'makan apa, mbak?'
'seperti biasanya aja ya'
para pedagang itu melayani pelanggan dengan apik, mereka tersenyum dan menawarkan menu kepada setiap manusia yang datang, ya, tempat ini merupakan tempat favoritku, setelah beberapa tempat yang juga aku nobatkan mempunyai kuliner yang menyenangkan.
bersandar di dinding ini mungkin bukanlah ide yang bagus, tempat ini tak terlalu bersih untuk menjadi tempat bersantai, namun menikmati kesederhanaannya, bukankah itu ide yang bagus? memencarkan pandangan di sekitar tempat ini, melihat orang-orang hilir mudik dengan segala keanekaragamannya. pakaian dinas, ibu rumah tangga, anak sekolahan, semuanya lalu lalang seolah terlalu sibuk dengan hidup mereka masing-masing, tanpa peduli bahwa diantara kesibukanmu dan hidupmu terdapat seorang penonton setia, seorang yang asing namun terkadang mereka mengerti dirimu lebih baik dari siapapun.
tempat ini mungkin tak berubah, dan tak akan pernah berubah, namun manusia selalu berubah, pikiran maupun perasaan. dan dia yang asing, para pedagang yang menawarkan menunya, mereka yang melihat segala perubahan dalam hidup kita. seseorang yang pernah dibawa kekasihnya kesana, lalu membawa yang lainnya ke tempat yang sama. pasangan kekasih yang setia, dan berakhir dengan kesendirian. atau pasangan yang sedang dimabuk cinta lalu esoknya mereka membawa buah hatinya, atau seorang ibu yang membawa anak kecilnya, suatu saat membawa cucu kecilnya.
drama nyata manusia merupakan drama paling mengesankan yang dapat disaksikan, perubahan-perubahan kecil dari pikiran, perasaan serta perbuatan, merekalah penonton yang setia. namun tak pernah mencoba menginterupsi jalannya cerita, dalam senyuman, mereka menyimpan rahasia setiap orang, para pelanggannya.
'waahh.. yang biasanya sama mbak dimana? kok ngga pernah kelihatan berdua'
aku tersenyum, iya, perubahan juga terjadi padaku, melihat kursi yang kosong di sebelahku, menyadarkanku tentang kamu yang tak ada lagi disampingku, iya, kursi itu membuktikan perubahan tentang kita, dan mereka masih menjadi penonton setia hidupku yang kali ini tanpa ada peranmu.
'semuanya bisa berubah'
sayangnya, tempat ini masih sama.


0 comments:
Post a Comment