Terkadang mengeluh tak pernah begini peluh,
merindukan seseorang menjadi keseharian, mencintai dan tersenyum sendirian menjadi kebiasaan.
Aku ini pencemburu, bahkan terhadap hal di sekitarmu, terutama cangkir kopimu.
Iya, cangkir kopi, aku kalah dengan benda mati, yang tiap pagi kau sapa dan hayati,
padahal kata selamat pagi darimu hanya sekali-kali bisa aku sesapi.
Membayangkanmu menghirup kepulnya membuatku sendirian,
sedangkan aku disini bercumbu dengan kerinduan yang entah seperti apa rupanya,
hangat kah? Seperti udara kah? mungkin lebih baik kerinduan berwujud padat, setidaknya ada yang kupeluk saat membayangkanmu terlalu muluk.
tatapanku meliar, tapi masih kau yang mengisi,
Dan kini cangkirmu telah kosong, tapi masih kau pandangi
Wednesday, 6 February 2013
Subscribe to:
Comments (Atom)
