putih, sederhana. namun kau menempatkannya di tengah ruangan
di pusat, seperti mencari perhatian seluruh orang yang melewatinya
lilin yang kau nyalakan
dialah yang sederhana, ada untuk menemanimu
saat sepi mulai datang merayapimu
saat kesendirian lebih mendominasi,
iya, dia selalu ada
dia yang cukup kau pandangi
dia yang cukup kau ada
hanya ingin kau ada
yang tak kau sadari dia tetaplah lilin
yang hanyalah cahaya yang kau cari
karena kau terlalu takut kehilangan bayanganmu
bayangan yang selalu mengikutimu
mencari jejakmu
yang ada dalam setiap keberadaanmu
kau tak sadar bahwa lilin tetaplah lilin
seterang apapun cahayanya
yang dia lakukan adalah membakar dirinya
menghabisi jiwanya hingga yang tersisa hanya lelehan-lelehan
dan yang tak pernah kau tahu
akulah lilinmu
dialah bayanganmu
dan saat terang datang
hanya lelehan lilin ini yang dengan iri melihatmu
melekat rekat dengan bayanganmu


0 comments:
Post a Comment