperti yang aku bilang sebelumnya tanpa intensi apa-apa hanya berharap kau lebih dewasa dan selalu bahagia. dan bila kau bertanya apakah aku mengingatnya, kau tak akan pernah tahu apa saja yang aku ingat, dan sejak kapan aku bisa melupakan hal kecil tentangmu, sedangkan itu sudah menjadi kebiasaanku?