di tengah terik, hempasan angin lembut menyebar benih, dialah yang putih, tertiup lembut, menundukkan ilalang, di hamparan rumput liar.
'tiuplah.. jangan lupa titipkan harapanmu'
aku meniup bunga itu perlahan, pernahkah aku lupa untuk memanjatkan sedikit harapan di tengah kebersamaan kita? dialah dandelion, bunga yang pertama kali kau bawa padaku, bukan mawar, atau bunga krisan, tetapi dandelion. ingatkah kau saat aku menanyakan padamu, kenapa harus dandelion? kau tersenyum, hanya tersenyum. kau hanya terus menyuruhku meniup mahkotanya dengan doa di tengahnya mengandaikan bahwa benihnya akan selalu terisi oleh doa-doa kita.
'aku akan pergi, jauh.. aku ingin melanjutkan studiku'
bisikan angin menyamarkan suaramu, hingga aku harap tadi hanya khayalanku, mendengarmu akan pergi.. dariku... sejak kapan aku ingin mempercayainya, padahal baru sedetik tadi aku mengharapkan kebersamaan kita
'kau ingin berpisah?'
kau terdiam, lama... pertanyaan pertama yang seharusnya mudah untuk kau jawab, iya dan tidak, namun kau memikirkannya seperti aku bertanya tentang teori peradaban manusia atau sejenisnya, dan yang aku tahu kau tak perlu merenung terlalu lama untuk menjelaskan semua teori yang terus kau baca dari buku usangmu
'kau tahu kenapa aku memberikanmu dandelion saat pertama kali aku bertemu denganmu?'
'karena itu bunga yang mudah kau cari di dekat rumahmu?'
kau tertawa,.. dengan sedikit air mata di sudut matamu, apakah itu karena tawamu yang terlalu kencang atau air mata karena perpisahan yang baru aku sebutkan barusan?
'dandelion mempunyai arti perpisahan'
'kamu? memberikan bunga perpisahan di awal kencan kita? bagaimana mungkin?'
'karena satu hal yang pasti dalam pertemuan adalah perpisahan itu sendiri'
kali ini kau tersenyum, cih.. aku bosan dengan senyumanmu, senyuman yang sama saat pertama kali kita bertemu, senyuman yang sama yang membuatku jatuh cinta, dan kali ini senyuman yang sama yang kau gunakan untuk kita berpisah?
'dandelion yang bebas tertiup angin, dia yang pergi benih-benih yang menghilang terbang, namun dari kehilangan itu kita menemukan bunga yang baru. sejauh apapun kau tiup, suatu saat nanti kau pasti akan bertemu dengan benihnya. sama seperti kita, sejauh apapun takdir membawa, sejauh apapun kita berpisah, jika takdir menentukan, suatu saat nanti kita juga pasti akan bertemu'
kau menerawang jauh, jauh ke depan, namun yang aku tahu kau hanya akan melihat kembali ke belakang, ke saat kau berjanji akan bersamaku, saat kau pertama kali datang kepadaku, saat hanya ada kita tanpa ada dandelionmu, saat hanya ada kita. kau meneteskan bulir pertamamu, air mata yang kau tutupi dengan senyuman membosankanmu. tak tahukah air mataku bahkan sudah tertelan hingga saat ini aku benar-benar sesak dibuatnya.
'dari awal aku sudah mempersiapkan semuanya, mempersiapkan diriku untuk jatuh cinta padamu, mempersiapkan diriku untuk menjagamu, mempersiapkan diriku untuk selalu ada di sampingmu, bahkan aku sudah mempersiapkan diriku untuk hari ini, dimana persiapan yang paling kubenci yaitu berpisah denganmu'
aku terisak, sesak.cukup...tak perlu lagi kau jejali dengan kata yang semakin membuatku merasa tertekan,kau mencintaiku aku tahu, aku mencintaimu seharusnya kau juga tahu, tapi aku tak sesiap dirimu, aku tak siap untuk jatuh cinta, aku tak siap untuk kau jaga, aku tak siap saat kau tiba-tiba ada di sampingku, dan sekarang aku tak siap kehilanganmu, seharusnya kau tahu... seharusnya kau tahu...
'kali ini, kutitipkan padang rumput liar untukmu, maaf bila aku menyakitimu, biar kali ini dandelion yang ada untuk menjagamu, membawa 1000 benih yang ada untuk tumbuh bersama dengan harapanmu, doamu, mimpimu, aku akan ikut mengiringinya, terima kasih untuk segalanya'
kau kecup keningku untuk yang terakhir kali, ingin aku menahanmu, ingin kusuruh angin menerbangkanmu kembali kesini, membawa kita mengulangi lagi semuanya, tapi angin tak cukup kuat, kau pergi bersama hembusannya, bersama dengan serpih dandelion yang dulu utuh kau bawa, aku mencintaimu, aku merindukanmu bahkan sebelum kau hilang dari pandanganku, aku merindukanmu
'aku mencintaimu'
dandelion... sejauh apapun berpisah,
suatu saat pasti akan bertemu....
suatu saat pasti akan bertemu....


0 comments:
Post a Comment