About me

Feeds RSS
Feeds RSS

Tuesday, 14 August 2012

my life is my journey

terkadang dalam hidup kita perlu sendiri untuk merenungi atau untuk menyambut kehadiran orang lain dalam hidup kita, my life is my journey..

hidupku tentang perjalananku. bahkan dalam sebuah perjalanan singkat, kamu dapat menghela nafas sejenak untuk memastikan dan bersyukur karena masih dapat merasakan hembusan udara hangat dari rongga dada kita.

untukku jember dan bali masing masing sudah aku beri setengah dari jiwaku.. kalau aku pergi dari jember maka aku akan kehilangannya, begitu juga sebaliknya. karena itu entah kenapa rasanya beraatt banget untuk ninggalin jember ke bali ataupun ninggalin bali ke jember. sebenarnya perjalanan pulang kemarin sama sekali aku ngga rencanain, semulanya karena iseng mau coba naek kereta sendiri, naek bus sendiri.. intinya mau nyoba aja, ngga ada niat laen.. 

saat di dalam kereta sebenarnya ngga banyak yang bisa diceritain aku duduk sendiri dan tidur sepanjang jalan.. mungkin yang menjadikan aku antusias adalah saat di bus, karena penghuni bisnya hanya 8 orang yang indonesia, yang lain? entah dari negara antah berantah mana, intinya seharian ada disana berasa siapa yg turis? siapa yg warga negara asli? jujur sampai saat aku naek bus, aku banyak mengeluh dan khawatir 'bagaimana kalau stasiunnya kelewatan karena aku ketiduran' (--,) sampai 'kenapa bisnya bobrok sekali?'

tapi semua lenyap begitu aja saat aku lihat lautan.. semua keluhanku luntur, yang ada hanya perasaan tenang dan sedikit berfikir 'berapa perbandingan antara seluruh rasa syukur dengan keluhanku ?. apakah sesedikit buih di tengah lautanMu?! bukankah seharusnya hamba malu?' mungkin dari saat itulah perjalananku benar benar menyenangkan. bayangkan kamu mendengar adzan sambil memandang lautan, bersama warga negara asing yang terkagum kagum dengan Indonesia.. bangga? banget. bersyukur? harus. ngga salah aku pake jaket ismki dengan emblem merah putih di lengan kanan..

Tuhan itu baik.. mindset ku ngga pernah berubah dari dulu, Dia menasehatiku dengan caraNya sendiri, Dia mengasihiku Dengan caraNya sendiri, dan kemarin dia mengasihiku melalui 4 orang.. orang pertama adalah ibu-ibu dan orang kedua adalah anaknya. ibu itu bercerita banyak tentang perbaiki kualitas diri dan juga percakapan ttg gender dan lain lain. ibu itu mempunyai jiwa yang kuat, sikap.yang tegas dan mempunyai idealisme, perannya sebagai pemimpin koperasi menuntutnya untuk bekerja keras, namun satu yang aku kagumi. kerasnya pemikirannya ternyata tidak mencegahnya menjadi ibu yang baik untuk anaknya.. iya, anaknya.. yang ternyata menderita sindrom down. ibu itu masih menyimpan cinta, dipeluknya anaknya dari mulai kapal berangkat hingga tiba di gilimanuk.. dan untukku, dia tidak hanya mengajarkan cara mencari nafkah sampingan, cara menjadi pemimpin masyarakat, namun juga cara mencintai keluarganya secara bersamaan, idealisme seorang perempuan.

jujur, aku termasuk penakut, dan Tuhan tahu.. mungkin karena itu Dia.mengirimkan 2 orang untuk menjagaku, 2 cowok, tinggi, besar yang satu tatoan.. malah tambah nakutin ya? hhe.. tapi nggalah.. mereka ternyata teman perjalanan yang menyenangkan, kapan lagi jalan sendiri tapi serasa punya 2 bodyguard.. (hahahhaa upss) mungkin karena kami senasib.. kami sama sama naek kereta KAI dengan tujuan terminal ubung tapi malah  diturunin di terminal mengwi.. (* 。_。)/ | kena tipu| tapi thanks God, ada mereka yang ngerti harus kemana.. ada mereka yang ngomelin supir bis karena berangkatnya kelamaan dan ada mereka yang ngomel k supir angkot karena tarifnya kemahalan..

intinya perjalanan jember-bali kemarin menyenangkan, tapi kalo untuk nyoba kedua kalinya. uhmm no, thanks.. iya kalo seumpama perjalanannya ketemu sama orang orang seperti mereka, kalau ngga? mungkin memang benar kalo ada kata kata yang bilang.. perjalanan yang menyenangkan itu tergantung seberapa menyenangkannya orang yang menemanimu. sama seperti hidup, kalau ingin hidupmu menyenangkan carilah orang yang menyenangkan hidupmu..

see yaa.. next journey

0 comments:

Post a Comment