kata pertamaku padamu pada hari ini, yang tak pernah kau tahu 3 kata itu sudah aku persiapkan dari berhari-hari yang lalu, bahkan untuk mengetahui moment yang terjadi pada hari ini aku benar-benar tak perlu melihat kalender, sama sekali tidak perlu. untuk mengingat hal kecil tentangmu, aku tak perlu aplikasi tambahan seperti buku catatan atau yang lainnya, karena bagiku, tentangmu, dirimu, sudah menghabiskan hampir separuh pikiranku dalam setiap harinya.
kau terlalu berpura-pura atas dirimu, dan itu yang aku tahu, dan agar orang lain penasaran tentangmu kau benar-benar tak perlu berusaha keras untuk itu, namun aku rasa untukku, semuanya biasa saja, aku bisa membacamu, sejelas aku membaca novel favoritku, karena bagiku kau bukanlah salah satu teka-teki yang perlu aku pecahkan, kau adalah sebuah index, aku cukup mencarimu untuk mengetahui sisi tersembunyimu, iya, aku membacamu sejelas itu, tapi kau tak pernah bisa mengartikanku, bahkan untuk menemukanku saja kau tak pernah bisa.
menghitung hari dan meninggalkan kesan di dalamnya merupakan kebiasaanku, hingga tiba di hari besarmu, setahun yang lalu, dulu aku merasa kau merupakan sosok yang tersembunyi, hanya seseorang yang belum membuka tabirnya, kau tak akan pernah tahu betapa tajamnya ingatanku apabila bersangkutan tentangmu, aku mengingatnya jelas sekitar pukul 3 sore, jika kau masih menyimpan pesanku, kau pasti bisa memastikannya, namun aku yakin pesan itu sudah hilang. aku tak pernah terfikirkan untuk menjadi orang pertama yang mengatakannya, karena bukan itu tujuan utamaku, yang aku inginkan hanyalah menjadi salah seorang pemeriah untuk harimu, hari ulang tahunmu.
dan kali inipun sama, aku tak berniat menjadi seorang yang pertama mengatakannya, karena aku percaya ada seseorang yang lebih kau harapkan untuk mengucapkannya, apakah aku benar? namun aku tahu hari ini akan datang harimu telah datang,dan untuk hari itu aku cukuplah hanya menjadi seseorang yang menyelip dalam harimu, menjadi salah seorang yang turut mendoakanmu, dan bila kau meminta hadiah dariku, maka aku sudah memberikannya kepadamu dari dulu, sebuah nama dalam doa, seperti yang aku bilang sebelumnya tanpa intensi apa-apa hanya berharap kau lebih dewasa dan selalu bahagia. dan bila kau bertanya apakah aku mengingatnya, kau tak akan pernah tahu apa saja yang aku ingat, dan sejak kapan aku bisa melupakan hal kecil tentangmu, sedangkan itu sudah menjadi kebiasaanku?

0 comments:
Post a Comment