perjalanan yang tak pernah berakhir, membuatku terus menyisir sungai dengan segala alirannya,
seperti kita yang pernah bersatu walau berasal dari hulu yang berbeda, dan harus terpecah kembali. tidak indah, hanya terkadang, kita harus sendiri meracik aliran yang sesuai dengan arus kita masing-masing, yang terkadang terdiam, terjebak namun harus terus bergerak.
hingga aku tiba disini, di tengah pasir luas dengan aliran ombak dan suaranya, perjalananku sampai di muara, tempat semua aliran bersama, tak peduli darimana asalnya. di tempat ini... laut, pantai, tanjung, entah kau memanggilnya dengan sebutan apa, yang jelas disinilah aku akan berhenti untuk sementara.
sedikit terdiam mengenang perjalanan, dan aku tersadar, semua aliran akan sampai pada muara pada saatnya, termasuk aku, kamu, atau kita.
kutuliskan namamu di atas pasir, bukan untuk mengenangmu, juga bukan karena aku merindukanmu, karena hanya namamu yang selalu ingin aku tulis, tak hanya satu goresan, tapi berkali-kali kutuliskan, hingga pasir mengukir namamu dalam, dan aku harapkan bukanlah sebuah nama yang bisa hanyut oleh satu kali sapuan.
karena itu juga arti keberadaanmu di hidupku, kau bukanlah sebuah sosok yang bisa hilang dalam satu malam, kau berada dalam sangat dalam.. tersudut... hingga aku benar-benar harus meringkuk untuk mendapatkanmu, dan membuangmu dari fikiranku
kamu... aku tersenyum sinis, melihat namamu yang disapu ombak. diam-diam tersamar. biar kali ini kau persis seperti ini, aku tak perlu melupakanmu dalam satu waktu, dan aku tak ingin seperti itu.. cukup perlahan namun bisa dipastikan akan menghilang, lenyap bersama deru yang saru.
tak ada yang pasti di dunia ini suatu saat kata 'aku mencintaimu' dapat berubah menjadi 'aku membencimu' suatu hal yang kau coba pastikan akan terus hidup, pada kenyataannya akan mati, entah karena terabaikan, atau kau memilih membuangnya. kadang aku ingin teriakkan, tapi percuma, yang mendengar hanya sekelompok pasir bisu yang selalu sanggup jadi penenang.
kini aku berjalan meninggalkan namamu dan sosokmu di belakang, jejakku terpijak lekat dan akan semakin menjauh.. menjauh..
dan kupastikan..
menghilang..

0 comments:
Post a Comment