SELAMAT TANGGAL 11 JUNI..
Ah.. bukan, bukan, ini bukan hari
istimewa apapun, setidaknya untukku, tapi selamat hari istimewa untuk siapapun
yang merasa hari ini istimewa…
Postingan kali ini aku tujukan
untuk keabsurdan, dan kerandoman tengah malam yang tiba-tiba datang. Hidup itu
berjalan spontan, manusia hanya bisa berencana, dan Tuhan yang menentukan. Sedangkan
aku, tak punya rencana dan semua datang secara mendadak, seperti kamu…
Pernah berencana untuk sakit
hati? Atau merancang kepada siapa kau akan jatuh cinta? Atau bagaimana kau akan
jatuh cinta? Atau telah merancang waktu? Aku tidak…
Dia manusia asing, yang entah
kenapa bisa datang, sedangkan manusia yang dia sapa ini, termasuk jenis manusia
yang terlalu asing untuk berkenalan sesama asing, tapi tanpa perlu berkenalan
pun dia sudah tak asing, entah bagaimana caranya…
First impression is the most… and
first date is the key, that’s what they said… masih ingat dengan baju pertama
yang aku kenakan? Kaos oblong bendera inggris, dengan sandal jepit, tanpa
riasan karena tujuanku hanya ingin menonton futsal, dan kamu, dengan kemeja
lusuh dari kemarin dan rambut berantakan karena diam-diam telah mengikuti kelas
kuliah entah siapa. Untuk kencan pertama, I have no comment, kecuali, bagian
aku yang membayar dan aku hanya membelikanmu air putih. Jadi… ada yang ingin
beropini bagaimana kesan pertama kita? well we messed it up, don’t we??
Kontradiksi, parallel, entah apa
kata yang pantas untuk mencocokkannya,
Kita berkebalikan, namun
terkadang sama. seperti cermin, persis namun dengan cara yang berlawanan
Saat pasangan lain harus bersabar
karena wanita menjadi lebih bawel saat PMS, disini malah kamunya yang lebih
sensitif.well.. apabila suatu saat nanti aku hamil, aku masih berharap kamu
yang merasakan mengidam dan mualnya, anggap saja job sharing.
Tapi dari segala kerandoman kita,
apalagi yang lebih aku suka daripada kamu yang selalu mengangkat teleponku
kapanpun, atau dimanapun, even in the toilet..( and I still don’t get how you
can take a pee and hold your phone at the same time.. ) atau saat kamu menjawab
pertanyaan absurdku yang entah aku dapat darimana pertanyaan tersebut, atau
saat kamu yang tiba-tiba membetulkan tali sepatuku, atau saat kamu ingin
menyuapiku depan keluargaku, atau saat… ya sudahlah
I just love how random we could
be, dan dari segala kekacauan yang aku buat, aku bersyukur, karena kamu
kekacauan terbaik yang pernah aku pilih, dan yang Tuhan berikan…
Mari bersulang, untuk segala
randomisasi takdir.


0 comments:
Post a Comment